Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Menuju ke Puncak


__ADS_3


Tepat jam 10 pagi, Kaisar sudah tiba di Markas dengan diantar ojek online. Kedatangan Kaisar langsung disambut dengan suka cita oleh teman-temannya.


Kaisar sendiri mencoba bersikap biasa dengan teman-temannya seperti dulu sebelum kemalangan menimpanya. Sikap welcome Kaisar kali ini membuat Aldo dan yang lainnya merindukan kebersamaan mereka dahulu.


Begitu juga dengan Laura, ia sengaja terus mendekatkan dirinya dengan Kaisar. Namun seperti biasa, Kaisar selalu dingin dan menghindar dari Laura.


“Udah deh, Laura! Jangan terus dikejar!” ucap Fera memperingatkan Laura. “Semakin dikejar semakin lari loh!”


Laura menghela nafasnya panjang. “Okey, yang penting aku masih bisa memandangi ketampanan Kaisar sepuas-puasnya hari ini!” ucap Laura yang terus saja membidik Kaisar dengan kamera ponselnya.


Penampilan Kaisar hari ini memang tampak sangat fresh dengan kaos berwarna hitam yang dipadukan dengan celana jeans dengan sobekan kecil di lututnya. Satu lagi, topi yang biasa dikenakan Kaisar juga membuatnya terlihat semakin tampan.


“Aku mau mengecek motorku!” ucap Kaisar sambil meminta kunci motornya kepada Noval.


Noval pun langsung melemparkan kunci motornya ke arah Kaisar. “Udah enak banget Kai pokoknya! Coba aja!”


Kaisar pun menyalakan motor kesayangannya dan seketika muncul bayangan Syahla di depannya membuat Kaisar memejamkan matanya sambil menarik nafasnya dalam-dalam.


‘Maafkan aku, Syahla sayang! Aku harus berangkat lebih cepat dari jadwal yang aku perbincangkan denganmu! Aku berjanji akan segera pulang untukmu!’ gumam Kaisar dalam hati.


Motornya pun langsung ia kemudikan pelan menyusuri sepanjang jalanan pasar. Meski motor milik Kaisar adalah Motor Racing, tetapi Knalpotnya tidak begitu memekakkan telinga. Terlebih Kaisar mengendarainya pelan-pelan.


Setelah berkeliling untuk Test Ride, Kaisar pun langsung mengajak teman-temannya untuk segera menuju ke lokasi. Ponselnya sudah tertaut dengan polisi yang nantinya akan menangkapnya bersama dengan teman-temannya.


Mereka semua pun langsung setuju dan tanpa ada rasa curiga sedikit pun terhadap Kaisar. Kali ini Aldo dan Fera berada di paling depan, kemudian diikuti dengan Kaisar dan juga yang lainnya. Laura sendiri sengaja membawa motornya dan menempatkan dirinya di belakang Kaisar.


Saat di tengah perjalanan, Laura mencoba mendahului Kaisar dan sengaja menggelincirkan motornya di depan motor Kaisar sampai Kaisar cepat-cepat menginjak remnya secara mendadak.

__ADS_1


Bruk!


Laura terpental tidak jauh dari motornya. Semua teman-teman Laura langsung menepikan motornya untuk membantu Laura, begitu juga dengan Kaisar.


Laura yang melihat Kaisar menepikan motornya pun langsung melebarkan senyumannya. ‘Akhirnya kau memperhatikan aku, Kaisar!’ gumam Laura dalam hati.


Namun dari arah berlawanan, ada truk yang hendak melintas yang penuh dengan muatan kayu. Noval dan teman-teman yang lainnya pun langsung berteriak memanggil nama Laura.


“Awas, Lauraaaaa!”


Dengan cekatan Noval berlari ke arah Laura dan langsung menarik tangannya. Aksi heroic Noval kali ini justru membuat Laura sedikit kesal. Ia justru menahan tubuhnya agar terasa berat dan membuat Noval kesulitan menariknya sampai terdengar suara klakson truk panjang.


Betapa terkejutnya Laura melihat truk yang hampir saja menabrak mereka berdua. Laura pun langsung menghindari kecelakaan tersebut. Sayangnya Laura justru menarik Noval ke arah truk tersebut dan Bruk! Kecelakaan sudah tidak dapat terelakkan lagi.


