
“Mas seneng deh kalo punya istri agresif kayak gini!” tutur Kaisar yang terus saja menggoda Syahla.
Syahla pun langsung berpindah dari tubuh Kaisar dan langsung merajuk sambil membelakangi Kaisar. Jangan ditanya bagaimana malunya Syahla kali ini.
“Maaf deh sayang. Jangan merajuk gituh dong!” ucap Kaisar sambil memeluk Syahla dari belakang.
“Mas ngaku salah deh!” Kaisar mengembalikan ponsel Syahla dan kembali memeluknya.
“Maaf yaaa, tapi mas seneng banget loh baca notifikasi yang tadi muncul di HP istri, mas! Gimana kalo kita belajar bareng? Mas juga belum tahu loh, sayang!” Bisik Kaisar membuat Syahla semakin tersipu malu.
“Udah deh Mas, Jangan bikin Syahla malu napa? Syahla mau istirahat nih!” ucap Syahla.
“Yakin nih gak mau belajar sama Mas, abis itu kan bisa kita praktekin!”
“Gak mau! Mas sabar aja dulu nunggu sampe seminggu!” balas Syahla.
“Yaaah, kasihan banget dong suami Syahla nih! Huuuu uuuu uuuu!” Kaisar terus pura pura menangis di belakang Syahla.
__ADS_1
Sayangnya Syahla yang udah terlanjur malu benar-benar tidak mau menggubris candaan suaminya sampai lama-lama ia tertidur dalam pelukan Kaisar.
Tidak hanya Syahla yang tertidur, Kaisar pun ikut memejamkan matanya tanpa melepaskan pelukannya sedikit pun.
🍄🍄🍄
Sedangkan di sisi lain, Sarah sedang merasa sangat bahagia saat melihat sahabatnya datang menjenguknya.
“Ning Fara datang sama siapa?” tanya Sarah.
“Sama Mas Faris. Dia dari pagi udah ngajakin ke rumah sakit!” jawab Ning Fara sambil mengupaskan apel untuk Sarah.
“Kamu nih tau kan kalo Mas Faris mau ditabrak? Kenapa gak teriak aja sih malah cari mati kayak gini?” tanya Ning Fara sambil menyuapkan potongan apel ke mulut Sarah.
“Alhamdulillaah Allah masih kesempatan aku untuk hidup!”
“Hemmm, besok lagi jangan buat kelakuan konyol kayak gini deh! Aku gak tega lihat sahabatku aku harus terbaring kayak gini!” tutur Ning Fara.
“Iya deh. Lagian Gus Faris tuh kayak orang linglung tauk waktu itu. Masa’ iya di teriakin gak denger!” timpal Sarah.
__ADS_1
“Apa mungkin udah terlalu patah hati karena Kak Syahla nikah duluan yaa?”
“Enak ajah ngomongin orang linglung! Kamu sendiri tuh yang linglung! Udah tau ada motor, ini malah menabrakkan diri!” timpal Gus Faris yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Sarah.
“Ups!” Sarah langsung menutup mulutnya sambil memandang ke arah Fara. “Maaf deh Gus!”
“Udah gak usah takut sama Mas Faris! Dia emang lagi linglung. Bener kata kamu, Sarah!” dukung Ning Fara.
Gus Faris hanya menghela nafasnya panjang dan kemudian mendekat ke arah Sarah.
“Gimana keadaan kamu sekarang, Sarah?” tanya Gus Faris.
“Alhamdulillah sudah lebih baik, Gus!” balas Sarah.
“Makasih yaa, udah korbankan nyawa kamu buat saya! Maaf kalau waktu itu saya gak dengar kamu teriak! Saya memang lagi kalut waktu itu!” tutur Gus Faris.
“Iya Gus! Gak masalah!” balas Sarah.
Sarah pun kini melanjutkan obrolannya dengan Ning Fara tentunya seputar pesantren sampai Sarah merasa mulai lelah dan mengantuk.
__ADS_1
Ning Fara pun mempersilakan Sarah untuk beristirahat dan mereka berdua pun langsung berpamitan kepada ibu Sarah yang kini tengah menjaga putrinya.
🍄🍄🍄