
Keesokan harinya, Kaisar bangun terlebih dahulu saat adzan berkumandang. Matanya yang awalnya sangat berat untuk dibuka, kini justru langsung terbuka sempurna saat tangan Syahla melingkari lehernya dan memeluknya sangat erat seperti sedang memeluk guling.
Kaisar pun langsung tersenyum dan membalas pelukan istrinya dengan erat juga.
“Mau bangun terus sholat subuh, apa mau terus manja-manjaan kayak gini, sayang?” bisik Kaisar sambil mengusap rambut panjang Syahla.
“Emang udah adzan yaa?” tanya Syahla dengan suara seraknya sambil memaksakan matanya untuk terbuka.
“Hampir iqomah malah. Bangun yuk! Kita sholat subuh berjamaah!” ajak Kaisar yang kemudian mendaratkan ciumannya di kening Syahla.
Cup! Kecupan singkat dari Kaisar membuat Syahla merekahkan senyumannya.
“Gendooong!” pinta Syahla manja sambil meluruskan kedua tangannya di depan Kaisar.
Dengan gemas Kaisar bukan langsung menggendong Syahla, melainkan mendaratkan bibirnya di bibir Syahla dan mengabsennya cukup lama.
“Mas seneng banget deh denger kamu manja kayak gituh!” ucap Kaisar sambil mengusap bibir Syahla.
“Yuk, mas gendong ke kamar mandi!” Kaisar langsung mengangkat tubuh Syahla ala koala dan membawanya ke kamar mandi.
Syahla pun masih dengan manjanya melingkarkan kedua tangannya di leher Kaisar dan mencium pipi suaminya berkali-kali.
“Mas gemesin banget sih!” tutur Syahla yang dalam hatinya sangat terpesona dengan ketampanan suaminya sendiri.
“Hei! Yang ngegemesin itu kamu, sayang! Cantik, imut, dan manja!” balas Kaisar sambil menoel hidung Syahla menggunakan hidungnya.
Sesampainya di kamar mandi, Syahla pun langsung turun dari gendongan Kaisar dan berwudhu. Setelah itu Syahla kembali ke kamar lebih dahulu dan menata sajadah untuk mereka melakukan sholat jamaah.
Selepas melaksanakan sholat subuh berjamaah, Syahla langsung melipat mukenanya dan kemudian mengambil jilbabnya.
“Mau kemana sayang?” tanya Kaisar sambil mengerutkan dahinya.
“Biasa dong mas, mau nyiapin sarapan!” balas Syahla.
“Gak usaaaah sayang!” Kaisar langsung menarik tangan Syahla sampai istrinya terjatuh di atas pangkuannya.
“Emang kamu gak ngantuk?” tanya Kaisar sambil memandangi istrinya secara intens.
“Udah enggak dong! Lagi pula kan gak baik kalo kita tidur selepas sholat subuh!” balas Syahla.
“Tapi Mas masih pingin manja-manjaan sama istri mas yang cantik ini! Oh iya, kita kan belum bulan madu. Syahla pingin bulan madu kemana kira-kira?”
__ADS_1
Pertanyaan Kaisar kali ini membuat Syahla melingkarkan tangannya di leher Kaisar.
“Kerjaan Mas Kaisar kan masih padat banget di rumah sakit. Kayaknya gak perlu bulan madu dulu deh, Mas! Apalagi Syahla juga masih harus terjun langsung dalam pelayanan baru yang Mas Kaisar buat!” jelas Syahla.
“Maaf ya sayang, mas belum bisa nyenengin Syahla di awal pernikahan kita!” tutur Kaisar sambil melepaskan jilbab Syahla yang sudah sempat ia kenakan.
“Kata siapa belum bisa nyenengin Syahla? Alhamdulillah, Syahla sangat bersyukur punya suami yang super duper perhatian kayak Mas Kaisar. Lembut, penyayang, dan …” Syahla sengaja menggantung kalimatnya sambil mendekatkan bibirnya tepat di telinga Kaisar.
“Sangat tampan!” bisik Syahla membuat Kaisar sangat terkejut mendengarnya.
Ia sama sekali tidak mengira jika istrinya yang sangat pendiam dan pemalu itu kini berubah sedikit berani membangunkan senjata miliknya yang sedari tadi masih dalam mode tenang.
“Istri Mas ini sekarang udah makin pinter ya bikin suaminya jadi mode ON!” timpal Kaisar yang langsung mencium bibir istrinya sekilas.
“Mode ON?” Syahla mengulangi ucapan Kaisar sambil mengernyitkan dahinya. Ia tampak sekali tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Kaisar.
Kaisar pun langsung memegang tangan Syahla dan mengarahkannya ke senjata miliknya yang mulai berdiri tegak.
“Astaghfirullaah! Mas Kaisar nih nakal banget deh!” gerutu Syahla sambil menepuk lengan suaminya dan langsung berdiri dari pangkuan suaminya.
