Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Markas Joki Balap


__ADS_3


Kaisar langsung memacu motornya dengan kecepatan sedang menuju ke tempat tongkrongannya yang lama. Tanpa ia sadari, saat di jalan ia berpapasan dengan Gus Faris yang baru saja keluar ke ATM yang ada di dekat rumahnya.


"Itu kan Kaisar! Mau kemana dia?" gumam Gus Faris yang langsung mengikuti kemana Kaisar pergi.


Sesampainya di Markas tersembunyi yang ada di belakang pasar, Kaisar langsung melepas helmnya dan masuk ke dalam.


"Ooooh, jadi di sini markas mereka!" gumam Faris.


Hal ini tidak disia-siakan oleh Gus Faris. Ia pun langsung memotret Kaisar dan kemudian memarkirkan motornya ke salah satu angkringan yang tidak jauh dari situ.


Kemudian ia mendekat ke markas untuk mencari tahu lebih jauh lagi apa yang sedang dilakukan oleh Kaisar dengan teman-temannya di dalam.


"Kaisar!" pekik Laura yang langsung berseri menghampiri Kaisar. "Akhirnya kau datang juga, Kai! Aku tahu, kau pasti sangat mengkhawatirkan aku kan?"


Laura mengira kedatangan Kaisar kali ini karena ia tidak tega jika Laura menjawi tawanan Reno. Ia belum tahu jika Aldo sudah mengganti ancamannya dengan mengatas namakan Syahla.


"Maaf Laura! Aku tidak punya urusan denganmu!"


Kaisar melewati Laura begitu saja dan langsung menemui Aldo. Lagi-lagi Laura tidak ambil pusing dengan sikap Kaisar yang selalu saja mengacuhkannya.


Yang terpenting baginya sekarang adalah Kaisar sudah datang untuk dirinya.


"Bukankah aku sudah bilang jika aku tidak mau lagi bergabung dengan kalian?!"


"Ayo lah Kaisar! Aku berjanji ini untuk yang terakhir kalinya! Itung-itung sebagai kalimat perpisahan!" balas Aldo.


"Kalian butuh uang kan? Aku akan kasih berapa yang kalian mau! Tapi setelah itu, jangan pernah hubungi aku lagi!" ucap Kaisar yang langsung menuai protes dari teman-temannya.


"Kita butuh kamu untuk terjun melawan Reno, bro! Kita mau genk kita menang bunga mengalah seperti ini!" timpal Noval.


"Dan kami tidak mau dikenal cemen oleh musuh karena tidak mau bertanding ulang!" balas yang lain.


"Kalau begitu, salah satu di antara kalian bisa maju bukan?" balas Kaisar.


Bugh!


Dengan geram Aldo langsung melayangkan pukulannya ke rahang Kaisar.


"Aldoooooo!" teriak Laura yang langsung mendekat ke arah Kaisar. Namun, cepat-cepat Kaisar menjauh dari Laura dan mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah segar.


"Reno maunya kamu, Kai! Bukan yang lain! Kalo kamu memang menolak tawaran emas ini, Jangan harap kau bisa melihat Syahla di hari pernikahan kalian!" ancam Aldo membuat semuanya terkejut tanpa terkecuali.

__ADS_1


Bahkan Gus Faris yang sengaja merekam pun mulai bergidik ngeri. Ia pun cepat-cepat mematikan rekamannya dan meninggalkan tempat tersebut dengan sangat hati-hati.


"Apa?!!" pekik Laura. "Kamu mau nikah Kai? Sama siapa?" tanya nya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan bawa-bawa Syahla dalam masalah ini! Aku akan terima tantangan dari Reno minggu depan! Atur saja waktunya!" ucap Kaisar yang langsung meninggalkan markas.


Ia kini tidak langsung pulang ke rumah, melainkan singgah di Masjid untuk menenangkan dirinya sejenak.


Kaisar pun mengambil air wudhu untuk membasuh wajahnya dan anggota tubuh yang lain, kemudian langsung mengerjakan sholat sunnah hajat agar hatinya merasa tenang.


Setelah merasa tenang, Kaisar pun segera kembali ke rumahnya tepat saat jam menunjukkan waktu pukul dua belas malam.


"Kamu dari mana Kaisar?" tanya Pak Andika saat Kaisar baru saja menutup pintu.


"Ada sedikit masalah, Papa!" jawab Kaisar sambil duduk di samping papanya.


"Ingat nak, pernikahan kalian tinggal menunggu hari saja! Papa mohon jangan kembali menjalin joki balap liar! Papa gak mau terjadi apa-apa denganmu!"


