Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Overhear


__ADS_3


Malam ini, Sarah menginap di rumah Ning Fara. Selain untuk belajar bersama, Sarah ingin meluahkan semua isi hatinya terhadap sahabatnya ini. Akhirnya mereka berdua pun sepakat untuk mengobrol di balkon rumah sambil menikmati angin malam.


“Calon kakak ipar!” panggil Ning Fara kepada Sarah yang masih berkutat dengan buku dan juga pulpennya.


Panggilan Ning Fara barusan membuat Sarah langsung menatap ke arah sahabatnya dan meletakkan pulpennya.


“Kayaknya aku gak bakal ama deh jadi kakak ipar kamu, Ning Fara!” gumam Sarah dengan nafasnya yang terdengar sangat berat.


“Entah kenapa aku ngerasa pernikahan aku sama Gus Faris gak akan berlangsung lama!”


“Loh! Kok kamu bisa ngomong gituh sih?!” tanya Ning Fara dengan nada tidak suka.


“Gus Faris bakal susah move on dari Kak Syahla. Dan aku sama sekali tidak bisa disamakan dengan Kak Syahla.”

__ADS_1


“Tunggu dulu deh. Apa yang bikin kamu punya anggapan kayak ini?”


Pertanyaan Ning Fara kali ini langsung dibalas dengan cerita Sarah dimana Gus Faris tidak mau mengakui jika sebentar lagi mereka berdua menikah di depan Ustadzah Nila. Kali ini Ning Fara mulai tahu apa masalah yang tengah dihadapi sahabatnya.


“Ustadzah Nila memang dari dulu suka sama Mas Faris. Tapi dia kan gak mungkin bisa menikah sama Abang aku! Orang tua aku juga kayaknya gak akan setuju!”


“Tapi Gus Faris kayaknya suka loh sama Ustadzah Nila. Buktinya tadi dia sampai gak mau kalo Ustadzah Nila tau kalo kita berdua bakal menikah!”


“Sepertiinya bukan aku yang bikin Gus Faris move on dari Kak Syahla, tapi Ustadzah Nila. Apa mungkin aku mundur aja ya dari perjodohan ini biar nantinya gak jadi janda muda?” tanya Sarah kepada Ning Fara.


‘Aduh! Sepertinya Sarah salah sangka dengan sikap aku tadi. Aku tidak mau mengakuinya di depan Ustadzah Nila bukan karena enggan atau tidak bisa move on! Aku hanya tidak mau semuanya jadi gossip yang merebak luas di kalangan pesantren dan sekitarnya.’


Gus Faris mengusap wajahnya kasar dan kembali menuju ke balkon kamarnya untuk mendengarkan percakapan mereka berdua.


“Tapi aku gak mau punya kakak ipar kayak Ustadzah Nila. Pasti gak asyik banget deh!” gumam Ning Fara menanggapi cerita Sarah.

__ADS_1


“Yah mau gimana lagi, dari pada nantinya hidup aku jadi novel yang judulnya istri menderita. Kan kasihan yang baca nanti, jadi malah pada nangis Bombay!” celetuk Sarah.


“Tapi kalo saran aku, mendingan kamu berusaha dulu untuk mendapatkan cinta Mas Faris. Soalnya dari kemarin Mas Faris itu kepo terus tentang kamu, Sarah!”


“Malah menurut aku, Mas Faris udah mulai move on dari Kak Syahla dan mulai membuka hatinya buat kamu!”


Penjelasan Ning Fara kali ini membuat Sarah mengerutkan dahinya dan tampak tidak percaya. “Masa’ sih?!” tanya Sarah dengan nada tidak percaya.


“Serius deh, Sarah. Apa gini aja, kita buat dulu hidup kamu jadi judul novel dewasa. Biar yang baca nantinya gak pada sedih.”


Saran dari Ning Fara kali ini membuat Gus Faris semakin menajamkan pendengarannya. Ia terus saja merapat ke dinding balkon kamarnya agar percakapan mereka berdua terdengar dengan jelas.


“Emang apa dong judulnya?” tanya Sarah.


“Nanti isinya menceritakan gimana perjuangan kamu menggapai cinta Mas Faris. Jadi judulnya itu, ISTRI 53K51 MILIK GUS FARIS! Jadi kamu kalo udah nikah harus sering tampil se53k5i mungkin di depan Mas Faris!” jelas Ning Fara membuat Sarah langsung membeliakkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2