Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Terngiang ngiang


__ADS_3


“Astaghfirullah, Ning Fara!” teriakan Sarah kali ini bersamaan dengan suara jatuhnya pot dari balkon samping.


Brakkk!


Suara tersebut membuat Gus Faris cepat-cepat masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat, sedangkan Sarah dan Ning Fara langsung merapat ke pembatas balkon untuk melihat ke bawah.


“Faraaa!” panggil ibuya dari bawah. “Siapa yang jatuhin pot dari atas? Untung aja tadi gak kena kepala ibu!”


“Dari kamar Mas Faris bu!” balas Ning Fara. “Kan di depan kamar Fara gak ada pot bunga!”


Tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar Faris yang terbuka dari dalam dan ikut melongok ke bawah.


“Ada apa bu?” tanya Gus Faris pura-pura. “Waaah, potnya jatuh yaa? Gak kena kepala ibu kan?”


“Alhamdulillaah enggak. Padahal gak ada angin loh, tapi kok bisa jatuh yaa?” Balas ibu Faris dari bawah.


“Kesenggol tangan jin mungkin buu!” balas Ning Fara.


“Enak aja tangan jin! Emang kamu pikir di balkon mas ada penunggunya!” balas Faris tidak terima.


“Udah, udah. Gak usah diperpanjang. Ibu masuk ke dalam dulu!” lerai bu Badrun yang langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam.

__ADS_1


Sedangkan Gus Faris, Ning Fara, dan juga Sarah masih ada di batas balkon kamar mereka.


“Mas Faris beneran tadi gak ada di balkon dan nguping obrolan Fara sama Sarah?” tembak Ning Fara.


“Diiih, kurang kerjaan banget. Ya enggak lah!” balas Faris sambil berbalik masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya sedikit kencang.


“Gus Faris marah deh kayaknya sama tuduhan kamu tadi, Ning Fara!” ucap Sarah merasa tidak enak.


“Biarin aja, besok juga udah baikan! Yuk kita lanjut lagi belajar sama ngobrolnya!” ajak Ning Fara.


Mereka berdua pun akhirnya kembali ke tempat duduk dan melanjutkan aktivitas mereka yang sempat terhenti. Sedangkan Gus Faris kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur menghadap ke langit-langit kamarnya.


“Sepertinya Sarah memang Wanita yang sudah disiapkan Allah untuk menjadi jodohku.” Gumamnya pelan.


“Jika Syahla dan Afkara saja bisa Bahagia, kenapa aku tidak?”


Gus Faris kemudian terkekeh pelan saat mengingat obrolan Ning Fara dan Sarah tadi. “Mereka berdua itu sangat lucu! Bisa-bisanya mau bikin hidup Sarah dengan judul yang sangat indehoy!”


“ISTRI 53K51 MILIK GUS FARIS!” Gus Faris mengulang judul novel yang dibuat Ning Fara tadi.


“Astaghfirullaah, kenapa jadi ngebayangin yang enggak-enggak sih!” gumam Gus Faris yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan kemudian berwudhu.


Selepas itu Gus Faris memutuskan untuk keluar dari kamarnya agar tidak terus terbayang-bayang dengan percakapan Sarah dengan adiknya tadi.

__ADS_1


“Kamu belum tidur?” tanya Kyai Badrun.


“Belum, yah! Ada yang ingin Faris tanyakan nih Yah!”


“Tentang apa?”


“Persiapan pernikahan Faris sama Sarah sudah berapa persen?”


Pertanyaan Gus Faris kali ini membuat Kyai Badrun menyunggingkan senyumannya.


“Alhamdulillah, sepertinya kamu sudah bisa move on ya! Insya Allah sudah tujuh lima persen. Ada apa? Kamu sudah tidak sabar yaa?” tebak Kyai Badrun.


Gus Faris hanya diam tidak menjawab sambil tersenyum.


“Intinya selepas tes kenaikan kelas selesai, Kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri!” ucap Kyai Badrun membuat Gus Faris merasa lega.


“Alhamdulillaah, terima kasih banyak ya ayah. Kalau gitu Faris masuk ke kamar dulu. Selamat istirahat. Assalamu’alaikum!” ucap Gus Faris kembali ke kamarnya.


“Wa’alaikum salam!”


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2