"Kaisar tahu, Papa! Tapi kali ini ancamannya sangat berat dan Kaisar belum ada jalan keluarnya!" balas Kaisar sambil duduk di samping papanya.


"Setiap masalah, pasti ada jalan keluarnya Kaisar!" Pak Andika menepuk bahu putranya.


"Ceritakan pada papa, masalah apa yang sedang kau hadapi!" pinta Pak Andika.


Kaisar pun akhirnya menceritakan semua masalah yang kini tengah ia hadapi.


💌 Gus Faris


Lihatlah, Syahla! Apa kau yakin akan menjadikan seorang joki balap motor sebagai imammu? Mau dimana kemana rumah tangga kalian berdua? Bahkan kini kau menjadi taruhan mereka! Aku mohon, berfikirlah berulang kali Syahla! Sebelum kata akad terucap dari lisan Afkara. Ia bukan laki-laki yang baik untukmu. Percayalah!


Setelah mengirim pesan kepada Syahla, Gus Faris langsung merebahkan tubuhnya menghadap ke langit - langit kamar.


"Dua hari lagi pernikahan Syahla akan dihelat. Tidak mungkin jika acara yang sudah dipersiapkan langsung digagalkan begitu saja."


"Tapi yang sangat memungkinkan adalah ketika mempelai laki-lakinya digantikan olehku!" gumam Gus Faris.


"Rasanya aku tidak sabar memanggil Syahla dengan panggilan baru yang sangat mesra."


"Selamat tidur, istriku sayang!"


Faris pun terus saja membayangkan keromantisannya dengan Syahla sampai matanya terpejam.


Keesokan harinya,

__ADS_1


Syahla masih belum membuka ponselnya sampai subuh berlalu. Pernikahannya yang akan dihelat dua hari mendatang membuatnya tidak setempat membuka ponselnya.


Tiba-tiba saja ibunya datang dan memberitahukan kepada Syahla jika Gus Faris sedang menunggunya di ruang tamu.


"Syahla, Gus Faris nungguin kamu tuh di ruang tamu. Sekarang dia lagi ngobrol sama Ayah!" tutur bu Aminah.


Syahla pun melongok ke arah jam dinding yang masih menunjukkan jam enam pagi.


"Untuk apa Gus Faris datang sepagi ini?" tanya Syahla sambil memakai jilbab ya dan keluar dari kamarnya.


Ia pun menuruni anak tangga dan langsung bergabung di ruang tamu.


"Assalamu'alaikum Syahla!" sapa Gus Faris.


"Wa'alaikum salam, ada apa ya Gus Faris ingin menemui Syahla?"


"Apa Syahla belum baca pesan dari Mas Faris?"


Pertanyaan Gus Faris kali ini langsung dijawab dengan gelengan kepalanya.


"Dari semalam, Syahla memang belum buka ponsel, Gus. Ada apa ya?" tanya Syahla.


"Kata Gus Faris, Kaisar menjadikanmu sebagai taruhan di lintasan balap motor!" timpal Ustadz Rizqi membuat Syahla terkejut bukan main.


"Astagfirullahal'adziim! Bagaimana mungkin?" balas Syahla yang sangat terkejut mendengarnya.


Tubuhnya seketika mulai bergetar merasakan takut yang tiada tara. Bayanganya pun langsung berlari kemana-mana.


"Jika acara pernikahan tidak mungkin dibatalkan, Mas Faris siap untuk menggantikan Kaisar Afkara sebagai mempelai prianya!" tukas Gus Faris membuat Syahla kini tidak tahu harus berbuat apa.


"Darimana Gus Faris tahu?" tanya Syahla yang ingin menepis jika kabar yang dibawa Gus Faris pagi ini tidaklah benar.


"Tadi malam Mas Faris tanpa sengaja berpapasan dengan Kaisar. Karena penasaran akhirnya Mas Faris mengikutinya sampai di Markas Joki bapak liar!" jelas Gus Faris.


"Bahkan Mas Faris juga sempat melihat kekasih Kaisar yang bernama Laura!" timpalnya yang sengaja memperkeruh suasana.


"Na'udzubillah, penampilan Laura sangat terbuka dan membuat Mas Faris sendiri jijik melihatnya!"


Keterangan dari Gus Faris kali ini membuat Syahla hanya bisa memandang sendu ke arah ayahnya.


"Bagaimana ini ayah?" tanya Syahla dengan mata yang berkaca-kaca.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir ke karya bestie aku yaa.



__ADS_2