Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Sudah Membaik


__ADS_3


Sore harinya, keadaan Syahla sudah benar-benar pulih dan diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Sayangnya Kaisar masih menginginkan agar mereka kembali ke hotel karena ia masih tidak ingin diganggu kebersamaannya bersama Syahla.


“Kita pulang ke rumah Syahla dulu ya Mas!” pinta Syahla sedikit merengek. “Syahla biasanya dibuatkan kunyit asam sama ibu kalo lagi datang bulan gini!”


“Okey sayang! Mas kali ini harus mengalah demi kebaikan istri Mas tercinta!” tutur Kaisar membuat Syahla tersipu.


“Ck, bisa aja Mas Kaisar nih! Tapi makasih banyak ya sudah nurutin kemauan Syahla!”


“Sama-sama sayang! Yuk naik ke kursi roda, biar mas dorong ke lobby!”


Syahla pun tidak membantah dan langsung duduk manis di atas kursi roda. Kemudian ia memangging Kaisar untuk sedikit mendekat ke arahnya.


“Mas! Sini bentar deh, ada yang mau Syahla bisikin!”


Kaisar pun menundukkan tubuhnya ke arah Syahla dan Syahla langsung mendaratkan kecupan singkatnya di pipi Kaisar sebelah kiri.


Cup!


Kecupan pertama dari Syahla seketika membuat sengatan listrik yang langsung menjalar ke seluruh tubuh Kaisar. Bahkan sampai membuat Kaisar sedikit terpaku setelah mendapatkan kecupan dari Syahla.


Kaisar pun perlahan memutar kepalanya dan memandang ke arah istrinya. Senyum Kaisar terlukissempurna membuat Syahla langsung memalingkan wajahnya.


“Yuk kita pulang!” Ajak Syahla sambil mendorong tubuh Kaisar.


“Nanti dulu dong, sayang! Yang kanan belum dikecup ini!” rengek Kaisar manja.


Syahla pun perlahan bergerak mendekati pipi Kaisar. Sayangnya saat bibirnya hendak menyentuh pipi Kaisar, pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dan tampak Gus Faris berdiri di sana bersama dengan Ning Fara adik perempuannya.


“Astaghfirullaah! Maaf, maaf! Aku harusnya ketuk pintu dulu dan mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam!” tutur Gus Faris yang langsung berbalik dan menutup mata adik perempuannya agar tidak melihat kemesraan Kaisar dengan Syahla.


Sedangkan Syahla langsung menutupi wajahnya karena malu. “Jadi malu kan Maaas!”


“Biarin ajah, biar Gus Faris kepingin dan langsung cari perempuan untuk dinikahi. Jadi Gus Faris bisa cepat move on dari istriku ini!” timpal Kaisar.


Gus Faris pun kemudian mengucapkan salam sambil mengetuk pintu ruangan Syahla.


“Assalamu’alaikum!” ucap Gus Faris dan juga Ning Fara.

__ADS_1


“Wa’alaikumussalam!” jawab Kaisar dan Syahla bersamaan.


“Maaf ya Syahla, terlambat jenguk kamu!” tutur Gus Faris sambil memberikan parsel buah yang ia bawa.


“Gak papa kok Gus, lagi pula ini juga sudah mau pulang!” balas Syahla.


Ning Fara pun mendekati Syahla dan langsung menyalaminya. “Ummi sama Abah titip salam sama titip Jus Kunyit madu untuk Kak Syahla!”


“Wa’alaikumussalam, Alhamdulillaaah! Ini pasti enak banget. Sampaikan terima kasih buat abah sama ummi ya dek!” balas Syahla.


Gus Faris semakin perih hatinya melihat kedekatan adik kandungnya dengan Syahla. Perasaan bersalahnya semakin menjadi-jadi karena ia yang menyebabkan Fara tidak bisa memiliki Kakak perempuan sebaik Syahla.


“Ehm!” Gus Faris sengaja berdehem sambil mengalihkan pandangannya dari Syahla. “Buahnya juga bagus loh Syahla buat pemulihan tubuh kamu!”


“Oh, iya Gus Faris. Terima kasih banyak! Tapi saya memang lebih membutuhkan jus kunyit ini untuk mengurangi rasa nyeri!” balas Syahla.


“Nyeri apa? Kalo masih nyeri kenapa pulang sekarang, Syahla? Istirahat saja dulu di sini!” tutur Gus Faris yang tampak begitu khawatir membuat Kaisar menghela nafasnya panjang.


