Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Jadi Petaka Besar


__ADS_3


Sedangkan di Pos Satpam Rumah Sakit, Ruki yang masih ditahan terus saja menceracau tidak jelas. Ia terus saja mengoceh jika Kaisar adalah lelaki pujaan hatinya yang tidak boleh dimiliki oleh orang lain.


Tidak hanya itu, Ruki juga merasa jika ia adalah satu-satunya Wanita yang pantas untuk mendampingi Kaisar. Sayangnya celotehan panjang Ruki sama sekali tidak digubris oleh Satpam Rumah Sakit.


Sampai akhirnya mobil tahanan polisi datang untuk menjemput Ruki dan membawanya ke kantor polisi. Ruki terus saja meronta-ronta agar bisa terlepas dan melarikan diri.


Sikap brutal Ruki kali ini membuat Polisi dan Satpam kewalahan membawanya ke mobil. Sampai akhirnya Ruki bisa terlepas dan langsung berlari sekencang-kencangnya dari polisi.


Namun saat Ruki melarikan diri, ia justru bertemu dengan kemalangannya. Sebuah mobil pick up yang tengah membawa hewan ternak tiba-tiba melintas dan menabrak Ruki sampai tubuhnya terpental sejauh 2 meter ke tengah jalan.


Brak!


Setelah terpental, Ruki justru langsung tertabrak oleh truk besar yang kemudian melindas kedua kaki Ruki. Untung saja polisi langsung meniup peluit panjang agar truk tersebut bisa berhenti.


Kini posisi Ruki berada di bawah kolong truk dengan keadaan yang cukup mengenaskan. Satpam pun langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk segera membantu memindahkan Ruki dari kolong truk.


Kini kemacetan panjang mulai terjadi dari depan rumah sakit sampai sekitar beberapa ratus meter ke belakang. Proses evakuasi Ruki pun berjalan dengan lancar.


Denyut nadinya masih berdetak saat tim medis membawanya menuju rumah sakit. Namun kaki Ruki sudah remuk tak berbentuk lagi. Untuk menyelamatkan nyawa Ruki, akhirnya pihak rumah sakit langsung membuat keputusan untuk mengadakan operasi.

__ADS_1


“Dia masih bisa bertahan dengan keadaan kaki yang sudah remuk seperti ini. Mau tidak mau kita harus segera memberi tindakan!” ucap Dokter Qiara.


“Siapkan ruang operasi sekarang juga! Dan yang lainnya tetap berusaha untuk memberikan pertolong pertama untuk korban ini!” titah Dokter Qiara.


“Biayanya bagaimana dokter?” tanya suster rumah sakit.


“Bisa dibicarakan nanti. Rumah Sakit ini sedang berada dalam program pelayanan sigap. Jadi jangan buang-buang waktu.”


Akhirnya pun semua bergerak sesuai dengan perintah dokter Qiara. Sedangkan Kaisar yang baru saja mendengar tentang kecelakaan Ruki di depan Rumah Sakit pun langsung turun untuk menemuinya.


Sayangnya saat Kaisar sampai di ruang Gawat Darurat, tiba-tiba Ruki yang tadinya sudah tidak sadarkan diri pun membuka matanya. Pandangannya langsung tertuju ke arah Kaisar yang berdiri di sampingnya.


“A-aku tahu, Kau pas-ti meng-kha-wa-tir-kan a-aku!” ucap Ruki terbata-bata.


Setelah menyebutkan nama panjang Kaisar dengan sangat jelas, perlahan Ruki memejamkan matanya dan kembali tidak sadarkan diri.


Perlahan-lahan denyut nadinya mulai melemah dan kemudian hilang tidak berdenyut lagi. Alat rumah sakit yang tertempel di tubuhnya juga sudah berbunyi panjang menandakan Ruki sudah tidak bernyawa lagi.


Kini para tim medis langsung memandang ke arah Kaisar dengan pandangan sejuta pertanyaan. Namun Kaisar hanya diam saja dan kemudian berbalik meninggalkan ruang Gawat Darurat untuk memanggil Dokter Qiara dan memastikan keadaan Ruki.


“Ternyata korban sudah tidak bisa bertahan lagi. Dia juga sudah mengeluarkan banyak darah. Kalau begitu segera hubungi saja keluarganya!” ucap Dokter Qiara.

__ADS_1


“Aku mengenal kakak laki-lakinya! Kalian bisa menghubungi kakaknya yang bernama Reno! Jika dia datang nanti, dia boleh kalian perintahkan untuk menemuiku di ruangan!” titah Kaisar sambil memberikan nomor ponsel Reno.


“Baik Pak Kaisar. Kami akan menjalani perintah bapak dengan baik!” ucap salah satu perawat.


Sedangkan Syahla yang baru bisa merapat di pintu Ruang Gawat Darurat hanya bisa mengusap dadanya pelan.


“Inna lillahi, ini benar-benar sangat mengejutkan. Secepat ini dia pergi!” gumam Syahla yang tampak begitu miris melihat keadaan Ruki.


“Memang sudah digariskan seperti itu, sayang! Yang jelas ini bukan karena Allah yang memberikan takdirnya seperti ini!” timpal Kaisar yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Kaisar.


“Allah tidak akan mengubah suatu kaum, melainkan kaum itu yang merubahnya sendiri. Dan ini berlaku untuknya. Jika dia tidak melarikan diri, tidak mungkin akan terjadi seperti ini!” jelas Kaisar.


“Benar Mas!” balas Syahla.


“Ya udah, kembali ke ruangan yuk untuk kembali mempersiapkan berkas untuk di Bali!” ajak Kaisar dan mereka berdua pun berjalan beriringan meninggalkan Ruang Gawat Darurat.


 ☘️☘️☘️


Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku


__ADS_1


 


__ADS_2