
Tanpa aba-aba lagi Kaisar sudah menggendong tubuh istrinya ala koala dan membawanya menuju ke atas tempat tidur sambil terus memagut bibir Syahla.
Sedangkan Syahla yang sudah mulai ketagihan dengan setiap sentuhan Kaisar pun langsung melingkarkan tangannya di leher Kaisar. Kemudian bergerak melepaskan kancing kemeja Kaisar satu per satu.
Begitu juga dengan Kaisar yang sudah hampir meloloskan blouse yang dikenakan Syahla dari tubuhnya. Kini Syahla sudah tinggal mengenakan br4 dengan celana panjangnya.
Sedangkan Kasiar juga sudah melemparkan kemejanya jauh-jauh darinya. Kemudian ia melepaskan ikat pinggangnya dan juga celananya.
Tubuh sixpack Kaisar memang membuat Syahla semakin terpukau dengan sosok suaminya. Perlahan Syahla mengusap dada bidang suaminya dan turun ke bawah tepak di perut Kaisar yang berbentuk seperti roti sobek.
“Syahla suka?” tanya Kaisar sambil memandangi kecantikan istrinya yang tampak begitu 53k51.
“Suka!” jawab Syahla singkat namun dengan nada yang terdengar sangat manja.
“Terus kalo suka, Syahla mau ngapain dong?” Tangan Kaisar mulai melepaskan celana yang dikenakan oleh Syahla.
“Emang mas maunya diapain?” Balasan Syahla kali ini membuat Kaisar langsung menarik tubuh Syahla ke atas tubuhnya.
“Kali ini Mas maunya diapa-apain sama bidadari Mas yang cantik dan super 53k51 ini!”
Kaisar langsung menggerakkan tangannya dengan cepat untuk membuka pengait br4 milik Syahla.
“Iiiih, Mas Kaisar nakal!” Syahla langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
“Nakalnya Mas kali ini mau bikin bidadari Mas ngerasain sensasi yang berbeda!” Kaisar langsung menyingkirkan tangan Syahla dan mulai membuat Syahla dimabuk kepayang dengan mendaratkan bibirnya tepat di ujung titik sensitif Syahla dan memainkannya.
__ADS_1
Seketika suara Syahla langsung memenuhi kamar membuat Kaisar semakin semangat untuk bercinta dengan istrinya. Perlahan Kaisar mengarahkan istrinya untuk memadu kasih dengan posisi yang berbeda dari biasanya.
Jika biasanya Syahla ada dalam kungkungan tubuhnya, akli ini kebalikannya, Syahla yang diminta untuk memimpin permainan mereka.
Awalnya Syahla sangat malu, namun Kaisar berhasil membuatnya benar-benar melayang dan bisa memimpin permainan yang berbeda siang ini.
Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Kaisar. Posisi mereka kali ini membuat Syahla berubah menjadi perempuan yang sangat agresif.
“Gimana, sayang? Enak kan?” tanya Kaisar ditengah suara d354h4n Syahla.
“Emmh, jangan di ta nya dong, ah!” timpal Syahla.
“Mas juga enak banget sayang!” balas Kaisar membuat Syahla makin dimabuk kepayang.
Akhirnya pelepasan mereka kedua siang ini membuat Syahla langsung terkulai lemas di samping suaminya. Kaisar pun hanya bisa tersenyum penuh kemenangan.
Ia mengusap rambut rambut panjang Syahla sambil mengecup keningnya.
“Terima kasih untuk siang yang sangat panas hari ini! Istirahatlah, cantik!”
Syahla pun langsung menganggukkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya. Sedangkan Kaisar langsung mendekap tubuh istrinya dengan mesra dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.
☘️☘️☘️
Sedangkan di sisi lain, Sarah kini sudah mulai masuk sekolah. Beberapa hari tidak masuk sekolah membuat Sarah banyak tertinggal pelajaran. Untung saja Ning Fara memiliki catatan yang sangat lengkap dan siap untuk mengajari pelajaran Sarah yang tertinggal jauh.
Akhirnya untuk mengejar pelajaran yang tertinggal, sarah diminta untuk belajar mandiri di perpustakaan sekolah.
__ADS_1
“Ning Fara, bukunya aku bawa ke perpustakaan yaa!” ucap Sarah meminta izin.
“Iya, bawa aja dulu! Nanti sore aja balikinnya sambil kita belajar bareng di rumah!” balas Ning Fara.
“Oke sipp!” balas Sarah yang langsung mengambil tasnya dan siap untuk menuju ke perpustakaan sekolah.
Dengan santainya Sarah berjalan melewati koridor sekolah menuju ke perpustakaan. Sedangkan Gus Faris yang tengah mengoreksi tugas rumah siswanya langsung mengerutkan dahinya saat melihat ada murid yang membawa tasnya keluar dari ruang kelas dalam jam pelajaran.
“Siapa sih tu bocah? PE-DE amat mau bolos sekolah secara terang-terangan!” gumam Gus Faris yang langsung meleytakkan pulpennya dan mengejar langkah Sarah.
“Tunggu!” pinta Gus Faris membuat Langkah Sarah terhenti seketika. “Mau kemana kamu?” gertak Gus Faris yang memang terkenal sangat galak.
Sarah pun membalikkan tubuhnya ke arah Gus Faris.
“Saraaah?” pekik Gus Faris yang sangat terkejut saat mengetahui jika siswa yang ia anggap akan kabur ternyata adalah calon istrinya sendiri.
“Eh Gus Faris! Sarah mau ke perpustakaan kok buat nyalin pelajaran yang tertinggal kemarin!”
“Udah izin sama guru yang ada di kelas?” tanya Gus Faris.
“Tadi malah disuruh malahan!” balas Sarah. “Gus Faris mau nemenin?” tawar Sarah kemudian.
“Kamu duluan aja deh, nanti saya nyusul!” balas Gus Faris yang hendak mengambil koreksiannya dan menyusul Sarah menuju ke perpustakaan.
Sarah pun kembali melangkahkan kakinya menuju ke perpustakaan. Sesampainya di sana, Sarah langsung mencari tempat duduk yang kosong dan tepatnya ada di ujung perpustakaan. Sarah pun langsung duduk dan menyalin catatan dari Ning Fara.
__ADS_1