Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Reno Sadar


__ADS_3


Reno sangat terkejut saat mendapati kabar jika adiknya meninggal dunia karena kecelakaan di depan rumah sakit. Ia yang baru saja memejamkan matanya karena begadang semalaman pun langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Setelah menggosok giginya dan merapikan rambutnya yang sangat berantakan, Reno pun langsung menyambar jaketnya dan bergegas menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Reno terus bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dengan Ruki.


‘Kenapa dia bisa mengalami kecelakaan di depan rumah sakit?’ gumam Reno dalam hati.


‘Apa yang membuatnya ke rumah sakit pagi-pagi seperti ini? Kaisar? Ya Ampun Ruki! Jika ini memang karena Kaisar, kau benar-benar sudah bodoh dalam melangkah!’ rutuk Reno dalam hati.


Semalam mereka berdua menghabiskan waktu di Night Club ABC sampai jam 3 dini hari. Selepas itu mereka berdua langsung pulang ke rumah. Ruki langsung masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dengan Reno.


Namun Reno tidak langsung memejamkan matanya saat ia melihat nominal uang yang ada di dalam rekeningnya tidak lebih dari seratus juta.


“Jika aku tidak berhemat, maka peninggalan papa dan juga mama pasti akan habis!” gumam Reno pelan yang sudah ditinggalkan kedua orang tuanya yang meninggal dunia karena covid tiga tahun yang lalu.


Perusahaan bakery milik kedua orang tuanya sudah habis terjual karena kesenangan mereka berdua dalam bertaruh di lintasan. Dua buah mobil juga sudah raib dan kini hanya mansion besar saja yang tersisa. Itupun Reno masih belum membayar pajak bangunannya selama tiga tahun.


Reno menghela nafasnya panjang. “Apa ini suatu teguran dari Allah agar aku bisa berubah?”


“Semua teman-temanku sudah habis mendekam di dalam penjara. Ruki juga sudah diambil oleh Yang Maha Kuasa. Hanya aku dan Kaisar saja yang masih tersisa untuk menghirup udara bebas!”


“Kaisar sendiri sudah berubah untuk menjadi orang baik! Berarti kini hanya tinggal aku! Jika aku berulah sedikit saja, sudah tentu pasti aku tidak akan selamat seperti Ruki!”


“Oh My God! Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ruki?” Reno pun segera menarik gas motornya lebih kencang agar ia segera sampai di rumah sakit.


Sesampainya di sana, Reno tidak langsung menemui jenazah adiknya melainkan justru mencari informasi bagaimana kecelakaan di depan rumah sakit pagi ini bisa terjadi.


Akhirnya Reno pun mendapatkan informasi kematian Ruki secara detail dari satpam rumah sakit. Ia pun langsung menemui adiknya yang sudah berada di peti yang di kelilingi plastic pembungkus mayat karena darahnya masih terus saja merembes.


“Pak Reno!” sapa Dokter Qiara.


“Ya, dokter! Saya kakak dari Ruki, korban kecelakaan ini!” balas Reno.


“Adik anda tadi masih bisa bertahan saat dibawa ke ruang Gawat Darurat. Kakinya yang sudah remuk membuat kami langsung memutuskan untuk operasi. Sayangnya dia tidak bisa bertahan lagi dan akhirnya meninggal dunia!” jelas Dokter Qiara.


Hal ini membuat Reno semakin mantap untuk berubah.


“Terima kasih atas informasinya, dokter! Mungkin jalannya memang sudah seperti ini!” ucap Reno datar.


Raut kesedihannya jelas terpancar dalam wajahnya, namun ia tidak memperlihatkan kesedihannya sedikit pun dan tampak sangat tegar dan menerima kematian Ruki.

__ADS_1


“Pak Kaisar tadi juga menyampaikan pesan, jika memang anda butuh untuk berbicara dengannya, beliau menunggu di ruang kerjanya!” lanjut Qiara.


“Benarkah? Kaisar mau bertemu denganku?” tanya Reno yang langsung dijawab dengan Dokter Qiara dengan anggukan kepalanya.


“Ya, aku mau bertemu dengannya!” ucap Reno.


Dokter Qiara pun akhirnya menyebutkan ruangan Kaisar dan Reno pun bergegas menuju ke sana.


“Assalamu’alaikum Kaisar!” ucap Reno memberi salam saat ia sudah dipersilakan masuk ke dalam ruangan.


Ini adalah pertama kalinya untuk Kaisar mendengar Reno mengucapkan salam.


“Wa’alaikum salam! Aku hampir saja salah dengar! Silahkan duduk Reno!” ucap Kaisar.


Bukannya duduk, Reno justru mendekati Kaisar dan tersungkur tepat di kakinya.


