Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Happy Wedding


__ADS_3


Syahla dan juga Kaisar yang hadir dalam acara akad nikah Gus Faris dan Sarah pun turut gembira melihat tingkah Gus Faris yang sangat tidak sabaran. Kini, tiba saatnya Kaisar dan juga Syahla memberikan selamat kepada kedua mempelai.


“Selamat ya Gus Faris. Semoga Sakinah mawaddah wa rohmah!” ucap Kaisar.


“Aamiin yaa Allah. Makasih banyak ya sob! Oh iya, nanti kalo kita sama-sama punya anak, kita jodohin yuk!” Ajak Gus Faris.


“Lah, Kamu kan belum bikin?” balas Kaisar yang enggan menanggapi ucapan Gus Faris. “Mendingan bikin dulu deh! Trus nikmati dulu prosesnya. Asal-asalan mau jodohin anak-anak!” timpal Kaisar.


“Yaelah, Afkara gitu amat deh!” balas Gus Faris. “Tapi bener juga sih ya kata kamu. Mending puasin dulu bikinnya. Iya kan sayang?” tanya Gus Faris ke arah Sarah.


Jangan ditanya lagi bagaimana malunya Sarah kali ini. Wajahnya juga sudah memerah seperti kepiting rebus yang baru saja matang.


“Akang nih bikin malu Sarah!” bisik Sarah sampai keduanya tampak begitu mesra.


“Selamat ya dek Sarah! Akhirnya kalian berdua udah sah jadi suami istri! Semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek ya!” ucap Syahla yang kini menyalami Sarah.


“Aamiin. Makasih banyak kak Syahlaa!” Sarah langsung memeluk Syahla dengan sangat erat. “Sarah kangen banget sama kakak!”


“Kakak juga kangen banget sama kamu. Seneng deh akhirnya happy kayak gini. Ya udah Kak Syahla sama Mas Kaisar duluan yaa. Kasihan yang mau salaman jadi antri tuh!”


“Sekali lagi selamat ya Gus Faris, Sarah!” ucap Kaisar dan Syahla beriringan. Selepas itu mereka turun dari pelaminan dan mencicipi hidangan yang sudah disajikan.


“Syahla Cuma makan es krim?” tanya Kaisar yang mengikuti istrinya makan es krim.


“Tadi waktu sarapan masih kenyang perutnya, Mas!” balas Syahla sambil mengusap perutnya yang masih terlihat datar.


“Sayang,” panggil Kaisar dengan berbisik.


“Kita jangan kalah dong sama pengantin baru!” lanjutnya lagi.


“Loh, emang siapa yang rela kalah? Kan kita juga masih baru!” timpal Syahla.


“Jadi, enaknya kita main dimana nih?” tanya Kaisar sambil menaik turunkan alisnya.


“Pulang ke rumah aja yuk yang aman!” ajak Syahla yang langsung menarik tangan suaminya dari kediaman mempelai wanita.

__ADS_1


Gus Faris yang melihat Syahla bergandengan dengan Kaisar meninggalkan rumahnya pun langsung merasa gusar dan tidak tenang.


“Yaaah, ketinggalan kereta deh!” gerutu Gus Faris kesal.


Sesi photo keluarga kali ini harus diulang karena tiba-tiba Gus Faris yang tadinya tersenyum harus menggerutu kesal. Selepas sesi photo keluarga, Kyai Badrun pun mendekati putranya dan menanyakan kenapa wajahnya sangat kusut.


“Kamu kenapa sih, Faris. Bukannya Bahagia, ini malah bermuram durja?”


“Siapa yang gak Bahagia? Faris Cuma gak sabar aja, Yah! Ini acara kapan selesainya sih?” tanya Gus Fari membuat Kyai Badrun hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


“Loh, Kamu tahu sendiri kan, pesta ini diadakan tiga hari tiga malam!” jawab Kyai Badrun.


“Bisa gak yah kalo dipercepat?” tanya Gus Faris.


“Gak bisa! Sabar aja dulu! Nanti juga akan ada waktunya untuk berdua-duaan!” timpal Kyai Badrun sambil meninggalkan putranya.


“Neng Sarah sayang!” panggil Gus Faris sambil merapatkan duduknya dengan Sarah.


“Kenapa, Kang?” timpal Sarah.


“I LOVE YOU!” bisik Gus Faris tepat di telinga Sarah dan membuat Sarah seketika meremang.