Noval tertabrak sampai terlindas truk hingga darahnya tercecer kemana-mana bahkan sampai mengenai pakaian Laura. Sedangkan Laura sendiri hanya bisa berdiri terpaku saat truk tersebut melintas tepat di depannya dan menewaskan Noval di tempat.


Sedangkan Rudi yang sengaja merekam kejadian tersebut langsung gemetaran melihat kematian Noval yang sangat tragis. Fera sendiri langsung menangis histeris, begitu juga teman yang lainnya yang sangat miris melihat kepala Noval yang pecah.


“Dasar Laura pembunuh!” Umpat Aldo dengan mata yang sudah berkaca-kaca. “Dia datang untuk menyelamatkanmu! Tapi kenapa kau justru mendorongnya ke arah truk?!” gertak Aldo yang sudah mulai kalap.


Lalu lintas pun langsung terhambat dan menyebabkan kemacetan panjang. Yang melihat kejadian tak kalah mirisnya dengan teman-teman Noval. Sedangkan Kaisar hanya bisa diam terpaku tidak tahu harus bicara apa. Semuanya benar-benar di luar rencana awal.


Aldo yang sudah kalap langsung meninju wajah Laura sampai berdarah. Namun Fera langsung menarik pacarnya agar tidak memperkeruh keadaan. Melihat hal ini, Kaisar dengan cekatan memanggil ambulance dan juga menghubungi polisi. Sayangnya karena lalu lintas macet parah, polisi dan tim ambulance datang terlambat ke lokasi kejadian.


☘️☘️☘️


Dua jam kemudian,


Kaisar dan juga teman-temannya kini berada di rumah sakit. Mereka semua mengikuti ambulance menggunakan motor mereka masing-masing.

__ADS_1


Sedangkan Laura terpaksa dibonceng oleh Rudi karena kondisinya tidak memungkinkan untuk mengendarai motor sendiri.


“Apa sih maksud kamu, Lau? Kenapa kau justru mendorong Nval ke arah truk?!” tanya Aldo.


“Aku gak dorong Noval, Aku gak mungkin bunuh teman aku sendiri!” teriak Laura ketakutan. “Aku kaget waktu ada truk yang hampir nabrak aku, makanya aku tarik Noval”.


“Bodoh! Berapa kali pun kamu mengelak, buktinya sudah menunjukkan kalo kamu yang dorong Noval sampai tertabrak!” Aldo benar-benar geram dengan Laura kali ini.


“Ya! Bahkan aku juga merekamnya dengan ponselku! Kalau kamu gak percaya liat aja!” Rudi langsung menyodorkan ponselnya ke arah Laura. Betapa terkejutnya Laura saat melihat rekaman di ponsel Rudi dimana ia benar-benar mendorong Noval ke arah truk.


Laura semakin ketakutan, ia pun langsung membanting ponsel Rudi ke lantai.


“Wooooy! Ini ponsel mahal, ogeb!” gertak Rudi yang langsung mendorong tubuh Laura sampai tersungkur.


Tak lama kemudian polisi datang menemui mereka semua. “Saya sudah mendengarkan semua percakapan kalian semua! Dan sekarang kami perintahkan kalian ikut mobil polisi yang ada di depan rumah sakit untuk menuju ke kantor polisi dan memberi persaksian dalam laka lantas siang ini!” titah Polisi tersebut.


“Gaak! Aku gak mau Pak Polisi!” elak Laura dengan tubuh gemetar.


Akhirnya Laura pun langsung dicekal oleh dua orang polisi, sedangkan yang lainnya langsung digiring menuju ke mobil polisi. Motor mereka semua juga akan diamankan di kantor polisi semuanya.


Sedangkan keluarga Noval yang baru saja tiba di rumah sakit hanya bisa menangis histeris melihat anaknya yang sudah tidak bernyawa dan dengan kondisi yang mengenaskan.


☘️☘️☘️


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan cara tinggalkan jejak kalian semua yaaa dengan like, comment, vote, dan juga rate bintang 5


 


 

__ADS_1


__ADS_2