
Sesampainya di kantor polisi, Syahla langsung turun dari mobil. Ia bergegas masuk ke dalam dan mencari dimana Kaisar berada. Sedangkan Gus Faris dan juga Ning Fara sangat terkejut saat melihat mobil yang dinaiki Syahla turun di Kantor Polisi.
“Mas, kok Kak Syahla turun di kantor polisi ya? Sebenarnya ada apa ini Mas?” tanya Ning Fara yang langsung tampak cemas.
“Mas juga gak tahu dek. Apa mungkin ini masalah Afkara?” tebak Gus Faris sambil memarkirkan mobilnya.
Setelah mobil terparkir, mereka pun turun dari mobil namun tidak langsung masuk ke dalam kantor polisi. Melainkan justru bertanya kepada salah satu polisi yang kebetulan tidak jauh dari mereka.
“Ini ramai ada masalah apa ya pak?” tanya Kaisar sambil menunjuk ke arah deretan motor sport di depan kantor polisi.
“Ini saksi kecelakaan yang ada di puncak. Kebetulan teman mereka ada yang meninggal di tempat karena terlindas truk. Dan kini mereka sedang diperiksa!” jelas polisi tersebut.
“Hah?! Kecelakaan?!” pekik Ning Fara terkejut. Ia pun langsung menepuk lengan abang kandungnya.
“Mas, jangan-jangan suami Kak Syahla yang kecelakaan!” tebak Ning Fara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“Hush! Ngawur kamu! Kalo Afkara yang kecelakaan, Syahla gak mungkin pergi ke kantor polisi. Dia pasti langsung ke rumah sakit!” timpal Gus Faris.
“Apa pemeriksaannya lama?” tanya Gus Faris lagi.
“Kemungkinan seperti itu karena mereka akan dicek positif atau negative sebagai pengguna narkoba!” jelas polisi tersebut yang kemudian meninggalkan mereka berdua.
Tanpa banyak bicara, Gus Faris pun langsung masuk ke dalam dan diikuti oleh Ning Fara. Sesampainya di sana, tampak Syahla tengah duduk berdampingan dengan Kaisar.
Dan di seberangnya lagi ada beberapa teman Kaisar dan salah satunya adalah Laura yang terus memandang geram ke arah Syahla. Gus Faris pun langsung berjalan mendekat ke arah dimana Kaisar dan juga Syahla duduk.
“Apa yang sudah terjadi Afkara?” tanya Gus Faris to the point.
Kedatangan Gus Faris dan juga Ning Fara membuat Syahla sangat terkejut. “Kalian berdua sengaja ngikutin Syahla ya?”
Pertanyaan dari Syahla kini pun langsung dijawab oleh Ning Fara.
“Maaf, Kak Syahla! Kami berdua sangat khawatir dengan kakak. Makanya kita bermaksud mengikuti kakak sampai di sini!” jelas Ning Fara.
Sedangkan Kaisar tampak sangat tenang sambil terus menggenggam tangan Syahla dengan erat. “Aku sedang menunggu hasil tes urine. Positif atau negative sebagai konsumen narkoba!” jelas Kaisar.
“Lalu bagaimana jika ternyata hasilnya positif? Apa kau tega meninggalkan Syahla di statusnya sebagai pengantin baru?” tanya Gus Faris hati-hati.
“Memang kalau hasilnya positif, Gus Faris mau apa?” tanya Kaisar masih dengan nada yang sangat santai.
__ADS_1
“Tentu saja memintamu untuk menceraikan Syahla! Jadi sebagai sahabat yang baik aku akan meminangnya untuk menggantikanmu mendampingi Syahla!” jawab Gus Faris yang tampak sangat serius.
“Astaghfirullaah, jahat amat mulutnya, Gus!” timpal Syahla yang tampak tidak suka mendengar ucapan Gus Faris.
“Tenang aja sayang, Insya Allaah hasilnya pasti negative. Syahla percaya kan sama Mas?” tanya Kaisar sambil memandang istrinya yang tampak begitu resah.
Syahla pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Melihat Syahla tampak begitu berpihak dengan suaminya, membuat Gus Faris hanya bisa menelan ludahnya kasar.
‘Ternyata Syahla benar-benar sudah mencintai Afkara!’ gumam Gus Faris dalam hati.
‘Bahkan ia sangat mengacuhkan aku dan tidak menganggapku sedikit pun!’
Tak lama kemudian terdengar nama Kaisar dipanggil oleh polisi dan diminta untuk masuk ke dalam.
“Kaisar Afkara!”
Kaisar pun langsung bangun dari tempat duduknya. “Saya, Pak!”
