Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Curhat nih


__ADS_3


Sarah meminta Ustadzah Nila untuk menghapus make upnya yang tampak sangat tebal. Selepas itu Sarah langsung mengelap wajah Ustadzahnya dengan tissue.


“Maaf yaa Ustadzah, ini Sarah bersihkan dulu wajahnya.”


“Siap deh, pokoknya dibikin secantik kamu ya!” pinta Ustadzah Nila membuat Sarah menelan ludahnya kasar.


‘Haduuuh! Guru yang satu ini aneh banget sih! Untung aja Cuma satu yang kayak gini!’ gerutu Sarah dalam hati.


Selepas membersihkan wajah Ustadzah Nila, Sarah langsung mengoleskan pelembab ke wajahnya tipis-tipis. Sarah terlihat sangat terampil mendandani guru perempuannya itu.


Tidak memerlukan waktu yang lama. Lima belas menit untuk Sarah memberikan sentuhan make up di wajah Ustadzah Nila membuat guru perempuannya tersebut tampak puas dengan hasil riasan Sarah.


“Waaaah! Kamu ternyata pinter banget ya, Sarah! Belajar dimana?” puji Ustadzah Nila saat membuka matanya.


“Alhamdulillah Cuma belajar dari tutorial make up di youtube aja. Nanti Sarah share ya caranya. Ya udah, kalo gituh Sarah pamit dulu ya Ustadzah!”


Sarah pun langsung keluar dari kamar mandi dan kembali ke meja yang tadi. Tampak Ning Fara sudah duduk di pojokan perpustakaan menunggu kedatangannya.


“Dari mana?” tanya Ning Fara.


“Abis jadi MUA!” balas Sarah sambil merapikan buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.


“Make Up Artist yang mana?” tanya Ning Fara lagi tepat saat Ustadzah Nila keluar dari kamar mandi perpustakaan.


“Ooooooh, jadi kamu baru aja menyulap ikan mujair jadi ikan guppy!”


“Ssssttt! Ntar aja ceritanya. Kita keluar dulu yuk! Gak enak kalo didenger Ustadzah Nila!” bisik Sarah yang langsung menarik Ning Fara keluar dari perpustakaan.


“Hari ini langsung ke rumah aku dulu yaa. Mandi di sana sekalian kek biasanya. Tadi Ustadz Riza kasih tugas banyak banget!” jelas Ning Fara.


“Serius?”


“Iya Sarah. Dan besok pagi jam pertama tugasnya harus udah selesai dan dikumpulkan!”


Informasi dari Ning Fara kali ini membuat Sarah mendengus kesal.


“Wah ini sih gak berperi kemanusiaan banget!” gerutu Sarah kesal.


“Ya udah, mala mini nginep aja. Ada yang mau aku ceritain sama kamu nih!” balas Ning Fara.


“Pasti tentang Syauqi nih yaa!” tebak Sarah yang faham betul dengan sahabatnya yang sudah lama memendam rasa untuk adik laki-laki dari Syahla.


“Pantesan, pernikahan Gus Faris sama kak Syahla gagal. Ini juga pasti karena kamu yang gak rela kehilangan Syauqi kan?” lanjut Sarah lagi.

__ADS_1


“Sssstttt! Ngomongnya jangan keras-keras! Ntar berabe kalo pada denger. Jadinya malah kemana-mana!” pinta Ning Fara yang langsung dijawab Sarah dengan anggukan kepala.


“Ya udah, nanti aku juga mau cerita deh sama kamu. Kali ini tentang Gus Faris!” timpal Sarah.


“Oh yaa? Kenapa sama Mas Faris?”


“Nanti aja! Yuuk buruan jalannya! Panas bange nih!” ajak Sarah.


Kedua santri putri itu berjalan cepat menuju ke kediaman Kyai Badrun sambil menutupi wajah mereka berdua dengan tas. Sesampainya di rumah, keduanya mengucapkan salam dan langsung naik menuju ke kamar Ning Fara.


Sedangkan di belahan kota yang lainnya, sepasang suami istri masih saling memadu kasih di atas tempat tidur sambil menonton televisi. Kaisar dengan manja meletakkan kepalanya di atas pangkuan Syahla yang duduk bersandar di headboard sambil terus berpegangan tangan.


Kaisar sama sekali tidak fokus menonton televisi. Ia terus saja focus memandangi kecantikan wajah istrinya dari pangkuan Syahla.


“Sayang!” panggil Kaisar dengan nada yang manja.


“Hemm!” timpal Syahla.


“Mas, boleh tanya sesuatu gak?”


Syahla terkekeh pelan, “Gak boleh!” jawab Syahla tanpa membalas pandangan Kaisar yang tidak lepas menatap ke arahnya.


