
Mata Kaisar langsung membulat sempurna. Seketika semangatnya yang tadi hilang, kini langsung datang menghampirinya. Kaisar langsung merebut ponsel milik Syahla dan membaca surat tugas yang dikirim ke email istrinya.
Kali ini Kaisar tidak mau berkomentar lagi. Ia pun langsung meletakkan ponsel milik Syahla dan mengangkat tubuh istrinya ala bridal style.
“Eh, Mas Kaisar!” pekik Syahla saat Kaisar sudah mengangkat tubuhnya.
“Kita tidak boleh menyia-nyiakan malam ini sayang!” ucap Kaisar. “Mas Kaisar mau syukuran sekaligus pemanasan buat bulan madu kita di Bali!”
Syahla langsung memukul dada suaminya pelan, “Itu bukan bulan madu sayang, kita pergi buat kerja!” protes Syahla. Padahal tadinya ia sendiri yang lebih dulu punya pemikiran seperti itu.
“Gak papa cinta. Sama aja pokoknya!” ucap Kaisar yang sudah sangat tidak sabar untuk memadu kasih dengan istrinya.
Kini mereka berdua sudah berada di atas tempat tidur dengan posisi Syahla di bawah Kaisar. Jangan ditanya lagi bagaimana jantung Syahla yang berdebar-debar tidak karuan, terlebih saat Kaisar terus saja menatapnya tanpa berpaling sedikit pun darinya.
“I do love you cantik!” ucap Kaisar membuat Syahla hanya bisa mengulum senyumnya.
Telunjuk Kaisar perlahan mengabsen wajah Syahla membuat Syahla memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya yang bagian bawah. Kini ibu jari Kaisar ikut mengusap bibir istrinya dan melepaskannya dari gigitan kecil Syahla.
“Biar mas aja yang gigit mesra bibirnya, sayang!” ucap Kaisar yang langsung mendaratkan ciumannya di bibir Syahla dengan sangat mesra. Perlahan tapi pasti, Kaisar memagut bibir istrinya dan tentunya membuat gelenyar dalam tubuhnya.
Syahla pun mulai membalas pagutan Kaisar sambil melingkarkan tangannya ke leher Kaisar. Sedangkan tangan Kaisar diam-diam sudah melepaskan kancing terakhir piyama Syahla yang kemudian melepaskannya tanpa melepaskan pagutan mereka berdua.
Tangan nakal Kaisar dengan cepat langsung membuka pengait br4 milik Syahla hingga tubuh istrinya bagian atas kini sudah tidak tertutup dengan sehelai benang pun. Kaisar melepaskan pagutannya dan memandangi keindahan tubuh istrinya sampai membuat Syahla menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi dadanya.
“Jangan dilihatin gituh dong Maaaas!” rengek Syahla malu.
“Halal kok!” balas Kaisar sambil melepaskan kaosnya.
“Jangankan dilihatin, dinikmatin juga boleh banget. Iya kan sayang?” tanya Kaisar membuat wajah Syahla semakin merona seperti kepiting rebus.
Kaisar langsung menyingkirkan kedua tangan Syahla yang menutupi pemandangannya dan langsung menguncinya dengan kedua tangannya.
“Tell me about something, baby! Who has this squishy?” tanya Kaisar sambil mulai mengecup ujung titik sensitive milik Syahla.
__ADS_1
“Ssshhh! It’s mine!” jawab Syahla sambil menahan suaranya.
“No! This is not yours but mine!” balas Kaisar yang langsung menikmati squishy Syahla yang saat ini menjadi mainan favoritnya.
Kali ini Syahla sudah tidak bisa lagi menahan suaranya. Mulut nakal Kaisar benar benar membuat Syahla bagai tersetrum listrik tegangan tinggi. Apalagi Syahla tidak dapat berbuat apa – apa karena tangannya masih terkunci dengan tangan Kaisar.
Perlahan Kaisar melepaskan tangannya yang sedari tadi mengunci tangan Syahla. Kemudian ia mengarahkan untuk membuka celana yang masih dikenakan oleh Syahla.
Saat tangannya sudah bebas, Syahla bukannya menghalau kepala Kaisar, namun ia justru mengusapnya pelan dan sedikit menekannya membuat Kaisar seperti tengah memenangkan sebuah lotre.
Kini keduanya sama sama mabuk kepayang sampai akhirnya mereka tiba di penyatuan mereka. Meskipun ini sudah ke sekian kalinya untuk mereka, tetap saja milik Kaisar masih sangat sulit untuk memasuki milik Syahla sampai Syahla harus menahan rasa sakit.