“Silahkan masuk ke dalam!” titah polisi tersebut.
Kaisar pun memandang ke arah Syahla dan mengusap kepalanya dengan lembut. “Mas masuk ke dalam dulu ya sayang!”
Kaisar pun langsung mengikuti langkah polisi yang memanggilnya tadi. Sedangkan Gus Faris memberi kode kepada adiknya untuk meninggalkan mereka berdua.
“Kak Syahla, Fara ke kamar mandi dulu yaa!” pamit Ning Fara yang langsung dijawab Syahla dengan anggukan kepalanya.
Kini tinggal Gus Faris yang berdiri tidak jauh dengan dimana Syahla duduk. Perlahan Gus Faris duduk di samping Syahla namun tetap dengan jarak yang tentunya tidak terlalu dekat.
“Syahla, apa rasa cinta Syahla buat Mas Faris udah hilang sama sekali di hati Syahla?” tanya Gus Faris dengan hati-hati.
“Maaf Gus Faris, pertanyaan itu seharusnya tidak terlontar dari bibir antum! Ingat Mas, saya ini sudah menjadi istri orang!” jawab Syahla dengan tegas.
Gus Faris langsung tersenyum mendengar jawaban Syahla barusan. “Berarti jawabannya adalah iya! Aku yakin perasaan cintamu padaku tidak mungkin sirna begitu saja!”
“Sayangnya dugaan Gus Faris salah total! Saya hanya mencintai pria yang dipilih Allah untuk menjadi suami dan pendamping hidup saya!” balas Syahla.
“Lagi pula untuk apa memiliki perasaan yang sia-sia dan sangat tidak bermanfaat dalam hidup saya. Bahkan juga bisa membuat Allah murka!”
Penjelasan Syahla kali ini benar-benar seperti tamparan yang sangat kuat untuk Gus Faris. Kini Gus Faris benar-benar tidak mempunyai harapan sedikit pun untuk membuat Syahla kembali dengannya.
Lagi-lagi Gus Faris hanya bisa menelan ludahnya kasar melihat Syahla yang benar-benar mengacuhkannya.
__ADS_1
“Aku menyesal Syahla, maafkan aku yang sudah menorehkan luka yang begitu dalam di hatimu!”
“Aku benar-benar sangat menyesal atas apa yang aku perbuat kepadamu. Seharusnya aku tidak melakukan hal itu! Dan aku saat ini sangat tersiksa karena aku masih sangat mencintaimu, Syahla!”
“Istighfar dan jangan diulangi untuk yang kedua kalinya, Gus. Syahla yakin, Gus Faris akan mendapatkan perempuan yang tepat untuk bersanding dengan antum!”
Gus Faris menghela nafasnya panjang. “Terima kasih banyak, Syahla. Aku berdoa biar hidupmu selalu Bahagia Bersama dengan Afkara!”
“Aamiin, terima kasih banyak doanya Gus!”
Tak lama kemudian Kaisar keluar dari ruangan dengan membawa satu lembar kertas dan juga amplopnya. “Mas udah boleh pulang sayang!” ucap Kaisar dengan raut wajah Bahagia.
“Alhamdulillaaah!” Syahla langsung mengucap rasa syukurnya.
“Jadi hasilnya negative ya?” tanya Gus Faris.
“Yaa, aku memang tidak pernah mengkonsumsi barang haram itu meski sedikit saja!”
“Oooh, syukurlah. Kalau begitu, kita bisa pulang bersama-sama kan sekarang! Kebetulan aku bawa mobil!” tawar Gus Faris.
“Emmm, kalo kita naik motor gimana, sayang?” tawar Kaisar kepada istrinya.
“Kedengarannya itu lebih baik!” balas Syahla.
Kaisar pun kemudian meminta maaf kepada Gus Faris jika ia tidak menerima tawarannya kali ini.
“Maaf Gus Faris, sepertinya aku dan istriku akan pulang dengan motor!”
Mau tidak mau Gus Faris pun menerima keputusan dari Kaisar. Ia pun langsung kembali Bersama dengan Ning Fara.
Sedangkan Kaisar menyapa teman-temannya dan berpamitan untuk pulang lebih dulu karena kebetulan Syahla sudah datang menjemputnya.
“Aku pulang duluan ya semua! Insya Allah besok aku akan datang ke pemakaman Noval,” pamit Kaisar.
Temannya hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dan memperlihatkan ibu jarinya ke arah Kaisar. Selepas itu Kaisar langsung menggandeng tangan Syahla untuk meninggalkan kantor polisi.
__ADS_1