“Kenapa sih Syahla kalo lagi bercinta sama mas masih malu-malu gituh? Padahal kalo sampai tengah-tengah udah pasti enak banget kan?”


“Iiih, gak perlu dibahas dong Mas yang kayak gini tuh!” protes Syahla yang wajahnya sudah memerah seperti buah tomat.


“Loh, harus dibahas dong sayang!” balas Kaisar yang langsung beranjak dari pangkuan Syahla dan duduk merapat di samping istrinya.


“Mas kan pingin tahu yang sebenernya Syahla rasain tuh gimana. Lagi pula Mas gak mau kalo ternyata istri mas merasa terpaksa atau gak puas sama suaminya sendiri!” timpal Kaisar.


Wajah Syahla semakin memerah dibuat Kaisar. Ia pun langsung mendorong tubuhnya untuk menjauh darinya. Namun Kaisar justru menarik tubuh Syahla sampai terjatuh tepat di atas tubuhnya.


Bruk!


Senyum Kaisar langsung merekah sempurna saat mendapati tubuhnya tertindih oleh tubuh Syahla. Cepat-cepat Syahla bangun dari posisinya yang saat tidak mengenakan kali ini.


Tapi bukan Kaisar Namanya jika ia membiarkan Istrinya menghindar darinya. Kaisar dengan sigap melingkarkan tangannya di pinggang istrinya dan menahan tubuhnya agar tidak menjauh darinya.


“Maaaas!” rengek Syahla manja dimana pipinya semakin terlihat jelas tengah merona.


“Iyaa sayang!” balas Kaisar.


“Lepasin Syahla!” pinta Syahla sambi memandang wajah suaminya yang kini tengah ditindihnya.


“Jawab dulu dong pertanyaan Mas. Nanti baru mas lepasin!” balas Kaisar membuat istrinya semakin bersungut-sungut kesal.

__ADS_1


“Diiih! Mas Kaisar mah ngeselin!”


“Mas kan tanya juga baik-baik sayang. Mas Cuma butuh jawaban. Kalo Syahla tanya apapun itu juga Mas pasti langsung jawab kok!” balas Kaisar.


Akhirnya, mau tidak mau Syahla pun membahas pertanyaan menyebalkan dari Kaisar itu secara singkat.


“Syahla gak bisa kasih alasan kenapa bisa malu!”


“Tapi enak gak?” tanya Kaisar yang semakin menggoda istrinya.


“Hemm!” Syahla hanya menjawabnya dengan deheman singkat.


“Oooh, jadi enak ya sayang?” balas Kaisar membuat Syahla kembali meronta-ronta dalam pelukan Kaisar dan berusaha untuk melepaskan dirinya.


“Lepasin dong, Mas! Kan Syahla udah jawab!” rengek Syahla mengiba.


“Masih belum sayang! Masih ada satu lagi yang belum dijawab loh!”


“Iiiih, Mas Kaisar nih ngeselin banget sih!”


“Kamu juga lebih ngeselin gak mau jawab pertanyaan dari mas!” balas Kaisar tidak mau kalah.


“Sayang puas gak bercinta sama Mas?” Kaisar mengulang kembali pertanyaannya.


“Puas!” jawab Syahla singkat dan Kaisar pun memenuhi janjinya untuk melepaskan Syahla.


Kini Syahla pun langsung duduk menjauh dari Kaisar dan bisa bernafas lega.


“Tapi Mas Kaisar gak puas loh sayang!” timpal Kaisar memuat Syahla sedikit terhenyak. Ada perasaan yang tidak enak dalam hati Syahla saat Kaisar berbicara seperti itu.


“Serius Mas?” balas Syahla sambil membeliakkan matanya.


“Kalo Mas puas, Mas gak mungkin minta lagi dan lagi. Kepuasan itu memang ada, tapi langsung berganti dengan rasa keinginan untuk mengulanginya kembali sayang.”


Kini Kaisar sudah mulai mengungkung tubuh istrinya di bawah. “Mas rasa, daya tarik tubuh Syahla bikin mas kecanduan untuk terus meng absennya!” lanjut Kaisar.


“Bahkan ada satu hal yang sangat mas inginkan, sayang?”


“Apa?” tanya Syahla dengan suara yang tercekat.


“Mas pingin, Syahla sekali-kali yang minta untuk bercinta sama mas!” jawab Kaisar.


“Hemmm, gimana mau minta coba. Ini rambut belum kering aja mas udah minta lagi!” gerutu Syahla yang terdengar begitu menggemaskan.


“Ya udah deh! Kali ini mas dulu aja yang minta!” balas Kaisar.

__ADS_1


__ADS_2