
Selepas acara akad nikah, Syahla pun di arahkan untuk kembali ke kamarnya guna mengganti kostum yang akan digunakan saat resepsi pernikahan. Ia pun langsung didampingi Qiara untuk kembali ke kamarnya.
"MUAnya masih makan di bawah, kak! Tunggu sebentar yaa!" tutur Qiara.
"Okey. oh iya bisa tolong ambilkan minuman hangat gak dek?" tanya Syahla. "Kakak lupa tadi mau ambil sekalian!"
"Siap Tuan Putri. Ya udah aku ke bawah dulu ya!" Qiara pun langsung keluar dari kamar Syahla.
Sedangkan Syahla kini mencoba melepaskan jilbabnya yang penuh dengan jarum pentul. Kemudian ia menuju ke tempat tidurnya untuk mengambil gaun yang sudah di siapkan.
Namun Syahla sedikit kesulitan saat hendak melepaskan resliiting gaun yang saat ia kenakan. Bahkan saking sulitnya, Syahla sampai tidak menyadari jika Kaisar kini sudah berada di dalam kamar bersama dengannya.
Kaisar menelan ludahnya kasar saat melihat keindahan rambut Syahla yang tergerak panjang. Perlahan ia mendekati Syahla dan membantu Syahla membuka resliiting gaunnya.
Syahla pun menghela nafasnya panjang saat resliiting gaunnya berhasil terbuka..
"Alhamdulillaah terbuka juga gaunnya. makasih banyak ya Qiara!" ucap Syahla yang mengira jika Qiaralah yang membantunya membuka resliiting.
Namun, saat Syahla berbalik ia langsung terkejut melihat bukan Qiara yang sedang berdiri di belakangnya, melainkan Kaisar.
"Masya Allaah, Ma-mas Kaisar!" ucap Syahla sedikt tergagap.
"Kok Mas Kaisar di sini?"
Pertanyaan Syahla pun membuat Kaisar tersenyum. "Emm, Mas kan juga harus ganti baju!" jawab Kaisar yang tidak lepas memandang Syahla.
"Loh, baju mas Kaisar kan udah disiapin di kamar Syauqi!"
"Iya sih, tapi kalo Mas Kaisar ganti baju di sini gak papa kan?"
__ADS_1
Blush! Pertanyaan Kaisar kali ini membuat wajah Syahla merona seketika.
"Haaaaah!" Bulu kuduk Syahla seketika meremang mendengarkan ucapan Kaisar barusan.
Perlahan Syahla bergerak mundur menjauh dari Kaisar. Melihat Syahla yang masih sangat gugup berdekatan dengannya, Kaisar pun tidak tega untuk terus menggoda istrinya.
"Ya udah deh! Mas balik ke kamar Syauqi aja! Gak tega lihat bidadari secantik kamu nanti malah pingsan di depan Mas!" tutur Kaisar yang langsung berbalik meninggalkan Syahla.
Sepeninggalan Kaisar membuat Syahla bisa bernafas lega. Ia pun cepat-cepat mengunci pintu kamarnya dan segera mengganti gaunnya.
Tak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk dari luar oleh Qiara. Syahla pun membuka kan pintu kamarnya dan tampak Qiara sudah membawakan pesanan yang dimintanya dan kali ini ia datang dengan MUA yang siap untuk merias Syahla untuk acara resepsi di gedung.
Saat Syahla tengah di rias di kamarnya, Kaisar pun diam-diam mengamatinya sambil berdiri di depan pintu kamar Syahla. Kemudian ia mengambil foto Syahla dari belakang yang kini tengah dipakaikan jilbab oleh MUA.
💌 Kaisar
Baru ngeliat istriku dari belakang aja kelihatan cantik banget. Apalagi kalau dari depan ya?
💌 Syahla
Massaaaa'? 🤔
Balasan singkat dari Syahla kali ini justru membuat Kaisar senam-senyum sendiri membacanya.
💌 Kaisar
Istri mas udah pinter ngebanyol nih yaa. By the way mas kan belum cium kamu. Sini mas cium dari jauh! Emuah! 😘😘😘
Pesan dari Kaisar kini membuat Syahla tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya yang tampak jelas terlihat oleh Kaisar dari pantulan cermin di kamarnya.
Tak lama kemudian MUA sudah siap memakaikan jilbab Syahla, dan kini ia sudah siap untuk berangkat menuju gedung pernikahan yang sudah di sewa untuk acara resepsinya.
__ADS_1
Melihat hal tersebut, Kaisar pun langsung masuk ke dalam kamar Syahla dan mengulurkan tangannya ke arah Syahla untuk membantunya berdiri.
"Gak usah kayak gituh, Mas. Maluuu!" tutur Syahla.
"Ngapan juga malu? Kita kan udah sah jadi suami istri. Apa perlu Mas gendong ala princess di televisi?" tawar Kaisar yang langsung dijawab Syahla dengan gelengan kepalanya.
"Gak perlu!" balas Syahla yang kemudian menerima uluran tangan Kaisar.
Cup! Dengan mesra Kaisar mengecup punggung tangan Syahla membuat Syahla terhenyak sampai membeliak kan matanya.
Plak! Tangan Syahla memukul lengan Kaisar dengan pelan "Mas Kaisar!" gerutu Syahla dengan nada yang manja.
For the first time, Syahla benar-benar merasa sangat berbunga-bunga ketika berada di dekat Kaisar.
Bahkan jauh di dalam relung hati Syahla yang paling dalam, ia sangat bersyukur bisa merasakan indahnya jatuh cinta dengan suaminya sendiri yang tentunya sudah halal untuknya.
"Jangan gugup, Mas kan udah halal buat Syahla!" tutur Kaisar sambil menoel hidung Syahla.
Syahla pun tersenyum sambil tersipu malu. Mereka pun kemudian keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
Kemesraan keduanya yang masih terlihat begitu kaku menjadi tontonan keluarga besar mereka berdua yang tak luput memandangi keduanya yang berjalan berdampingan.
Hampir semuanya yang melihat mereka berdua pasti menilai jika keduanya adalah pasangan yang sangat serasi. Yang laki-laki terlihat begitu tampan, dan yang perempuan tampak sangat anggun dan cantik.
💞💞💞
Mohon dukungannya untuk Author dengan cara tinggalkan jejak kalian dengan like, comment, vote, dan juga rate bintang 5 karena itu berharga buat Author biar makin semangat update.
Nantikan yu kemesraan Kaisar dengan Syahla sebagai pengantin baru. Sambil menunggu kelanjutannya, jangan lupa mampir ke novel bestie aku ya.
__ADS_1