Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Meet Gus Faris


__ADS_3


Selepas melakukan transfusi darah, Kaisar langsung memesan satu kamar untuk Syahla. Awalnya Syahla langsung meminta untuk langsung pulang, hanya saja Kaisar tidak mengizinkan sama sekali.


Namun, saat Kaisar tengah mengantar istrinya menuju ke kamar yang sudah ia pesan, tanpa sengaja ia menangkap sosok yang sangat ia kenal.


“Gus Faris!” panggil Kaisar.


Gus Faris pun langsung menolehkan kepalanya ke asal suara yang memanggilnya. Betapa terkejutnya Gus Faris saat melihat Syahla terduduk di atas kursi roda.


“Apa yang sudah terjadi denganmu, Syahla?” tanya Gus Faris yang langsung berdiri dan menghampiri Syahla.


Dengan cekatan Kaisar langsung berdiri di depan Syahla dan menghadang Gus Faris yang hendak mendekati istrinya.


“Istriku hanya perlu istirahat Gus Faris!” jawab Kaisar yang seketika membuat Gus Faris membelalakkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Melihat sikap Gus Faris yang demikian dengan tatapan sinis ke arahnya membuat Kaisar langsung mengernyitkan dahinya.


“Ada apa dengan Gus Faris menatapku seperti itu?” tanya Kaisar.

__ADS_1


“Kau benar-benar tidak punya hati Afkara! Bisa-bisanya kau membuatnya melayanimu sampai harus masuk ke rumah sakit seperti ini!” tuduh Gus Faris membuat Kaisar yang gentian membelalakkan matanya.


Syahla sendiri sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Gus Faris dan dengan cepat ia menampik tuduhan tersebut.


“Aku bahkan belum melayani suamiku dengan baik Gus Faris karena kami lebih mementingkan orang yang membutuhkan darah!” ucap Syahla dengan tegas.


“Haaah?! Jadi Syahla yang sudah mendonorkan darahnya untuk Sarah?” tanya Gus Faris sedikit terpekik.


“Ya!” balas Syahla yang langsung menarik tangan Kaisar. “Ayo mas kita langsung ke ruangan saja! Syahla butuh istirahat!” ajak Syahla.


“Oke sayang!” balas Kaisar yang langsung mendorong kursi roda istrinya menuju ke ruang rawat yang tidak jauh dengan dimana Sarah sedang dirawat.


“Apa Syahla sudah benar-benar melupakan perasaannya terhadapku dan mencintai Kaisar?” tanya Gus Faris bermonolog.


“Tidak mungkin! Tidak mungkin Syahla beralih secepat itu!”


Dengan gontai Gus Faris Kembali menuju ke tempatnya semula sambil memijat kepalanya yang sedikit terasa pusing. Tak lama kemudian Kaisar keluar dari ruangan Syahla dan mendekat ke arah Gus Faris.


Kemudian Kaisar menyodorkan botol air mineral ke arah Gus Faris dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


“Terima kasih!” ucap Gus Faris menerima pemberian dari Kaisar dan langsung meminumnya.


“Sama-sama! Aku hanya ingin kita berhubungan baik seperti dulu, Gus!” ucap Kaisar.


Dulu, Gus Faris dan juga Kaisar adalah sahabat karib yang selalu pergi kemana-mana berdua. Bahkan keduanya juga sering mewakili pesantren untuk mengikuti lomba.


Jika Kaisar mengikuti lomba tilawah, Gus Faris pasti mengikuti lomba pidato dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Arab. Mereka berdua juga sama-sama pulang dengan membawa kemenangan yang gemilang.


Sayangnya keputusan Kaisar untuk menjadi salah satu anggota genk motor membuat Gus Faris kecewa. Sejak saat itu hubungan keduanya jadi sangat renggang dan putus hubungan. Gus Faris memutuskan untuk tidak mengenal Kaisar sama sekali.


“Aku sadar jika aku sudah memilih jalan yang salah, Gus!” tutur Kaisar lagi membuat Gus Faris menghela nafasnya panjang.


“Lalu apa kau sekarang sadar, sudah merebut calon istriku Afkara?” tanya Gus Faris dengan suara yang sedikit tercekat.


“Aku tidak merebutnya, Gus! Aku meminangnya saat statusnya sudah bebas dan bukan pinanganmu lagi!” jawab Kaisar mempertegas.


🍄🍄🍄


Mampir dulu yuk ke karya bestie aku

__ADS_1



__ADS_2