
Setelah menempuh penerbangan selama satu jam lebih, Syahla dan Kaisar sudah tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kebahagiaan benar-benar terpancar di wajah mereka berdua yang akan bekerja sekaligus berbulan madu.
Setelah mengambil koper yang dititipkan di bagasi pesawat, Syahla dan Kaisar langsung keluar di pintu kedatangan. Tampak seorang yang mengenakan seragam satpam tengah menunggu kedatangan mereka sambil membawa papan yang bertuliskan nama mereka berdua.
“Tuan Kaisar dan Nona Syahla?” tanya pria tersebut memastikan.
“Ya!” balas Kaisar sambil memperlihatkan tiket penerbangan mereka.
“Kenalkan, saya Bima yang dalam satu bulan ini akan menjadi sopir pribadi sekaligus asisten Tuan dan Nona!” ucap Bima sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
“Salam kenal Bima, semoga ke depannya kita bisa bekerja sama dengan baik!” balas Kaisar.
“Siap Tuan!” Bima langsung membantu membawakan koper mereka menuju keluar. Selepas itu ia bergegas mengambil mobilnya di parkiran dan menjemput Kaisar dan juga Syahla.
“Kita langsung ke rumah sakit ya Bima. Tuan Gerry pasti sudah menunggu. Dua jam lagi akan diadakan meeting perkenalan kepada semua stay kepala!” ucap Kaisar.
“Siap Tuan!” jawab Bima.
Melihat ketegasan suaminya membuat Syahla semakin kagum terhadap Kaisar. Diam-diam ia mengeratkan genggaman tangannya dan membuat Kaisar langsung menarik tangan Syahla dan mengecup punggung tangannya dengan mesra.
“Hari ini kita meeting perdana dan kemungkinan siang sudah kembali ke hotel sayang!” bisik Kaisar sambil mengusap kepala istrinya.
“Sampai sore atau malam juga gak masalah kok, Mas!” balas Syahla. “Kan tujuan kedatangan kita memang untuk bekerja!” lanjut Syahla membuat Kaisar sangat lega mendengarnya.
Jauh dalam lubuk hatinya, Kaisar sangat bersyukur memiliki istri yang tidak banyak menuntut seperti Syahla.
“Makasih banyak ya pengertiannya!” ucap Kaisar yang langsung menarik kepala Syahla dalam dekapannya.
Bima yang diam-diam memperhatikan mereka berdua dari kaca spion pun tersenyum sekilas.
“Tuan Gerry sudah menyiapkan paket bulan madu di hotel untuk anda dan juga istri anda, Tuan Kaisar.
“Waktu kerja akan dimulai pukul 8 pagi dan berakhir di jam 4 sore! Selepas itu adalah waktu bebas untuk kalian berdua. Tidak ada jam lembur dan hari sabtu dan minggu libur!” jelas Bima.
__ADS_1
“Baik Bima, terima kasih banyak informasinya.”
“Untuk hari ini juga perkenalan hanya dua jam saja, Tuan!” lanjut Bima lagi. “Selepas itu Tuan Gerry meminta saya untuk mengantar anda berdua berkeliling Bali untuk menikmati pariwisata di sini!”
“Oooh, begitu yaa! Sayang, mau keliling Bali selepas ini?” tanya Kaisar kepada Syahla.
“Enggak deh Mas!” tolak Syahla. “Lebih baik mempersiapkan untuk pekerjaan kita besok. Selepas semuanya beres baru kitab isa berlibur!” jawab Syahla yang langsung disetujui oleh Kaisar.
“Good Answer, sayang! Kita satu pemikiran!”
Sesampainya di rumah sakit, kedatangan mereka berdua langsung disambut hangat dengan pemilik rumah sakit beserta staf jajarannya. Selepas itu mereka semua berkumpul di ruangan yang sudah disiapkan sebelumnya.
Meeting pun dimulai. Kali ini Kaisar mulai memperkenalkan beberapa pelayanan yang telah diprogramkan dengan pihak rumah sakit Ibnu Sina yang sebentar lagi akan diikuti oleh Rumah Sakit HealthyFit.
Pemaparan Kaisar yang sangat lugas dan jelas membuat semua pihak sangat terkesan dengannya. Apalagi jika dilihat dari segi penampilan, Kaisar sangat tampan dan tampak begitu berkompeten dalam hal ini.
Bahkan Kaisar sama sekali tidak terlihat seperti orang yang baru saja terjun dalam mengurus rumah sakit. Tidak hanya pemilik dan Staf Rumah Sakit HealthyFit saja yang kagum dengan sosok Kaisar dan paparan yang ia sampaikan. Syahla yang merupakan istri Kaisar pun semakin kagum dengan suaminya.
Meeting perdana berjalan sangat lancar. Waktu yang dijadwalkan pertama kalinya adalah dari jam setengah 9 sampai jam setengah 11. Namun kara audiens banyak yang melakukan tanya jawab, akhirnya meeting perdana berakhir tepat saat jam makan siang.
