Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Two weeks later


__ADS_3


Dua minggu kemudian,


Kaisar dan Syahla kini sudah kembali ke Mansion Pak Andika dan mulai berkutat dengan berbagai kesibukan di rumah sakit. Sedangkan pernikahan Gus Faris dan juga Sarah sudah tinggal menunggu hitungan jam.


Malam ini, Kaisar sengaja menyempatkan dirinya menemani sahabatnya yang hendak melepaskan masa lajangnya besok pagi. Sedangkan Syahla sendiri memilih untuk beristirahat di rumah karena badannya terasa begitu lelah.


Ning Fara sendiri sudah sedari pagi menemani Sarah mulai dari acara pengajian sampai dengan siraman. Dan malam ini, Ning Fara sengaja untuk menginap di kamar Sarah yang sudah di dekor layaknya kamar pengantin.


“Ning Fara, kamu serius udah nanya sama Gus Faris gimana perasaan dia sama aku?” tanya Sarah yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


“Udah berkali-kali malah. Tapi ujung-ujungnya jawabannya diminta kamu sendiri yang tanya sama dia!” balas Ning Fara yang sudah tiduran di samping Sarah.


“Kamu sendiri udah sempet tanya belum sama Mas Faris?”


Pertanyaan Ning Fara kali ini membuat Sarah menghela nafasnya panjang. “Udah!” jawabnya singkat sambil merapatkan selimutnya.


“Trus jawabannya apa?”

__ADS_1


“Gus Faris bilang kalo akan jawab selepas kita nikah. Dan aku udah diwanti-wanti untuk jangan menyesal selepas mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya!” jawab Sarah dengan sendu.


Ning Fara yang mendengarnya pun langsung merasa tidak tega dengan sahabatnya itu. Ingin rasanya ia membatalkan pernikahan abangnya, tapi nanti dia pasti akan dikecam orang banyak termasuk keluarga besarnya sendiri.


Pernikahan pertama Gus Faris sudah gagal saat persiapannya sudah tujuh puluh lima persen. Tidak mungkin pernikahannya yang kedua juga gagal dimana semua persiapannya sudah seratus persen.


Ning Fara kali ini hanya bisa menggenggam tangan sahabatnya dengan erat dan terus menenangkannya. Ia sedikit banyak bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Sarah.


“Kamu tahu gak novel yang dicerai saat malam pertama?” tanya Sarah pelan sambil memandang ke arah Ning Fara.


“Aku gak suka baca novel yang begituan!” balas Ning Fara.


“Jangan ngomong gitu dong, Sarah! Aku yakin, Mas Faris gak sejahat itu!” sanggah Ning Fara.


“Wajar sih kalo kamu belain dia, Gus Faris kana bang kamu!” gumam Sarah yang sudah tidak memiliki pembelaan sama sekali.


“Bukan gitu Sarah sayang. Mendingan gini deh, kita buat aja hidup kamu jadi novel yang pemerannya cewek Tangguh yang nantinya buat Mas Faris bertekuk lutut di hadapan kamu!” Ning Fara lagi-lagi memberikan ide jitunya kepada Sarah.


“Caranya?”

__ADS_1


“Bersikap jual mahal di depan Mas Faris! Mainkan peranmu seolah tidak mencintai abangku!”


“Tapi kan aku cinta sama dia, gimana dong?”


“Naaah, perasaan kamu cukup perlihatkan di depan orang banyak. Selebihnya, saat kalian berdua berada di kamar, kamu harus cuek bebek sama Mas Faris sampai dia menyatakan cintanya sama kamu! Gimana?”


Sarah terdiam sesaat dan kemudian menganggukkan kepalanya. “Sepertinya itu ide yang bagus. Aku ikuti saran dari kamu, Ning! Makasih banyak yaa!”


“Sama-sama, calon kakak ipar. Chayoo!”


“Chayooo!” balas Sarah yang sudah tidak terlihat sedih lagi.


Kini keduanya pun langsung memejamkan matanya karena besok ia masih harus bangun lebih pagi dari sebelumnya.


💞💞💞


Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku


__ADS_1


__ADS_2