“Gak perlu terlalu khawatir seperti itu Gus Faris. Kan sudah ada suaminya di sini!” tutur Kaisar sambil membawa tas Syahla.


“Namanya datang bulan kan pasti sesekali merasakan nyeri dan itu hal yang sangat wajar kok!”


“Iya. Kenapa?” tanya Kaisar dengan kesal.


“Alhamdulillaah!” tutur Gus Faris kencang membuat semua mata yang ada di dalam ruangan tersebut memandang ke arah Gus Faris yang tampak aneh tersebut.


Ning Fara langsung mencubit pinggang abangnya dengan geram, “Kok malah alhamdulillah sih bang!” protes Ning Fara.


“Malu-maluin aja, ayo kita langsung jengukin Sarah! Lagi pula Kak Syahla harus cepat pulang dan istirahat di rumah!”


“Oke, oke! Maaf Syahla, tadi Mas Faris gak bermaksud macem-macem kok!” ucap Faris.


“Kalo begitu Mas pamit dulu ya. Semoga Syahla lekas sembuh dan membaik!”


Setelah berpamitan dengan Syahla, Gus Faris pun langsung menepuk bahu Kaisar.


“Aku pamit ya Afkara! Jaga Syahla dengan baik!”


“Insya Allaah Gus Faris!” balas Kaisar.

__ADS_1


Kemudian Gus Faris dan Ning Fara pun mengucapkan salam sambil keluar dari ruangan Syahla. Sedangkan Kaisar langsung mendorong kursi Syahla keluar ruangan dan menuju ke lift.


Sedangkan Gus Faris kini terduduk lemas di depan ruangan Sarah bersama Ning Fara karena kebetulan Sarah masih harus diperiksa oleh dokter.


“Gak boleh berlarut-larut sedih loh Mas! Mas harus bisa terima kenyataan kalau Kak Syahla itu bukan jodoh Mas Faris!”


“Sudah cukup lah mas bikin keluarga kita malu karena sikap konyol Mas Faris! Kita harus memperbaiki diri kita dan jangan sampai terjerumus ke hal yang buruk!” tutur Ning Fara mengingatkan abang kandungnya.


Gus Faris menghela nafasnya panjang. “Mas akan berusaha untuk menerima ini semua. Terima kasih karena sudah mengingatkan Mas ya dek!” tutur Kaisar.


“Sama-sama, Mas. Fara Cuma pingin Mas kembali menjadi panutan santri yang baik seperti dulu.”


“Insya Allah! Mas akan berusaha!”


***


Di Markas Genk Motor Belakang Pasar,


Motor milik Kaisar tengah dipersiapkan sebaik mungkin agar bisa digunakan Kaisar untuk menerima tantangan dari Reno dua malam lagi. Aldo, Noval dan lainnya benar-benar mengecek keadaan motor Kaisar secara rinci.


“Kita  harus mengadakan pesta perpisahan selepas balapan liar ini! Aku yakin Kaisar pasti memenangkan balapan ini!” ucap Aldo dengan penuh percaya diri.


“Tapi Kaisar tetap harus berlatih, bukan? Sedangkan dia masih menjadi pengantin baru yang tentunya sedang tidak bisa jauh dari istrinya sedikit pun!” timpal Noval.


Laura yang awalnya mengacuhkan teman-temannya dan masih saja belum menerima pernikahan Kaisar pun akhirnya ikut nimbrung. “Kita harus tetap meminta Kaisar untuk berlatih meski hanya satu kali!” tutur Laura.


“Susah, Laura! Jika kita paksa, Aku takut Kaisar justru melaporkan kita pada polisi!” balas Aldo.


“Bener banget itu! Lebih baik kita cari aman karena polisi terus saja berusaha untuk menangkap kita semua!” timpal Noval.


“Dasar pengecut kalian semua! Kenapa harus takut dengan polisi?! Aneh!” umpat Laura sambil menuju ke salah satu meja dan membuka lacinya.


Kemudian Laura mulai mengambil satu pil dan langsung meminumnya.


“Dua hari ini kamu boros banget Lau konsumsi obatnya!” tegur Aldo. “Jangan terlalu boros karena stocknya tinggal sedikit. Lagi pula kita belum ada uang untuk belanja obat-obat itu!”


“Iya bawel! Tenang aja, nanti aku akan belanja sedikit buat ganti stock yang kemarin!” balas Laura.


Ia pun langsung keluar dari markas dan pergi bersama motornya entah ke mana.

__ADS_1


__ADS_2