“Tuan Kaisar! Saya benar-benar sangat tertarik dengan program yang anda buat kali ini. Penjelasan anda sangat jelas dan gambarannya juga seperti program yang ada di rumah sakit luar negeri!” puji Tuan Gerry.
“Jika terus seperti ini, bisa dipastikan jika Rumah Sakit milik kita tentunya bisa Go Internasional!”
“Salah satu tujuannya memang seperti itu, Tuan! Tetapi tujuan awalnya adalah untuk membuat kualitas Rumah Sakit menjadi lebih baik lagi.”
“Karena selepas covid melanda, banyak rumah sakit yang kinerjanya justru tidak menjadi lebih baik. Ini justru membuat semua pihak menjadi risau dan membuat orang yang dibawa ke rumah sakit juga was-was karena tidak langsung diberikan penanganan yang baik dan tepat!” jelas Kaisar.
“Benar sekali. Maka dari itu saya siap untuk join dengan Rumah Sakit Ibnu Sina mengenai program ini!” Tuan Gerry tampak begitu antusias untuk bekerja sama dengan Kaisar. Bahkan 75 persen biaya joint program ini juga sudah dikirim ke pihak Rumah Sakit Ibnu Sina.
“Terima kasih banyak atas kepercayaan anda Tuan. Padahal program ini baru saja meluncur dalam kurun waktu satu bulan!”
“Sama-sama Tuan Kaisar! Jangan risaukan program yang baru lahir ini karena saya yakin kualitasnya sudah tingkat internasional!” timpal Tuan Gerry membuat Kaisar sangat merasa diapresiasi.
“Oh iya, selamat atas pernikahan kalian berdua! Kalian tampak sangat cocok dan serasi!”
__ADS_1
“Terima kasih, Tuan!” jawab Kaisar dan juga Syahla secara serentak.
Obrolan mereka saat makan siang kali ini pun terasa sangat hangat meski baru beberapa jam bertemu. Tuan Gerry yang usianya sudah seumuran dengan Pak Andika itu pun merasa sangat cocok menjadikan Kaisar sebagai teman bicara masalah bisnis perkembangan rumah sakit.
Selepas makan siang, Kaisar dan Syahla pun langsung diantar untuk menuju ke hotel mereka. Sedangkan Tuan Gerry kembali lagi mempersiapkan program baru yang dibawa Kaisar untuk perkembangan pelayanan rumah sakitnya.
Tiga puluh menit terlewati, kini mereka sudah sampai di hotel yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Tuan Gerry sengaja memesankan mereka berdua kamar dengan tipe presidential suite dengan pemandangan eksotis hutan tropis yang sangat asri.
Tidak hanya itu, kamar hotel mereka berdua juga dilengkapi dengan fasilitas infinity pool dan balkon yang sangat luas untuk menikmati pemandangan.
“Masyaa Allaah! Indah banget ya Mas!” ucap Syahla yang tampak sangat girang.
“Alhamdulillaah. Mas juga tidak menyangka jika Tuan Gerry seroyal ini!” balas Kaisar sambil menutup pintu kamar hotel.
“Bahkan uang yang sudah dikirimkan Tuan Gerry ke rekening rumah sakit sudah 75 persen dan itu sangat berguna untuk kelancaran program di Rumah Sakit Ibnu Sina!” timpal Kaisar yang baru saja mendapatkan informasi dari papanya.
“Alhamdulillaah. Syahla juga seneng banget dengernya.”
Syahla kini berdiri di samping kaca jendela sambil memandangi pemandangan yang sangat indah di matanya. Tiba-tiba saja Kaisar memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipinya dengan sangat mesra.
“Asyik yaa kalo kerja sambil pacaran kayak gini, sayang?” tanya Kaisar yang langsung diangguki oleh Syahla.
“Alhamdulillaah Asyik banget, Mas!”
Tangan Kaisar pun langsung tergerak membuka jilbab Syahla.
“Istri Mas memang sangat cantik kalo pake jilbab, tapi kalo lagi berdua sama Mamas kayak gini, Mas ngerasa jilbab Syahla ini jadi penghalang buat Mas untuk menikmati kecantikan istri Mas!” ucap Kaisar.
“Suami Syahla juga tampan banget kalo pakai kemeja sama jas kayak gini. Tapi kalo semuanya dilepas, makin terlihat macho dan bikin Syahla gemes!” balas Syahla sambil melepaskan dasi yang dikenakan Kaisar.
“Wow!” Kaisar membeliakkan matanya.
“Istri Mas udah makin pinter yaa sekarang!”
Syahla langsung mengulum senyumannya sambil menundukkan kepalanya menahan malu. Ia sendiri tidak tahu kenapa makin sering bersama Kaisar, ia semakin berani dan keluar jauh dari sikapnya saat di luar kamar.
__ADS_1
“Gak papa sayang! Jangan malu gini dong! Mas justru seneng banget dengernya!” Kaisar mengangkat dagu Syahla dan langsung mendaratkan ciumannya.