“Diih! Akang nih bikin neng malu!” gerutu Sarah manja.


“Masalahnya akang udah gak sabar banget, neng!” balas Gus Faris.


“Tapi, kan—” belum selesai Sarah berbicara, tiba-tiba ada yang memanggil nama Gus Faris dan membuat Gus Faris harus turun dari pelaminan dan menemani teman semasa kuliahnya.


“Assalamu’alaikum Gus Faris! Waah, ternyata udah sold out sekarang yaa! Sini yuk, kita turun dulu, gabung sama teman yang lain!” teman kuliah Gus Faris lanngsung menarik tangannya untuk ikut dengannya.


“Nyonya Faris, kita pinjam dulu ya suaminya!” ucap salah satu teman yang lainnya meminta izin kepada Sarah.


Sarah pun langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian, Ning Fara langsung naik ke atas pelaminan dan duduk di samping sahabatnya itu.


“Selamat ya kakak ipar, gimana perasaannya sekarang?” tanya Ning Fara.


“Alhamdulillah, gak nyangka banget pokoknya ning Fara!” balas Sarah dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


“Duuh, jangan malah nangis dong!” Ning Fara langsung memeluk sahabantnya dengan erat.


“Aku beneran speechless ing Fara. Aku gak tau harus bilang apa lagi. Aku Cuma bisa bilang Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin. Hari ini aku benar-benar sangat Bahagia!”


“Aku juga sangat Bahagia. Kita sama-sama gak nyangka loh kalo ternyata Mas Faris seheboh itu. Malah aku bilang bikin malu banget!” Ning Fara mulai mengendurkan pelukannya.


“Oh iya, mulai sekarang kita manggilnya harus gimana ya?”


“Aku kan tetap panggil kamu Ning Fara!” ucap Sarah yang sudah nyaman dengan panggilan itu.


“Kalo gitu, aku panggil kamu Neng Sarah ya? Boleh kan?” tanya Ning Fara. Sarah pun langsung menganggukkan kepalanya.


Pernikahan Gus Faris dan Sarah benar-benar menebarkan kegembiraan kepada semua orang. Meski sudah sangat tidak sabar untuk memiliki Sarah sepenuhnya, Gus Faris masih tetap mengikuti serangkaian acara resepsi pernikahan sampai malam dan disambung lagi sampai dua hari ke depan.


Tidak ada kata sepi jika yang memiliki hajat adalah seorang Kyai besar. Malam ini, para tamu juga masih banyak yang berdatangan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Namun, karena Sarah sudah mulai terlihat lelah, ia diminta Faris untuk beristirahat lebih dahulu dan kini hanya Faris dan keluarganya lah yang menemani tamu undangan yang hadir.


Sampai waktu menujukkan jam sebelas malam, kediaman mempelai Wanita baru mulai sepi. Kyai Badrun dan keluarganya sudah kembali ke rumah untuk beristirahat. Sedangkan Gus Faris langsung menyusul masuk ke kamar istrinya.


“Huft, satu hari acaranya di sini! Dua hari ke depan pindah di rumah ayah dengan tamu yang berbeda. Hemm, mau seneng-seneng aja susah banget sih!” gumam Gus Faris.


“Perasaan kemarin Kaisar sama Syahla juga gak gini-gini amat!”


Gus Faris pun membuka handel pintu kamar Sarah. Namun saat kakiknya hendak melangkah masuk, Gus Faris pun langsung menelan ludahnya kasar melihat sosok Wanita yang duduk dengan mengenakan piyama satin di depan meja rias.


Rambut hitam dan panjang yang tampak sangat indah, kecantikan Sarah yang baru saja ia lihat saat melepaskan hijab nya dari pantulan kaca membuat Gus Faris tertegun dan hanya bisa berdiri terpaku di pintu kamar Sarah.


“Tamunya udah pada pulang ya, akang?” tanya Sarah yang menyadari kedatangan Gus Faris.


Sarah pun berdiri dan berbalik menatap ke arah Gus Faris yang memandangnya tanpa berkedip.


“Akang kenapa? Kok diem aja?” tanya Sarah membuyarkan lamunan Gus Faris.


Dengan cepat Gus Faris pun menutup pintu kamar Sarah dan menguncinya rapat-rapat.


💞💞💞

__ADS_1


Otewe tamat yaaa 😘😘😘


__ADS_2