“Syahla turun dulu deh mau buat sarapan! Mas Kaisar mandi dulu gih! Terus siap-siap berangkat kerja!” Syahla langsung kembali mengenakan jilbabnya dan keluar dari kamar.
Sedangkan Kaisar hanya terkekeh geli melihat wajah Syahla yang memerah saat meninggalkannya.
❤️❤️❤️
Gus Faris yang baru saja selesai menjadi imam sholat subuh pun mengajak Ustadz Bakri (ayah Sarah) untuk berbincang empat mata. Tak lain kali ini Gus Faris tentunya tengah menanyakan kabar dari Sarah.
“Bagaimana keadaan putrinya, Ustadz?” tanya Gus Faris.
“Alhamdulillah sudah lebih baik dari kemarin, Gus. Insya Allah jika tidak ada keluhan lagi dan lukanya juga sudah mengering, besok sudah bisa pulang ke rumah!” jelas Ustadz Bakri.
“Alhamdulillaah, saya turut senang mendengarnya ustadz. Sekali lagi saya mohon maaf, karena kelalaian saya, putri anda harus mengalami hal seperti ini!” ucap Gus Faris yang masih merasa tidak enak.
“Tidak masalah, Gus! Mungkin memang jalannya harus seperti ini!”
“Untuk masalah pelajaran yang tertinggal selama Sarah dirawat di rumah sakit, nanti bisa ditanyakan dengan adik sayA, Fara! Bisa juga belajar selama beberapa hari di rumah dengan Fara untuk menghadapi tes kenaikan kelas yang akan dihelat sebentar lagi!” ucap Gus Faris.
“Masyaa Allah, terima kasih banyak tawarannya Gus Faris. Insya Allaah nanti akan saya sampaikan kepada Sarah! Kalau begitu saya pamit dulu ya Gus! Assalamu’alaikum!”
“Wa’alaikumussalam!” Ustadz Bakri pun bergegas meninggalkan Gus Faris.
Gus Faris sendiri akhirnya melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah. Ia harus mempersiapkan dirinya yang akan mengajar pagi ini.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Syahla yang sudah selesai membuat sarapan pun langsung bergegas kembali ke kamar. Tampak suaminya tengah duduk di balkon kamar sambil mengecek beberapa laporan rumah sakit di iPadnya.
Syahla pun langsung mendekati suaminya sambil menyuguhkan kopi dan juga roti bakar yang masih hangat.
“Sambil diminum kopinya, Mas!”
Kaisar pun langsung meletakkan iPadnya dan mengambil cangkir kopi yang disuguhkan Syahla.
“Alhamdulillaah. Makasih banyak ya sayang!”
“Sama-sama Mas!” balas Syahla yang kemudian berbalik dan hendak meninggalkan Kaisar.
Namun dengan cepat Kaisar memegang tangan Syahla dan menahannya untuk tidak pergi. “Eeeeh, mau kemana lagi sih sayang. Duduk dulu sini nemenin mas ngopi dulu!” pinta Kaisar.
“Syahla mau siapin baju kerja Mas Kaisar dulu dong!” jawab Syahla yang masih berdiri di dekat Kaisar.
“Mas belum mandi nih! Nanti kita mandi bareng lagi yuk, sayang. Biar gak terlambat berangkat kerja. Gimana?”
Pertanyaan Kaisar langsung dijawab dengan penolakan oleh Syahla.
“Gak bisa dong, Mas! Nanti Mas duluan aja yang mandi gak papa. Syahla belakangan. Lagi pula Syahla hari ini berangkat sore karena jadwalnya shift malam!”
“Haah?! Sift malam?” tanya Kaisar yang tampak tidak setuju. “Berarti malam ini sayang jaga di rumah sakit gituh?”
Syahla langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Kaisar.
“Nggak, nggak, nggak! Jadwal itu udah gak akan berlaku lagi buat kamu yang udah menikah Syahla. Mulai sekarang sampai seterusnya, kamu berada di shift pagi.”
“Untuk jam kerjanya sama dengan Mas Kaisar, Masuk jam tujuh pagi dan pulang jam empat sore!” tegas Kaisar membuat Syahla langsung membeliakkan matanya.
“Apaa? Masuk jam tujuh pagi?” pekik Syahla terkejut dan langsung melihat ke arah jam yang ada di tangannya.
“Ini udah hampir jam enam loh Mas! Syahla udah terlambat dong. Mana belum mandi lagi!” balas Syahla yang mulai panik.
“Makanya, biar gak terlambat kita mandi bareng yuk, sayang!” ajak Kaisar yang langsung merangkul bahu istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam.
Kini Syahla tidak punya pilihan lain selain memenuhi ajakan suaminya. Mereka berdua pun akhirnya mandi bersama. Meski hanya mandi, keduanya tetap saja saling menyentuh satu sama lain hingga keduanya menghabiskan waktu selama tiga puluh menit di dalam sana.
❤️❤️❤️
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan cara tinggalkan jejak kalian semua yaaa dengan like, comment, vote, dan juga rate bintang 5. Terima kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1