“Maafkan aku, Kaisar! Maafkan segala kesalahan yang aku perbuat selama ini!” ucap Reno membuat Kaisar terkejut bukan main.


“Hei, apa yang kau lakukan Reno?!” tanya Kaisar yang langsung menarik bahu Reno untuk berdiri.


“Kini aku baru tersadar jika apa yang aku lakukan selama ini adalah perbuatan yang keji dan terkutuk, terlebih kepadamu, Kaisar! Aku mohon, maafkanlah aku!” pinta Reno yang terdengar begitu sungguh-sungguh.


“Aku sudah memaafkanmu, Reno!”


“Terima kasih Kaisar!” ucap Reno yang kemudian memeluknya dengan sangat erat. “Aku berjanji akan berubah untuk menjadi lebih baik lagi. Bantu aku Kaisar!” pinta Reno kemudian.


“Oke, kali ini aku akan membantumu merealisasikan niat baikmu itu!” balas Kaisar.


Mereka berdua pun akhirnya mengobrol cukup lama sampai mayat Ruki harus segera di bawa pulang dan dikuburkan. Kali ini jenazah Ruki langsung dikebumikan di makam yang tidak jauh dari rumah sakit.


Setelah Reno berpamitan pulang. Kaisar pun menemui Syahla di ruangannya dan mengajaknya keluar untuk makan siang dan berbelanja.


“Kita makan di luar yuk sambil belanja!” ajak Kaisar yang sudah berdiri di samping Syahla. “Kerjaannya udah selesai semua kan?”


“Alhamdulillah udah, Mas! Tinggal di print terus minta tanda tangan Pak Direktur dan wakilnya yang ganteng ini!” ucap Syahla sambil mematikan komputernya.


Kaisar hanya terkekeh pelan mendengar lawakan istrinya. ‘Kalo gak lagi kerja, udah mas kunci nih di kamar gak boleh pergi!’ gumam Kaisar dalam hati.


“Oh, gitu yaaa? Tadi yang Syahla kirim ke email udah mas cek juga. Kata papa juga udah OK banget!” timpal Kaisar.


Kebetulan ruangan Syahla siang ini kosong, jadi mereka bisa mengobrol dengan santai.

__ADS_1


“Alhamdulillah kalo udah OK! Ya udah yuk kita pergi!” balas Syahla.


Dan seperti biasa, Kaisar langsung menggenggam tangan istrinya dengan sangat mesra.


Sesampainya di Pusat Perbelanjaan, Kaisar menangkap sosok Gus Faris yang tengah mengantri di kasir.


“Assalamu’alaikum Gus Faris!” sapa Kaisar.


“Wa’alaikum salam. Waah, pengantin baru mau belanja nih ya?” balas Gus Faris.


“Iya Gus, mau beli keperluan yang dibawa buat bertugas ke Bali besok!” jawab Syahla membuat Gus Faris terhenyak mendengarnya.


“Jadi kalian berdua mau bertugas ke Bali?”


“Iya Gus. Mungkin satu bulan lebih kita akan berada di sana!” balas Kaisar.


“Waah! Padahal rencananya saat libur kenaikan kelas, aku akan mengadakan pernikahan dengan Sarah!” ucap Gus Faris .


“Alhamdulillaah, semoga acaranya lancar ya Gus!” timpal Syahla yang sangat senang mendengar berita Bahagia ini.


“Aamiin. Tapi aku sangat berharap kalian berdua datang dalam pesta pernikahanku dengan Sarah!” pinta Gus Faris.


“Akan kami usahakan hadir nanti, Gus! Besok kami sudah akan bertugas di sana. Jadi mohon maaf jika kami berdua tidak bisa membantu banyak dalam mempersiapkan acara pernikahan kalian!”


“Tidak masalah, Afkara! Yang penting doanya saja! Aku juga akan mendoakan kalian berdua agar selalu Bahagia!” ucap Gus Faris.


“Hati-hati di jalan ya besok! Jangan lupa untuk terus memberi kabar padaku!” Gus Faris menepuk bahu Kaisar.


“Insya Allah. Terima kasih banyak Gus!” balas Kaisar.


“Selamat berbelanja! Assalamu’alaikum!” Gus Faris pun meninggalkan Kaisar dan juga Syahla.


“Wa’alaikum salam!” balas Syahla dan juga Kaisar.


“Alhamdulillah yaa, Gus Faris akhirnya bisa move on juga!” gumam Kaisar.


“Semoga pembelajaran yang kemarin membuatnya menjadi lebih baik lagi!” timpal Syahla yang kemudian melanjutkan belanjaan mereka.


Setelah apa yang mereka butuhkan sudah terpenuhi, Kaisar dan Syahla pun langsung menuju ke kedai untuk makan siang dan selepas itu kembali ke kantor.


 

__ADS_1


__ADS_2