
“Akang ini kenapa sih? Kayak lagi dikejar setan aja?” tanya Sarah sambil mengerutkan dahinya dan meletakkan sisirnya.
Gus Faris berbalik memandangi istrinya yang ternyata kecantikannya benar-benar di luar dugaannya. Sarah terlihat sangat cantik Ketika tidak mengenakan hijabnya. Bahkan Gus Faris sambil menaik turunkan jakunnya melihat kecantikan Sarah.
“Akang kok malah melamun?” tanya Sarah lagi yang seketika membuyarkan lamunan Gus Faris.
“Eh, itu, emm, anu, akang ma uke kamar mandi dulu!” ucap Gus Faris sedikit tergagap.
“Oh, akang kebelet ya? Itu …” Sarah menunjuk pintu yang ada di sebelah kiri Gus Faris. “Pintu toiletnya ada di sana!”
Gus Faris pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke toilet dan segera menutup pintunya, kemudian bersandar di sana. Perlahan ia mengatur nafasnya yang sudah tidak karuan.
“Tenang Faris! Calm down!” gumamnya pelan.
“Inhale …” “Exhale …”
Gus Faris menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan sambil tangannya tergerak membuka kancing bajunya satu persatu.
Setelah nafasnya sudah mulai tenang, Gus Faris langsung membersihkan tubuhnya di bawah guyuran shower. Tidak perlu menunggu waktu lama untuk membersihkan badannya.
Lima menit kemudian, Gus Faris sudah selesai mandi dan segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk.
“Kali ini aku ingin membuat Sarah terpesona denganku!” gumam Gus Faris yang sengaja melilitkan handuk di pinggangnya dan keluar dari kamar mandi sambil memperlihatkan tubuh atletisnya.
Dengan penuh percaya diri, Gus Faris langsung melangkahkan kakinya dengan mantap. Sayangnya, Sarah ternyata sudah terlelap di atas tempat tidur.
“Huuuh!” Gus Faris membuang nafasnya kasar. “Jangan mudah menyerah, Faris!” ucapnya bermonolog untuk menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Gus Faris pun langsung mendekat ke tepi tempat tidur Sarah dan duduk di sampingnya. Perlahan tangannya terulur untuk mengabsen wajah cantik Sarah yang kini tengah memejamkan matanya.
“Bidadari Akang benar-benar sangat cantik!” puji Gus Faris dan kini jemarinya berhenti di bibir Sarah.
“Bahkan bibirnya yang ranum juga terasa sangat manis!” lanjutnya lagi.
“Maafin akang ya harus ganggu Sarah saat lelah seperti ini. Akang hanya udah dirundung rasa penasaran yang begitu dalam untuk bisa menikmati tubuh istri, akang!” bisik Gus Faris.
Belum ada respon sama sekali dari Sarah dan hal ini membuat Gus Faris semakin gemas melihatnya. Ia pun langsung mendaratkan ciumannya tepat di bibir Sarah dan menyesapnya dalam-dalam.
Tidak hanya itu, tangan Gus Faris pun juga mulai berani mengabsen leher jenjang Sarah dan terus bergerak turun ke bawah dan berhenti tepat di dada Sarah yang terasa begitu penuh di telapak tangan Gus Faris.
Tak lama kemudian terdengar suara d354h4n Sarah yang tertahan membuat Gus Faris semakin bersemangat untuk mengeksplor dada Sarah dengan telapak tangannya.
Sedangkan Sarah sendiri yang sudah meremang sejak tangan Gus Faris bermain di dadanya pun perlahan membuka matanya tepat saat Gus Faris melepaskan ciumannya.
“Ak-Akang!” suara serak Sarah terdengar begitu menggoda di telinga Gus Faris dan membuat Gus Faris semakin berani mengeksplor milik istrinya yang kini mulai tidak muat untuk di tangkup oleh telapak tangannya.
“Akaaang, aaah!”
“Iya, cintaa! Akang boleh cium yang akang pegang ini gak?” tanya Gus Faris yang sudah memainkan ujung titik sensitive milik istrinya.
Sarah pun hanya bisa berdehem sambil menganggukkan kepalanya. Bagaikan mendapatkan durian runtuh, Gus Faris pun langsung melepaskan semua yang di kenakan Sarah dan mendaratkan bibirnya di tempat yang sudah sangat ingin ia cicipi.
Ternyata Gus Faris bukan mencium seperti apa yang ia katakan tadi, melainkan justru menyesapnya kuat-kuat seperti bayi dan membuat Sarah pertama kalinya merasakan kesetrum yang bikin ia ketagihan.
Kini tangan Sarah mulai tergerak mengusap kepala suaminya dan sedikit menekan ke dadanya membuat Gus Faris semakin bersemangat. Keduanya benar-benar saling menikmati malam pertama mereka sampai keduanya sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.
“Mungkin untuk yang pertama kalinya akan terasa begitu sakit. Tapi selanjutnya rasa itu akan segera sirna.” Ucapan Gus Faris kali ini membuat Sarah menganggukkan kepala dan siap untuk melakukan penyatuan.
__ADS_1
Namun saat penyatuan mereka mulai terjadi, Sarah tampak menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit. Dan benar saja dengan apa yang dikatakan oleh Gus Faris. Hanya sebentar saja dan kini rasa sakit itu berganti dengan kenikmatan tiada tara.
Akhirnya Gus Faris bisa mengobati rasa penasaran dan keinginannya selama ini. Bahkan rasa tersebut kini berubah menjadi rasa ketagihan yang membuat Gus Faris meminta untuk yang kedua kalinya selepas pelepasan pertama mereka.
“Bersiaplah untuk putaran kedua, cantik!” ucap Gus Faris memberi aba-aba.
“Tapi, akang –”
“Kali ini tidak akan sesakit yang tadi, bahkan akan terasa semakin nikmat, sayang!” rayu Gus Faris.
“Terima kasih banyak yaa udah berhasil membuat akang mabuk kepayang!” lanjut Gus Faris yang mulai kembali mengawali permainannya.
Kali ini Gus Faris mulai meninggalkan jejak kepemilikan mulai dari leher, dada, dan berakhir di perut istrinya. Jangan ditanya bagaimana Sarah menanggapi permainan nakal dari Gus Faris kali ini.
Rasa nikmat itu membuat Sarah hanya bisa pasrah dan mengiringi permainan Gus Faris.
Malam panjang ini pun akhirnya berakhir saat jam dinding di kamar Sarah berdentung sebanyak 3 kali. Mereka berdua pun sama-sama terlelap di dalam selimut selepas ronde yang ketiga dengan saling memeluk.
Kini, bukan hanya Syahla dan Kaisar saja yang bahagia. Gus Faris dan juga Sarah pun merasakan kebahagiaan yang sama.
💞💞💞
Terima kasih banyak buat teman-teman yang udah setia mampir di sini. Yuk mampir ke novel author yang lainnya. Dijamin ceritanya juga gak kalah seru loh.
Love you all.
__ADS_1