Namun seperti kata orang pada umumnya, sakitnya hanya sebentar saja karena setelah itu langsung berganti dengan rasa nikmat yang tiada tara.
💞💞💞
Di sisi lain, Sarah yang kini tengah menonton televisi di ruang keluarga pun tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Gus Faris bersama dengan Ning Fara. Kebetulan saat ini Sarah sedang sendiri di rumah karena kedua orang tuanya sedang menghadiri undangan pengajian.
Jika kemarin saat mereka berdua datang, Sarah masih biasa saja. Entah kenapa kali ini rasanya berbeda selepas Kyai Badrun membahas tentang perjodohannya dengan Gus Faris.
“Udah banyak ketinggalan pelajaran kok malah masih nonton TV aja!” celetuk Gus Faris yang kini sudah dipersilahkan duduk di sofa ruang tamu.
“Maaf ya Sarah, jadi ganggu waktu istirahat kamu!” tukas Ning Fara. “Mas Faris nih ngajakin aku kesini karena mau ada yang ditanyain sama kamu!”
“Oh, emang mau nanya apa Gus?” tanya Sarah.
Gus Faris langsung melongo dibuatnya. Sarah benar-benar sangat datar saat berbicara dengannya. Seperti tidak ada perasaan takut dan semacamnya.
“Kamu serius mau saya nikahi?” tanya Gus Faris secara blak-blakan.
“Serius lah Gus! Buat apa nikah cuma buat mainan?” balas Sarah membuat Gus Faris makin terkejut mendengarnya.
‘Gila ni bocah! Mantep amat jawabnya. Dia nih sebenernya paham gak sih nikah itu apa!’ gumam Gus Faris dalam hati.
“Jadi kamu udah siap jadi istri saya?” tanya Gus Faris lagi.
__ADS_1
“Lah, Namanya juga nikah Gus! Kalo perempuan pasti jadinya itu istri. Nah kalo laki-laki baru jadinya suami!” jawab Sarah.
“Gus Faris nih kasih pertanyaan macem apa sih? Anak SD juga pasti ngerti jawabannya kali Gus!” lanjut Sarah.
“Iya, Mas Faris nih nanyanya aneh banget sih. Kalo Cuma mau nanya kayak gituh, mendingan tadi lewat whatsapp atau via telfon. Malu-maluin Fara aja!” timpal Fara sambil menggerutu.
‘Duh! Kenapa malah jadi kayak gini sih? Trus aku harus nanya apa lagi ya?’ batin Gus Faris.
Melihat Gus Faris yang tampak kebingungan, membuat Sarah faham dan menyimpulkan sesuatu.
“Oh, wajar aja Ning Fara. Gus Faris pasti masih linglung yaa makanya nanya kayak gituh?” celetuk Sarah.
“Haah?! Kamu nih ngomongin apaan sih. Mana ada saya masih linglung!” sanggah Gus Faris tidak terima. “Kalian berdua tuh yang sama sekali gak paham dengan pertanyaan saya!” ucap Gus Faris membuat Sarah dan Ning Fara langsung saling melemparkan pandangan mereka berdua.
“Udah Sarah, mendingan gak usah ditanggepin. Ntar tanduk setannya malah keluar jadi berabe kita!” bisik Ning Fara.
“Iya, iya bener banget Ning Fara!”
“Yaudah pertanyaan terakhir!” ucap Gus Faris sambil mengatur nafasnya.
“Eh, udah pertanyaan terakhir aja! Tunggu dulu Gus, biar Sarah bikini minum dulu. Mau minum kopi apa teh?” tanya Sarah.
“Gak usah!” “Teh!” Gus Faris menjawab dengan jawaban yang berbeda.
“Oke deh, Sarah bikini kopi ya Gus. Dijamin deh kopi buatan Sarah bikin Gus Faris melek sempurna dan gak linglung lagi!” ucap Sarah sambil meninggalkan ruang tamu.
“Enak aja ngomongin saya linglung!” gerutu Gus Faris yang tampak kesal.
“Udah, Gak usah marah deh mas! Toh kenyataannya juga kayak gitu!” timpal Ning Fara.
Gus Faris pun akhirnya memilih diam dan tidak menimpali. Tak lama kemudian, Sarah pun keluar dari dapur dengan membawa nampan yang berisikan secangkir kopi, teh dan juga kudapan.
“Silahkan, Gus Faris, Ning Fara! Sambil menikmati, sambil lanjutin lagi ngobrolnya.
💞💞💞
__ADS_1
Naah, kira-kira gimana nih watak Sarah menurut kalian? Emang beda sama Syahla, tapi tetep cocok kok kalo disandingkan dengan Gus Faris.