Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Kaisar Baper


__ADS_3


“Reno itu kakak kandungnya Ruki,” Kaisar memulai ceritanya sambil mengemudikan mobilnya.


“Dia perempuan aneh, sebelas dua belas sama Laura yang terobsesi banget buat jadi pacar aku. Kata mereka sih aku super dingin dan tidak bisa ditaklukkan!”


“Tapi Ruki lebih berani dari Laura dalam menyatakan perasaannya terhadapku dan aku langsung menolaknya secara terang-terangan. Ini yang bikin Reno tidak terima dan selalu buat masalah denganku!” jelas Kaisar dengan singkat.


Syahla sendiri hanya manggut manggut tanpa memberi komentar apa-apa. Dia masih sangat shock menghadapi Reno tadi. Ada rasa takut dalam dirinya yang sudah berani mengancam Reno.


Bahkan dia sendiri tidak tahu darimana keberaniannya muncul. Yang jelas tadi, ia tidak mau ada keributan di depan rumah sakit yang itu juga karena ulah dari suaminya sendiri yang nota benenya anak dari pemilik rumah sakit.


Sedangkan Kaisar justru merasa tidak enak melihat istrinya diam seribu Bahasa dan tidak menanggapi obrolannya sedikit pun. Akhirnya sampai mereka tiba di Mansion, keduanya sama-sama terdiam dalam pikiran mereka masing-masing.


“Sayang!” panggil Kaisar dan Syahla langsung menoleh ke arah suaminya. “Are you okay?” tanyanya.


Syahla langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “I’m fine, Mas!” balas Syahla sambil melepaskan seat beltnya.


“Yuk turun, Syahla pingin mandi duluan soalnya. Badannya pada lengket!” ucap Syahla yang langsung turun dari mobil.


Kaisar menghela nafasnya panjang dan segera turun dari mobil. Tampak Syahla berjalan lebih dulu tanpa menunggunya dan menyapa mama mertuanya yang sedang menikmati teh hangat di teras.


“Assalamu’alaikum Ma!” sapa Syahla.


“Wa’alaikum salam sayang…”


“Syahla gak salim dulu yaa Ma. Baru pulang dari rumah sakit soalnya. Mau mandi dulu!”


“Okey, sayang!” balas Bu Ina.


Syahla pun langsung masuk ke dalam Mansion dan Kaisar hanya bisa melihat punggung istrinya yang menaiki anak tangga.


“Maa…!” panggil Kaisar yang kemudian duduk di samping mamanya. “Mama lihat ada yang beda gak dari Syahla?” tanya Kaisar.


Bu Ina langsung mengerutkan dahinya sambil menggelengkan kepalanya. “Gak ada, Mas. Mama lihat baik-baik aja tuh!”


“Tapi Syahla cuek gak ma kelihatannya?” tanya Kaisar lagi.


“Gak juga! Emang dia lagi cuekin kamu?” Bu Ina balik bertanya kepada Kaisar.


“Gak juga sih ma, tapi pas ditanya jawabannya singkat banget! Yaah meskipun sambil senyum sih!”

__ADS_1


“Oooh, dia lagi capek mungkin. Tadi ia buru-buru masuk ke rumah karena udah pingin mandi. Coba aja kamu tunggu dia selesai mandi, pasti keadaannya langsung fresh deh!” tutur Bu Ina memberi saran pada Kaisar.


“Okey deh. Kaisar mau mandi di kamar mandi kamar tamu dulu kalo gituh. Biar sampai kamar juga sama-sama fresh!” ucap Kaisar yang langsung meninggalkan mamanya di teras.


Sedangkan Bu Ina hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak bawaan suaminya itu. “Ternyata Kaisar baper juga anaknya. Aku benar-benar tidak menduga anak seperti Kaisar bisa baper dengan sikap istrinya sendiri!” gumam Bu Ina.


“Ternyata jatuh cinta memang bisa merubah banyak hal.”


💞💞💞


Syahla kini mengeringkan rambutnya yang basah di depan meja rias. Tak lama kemudian Kaisar masuk ke dalam kamarnya dengan penampilannya yang tampak sangat segar.


Rambutnya yang masih basah dan pakaiannya yang sudah berganti dengan kaos slimfit yang dipadukan dengan celana pendek membuatnya tampak sangat cool di mata Syahla.


Bahkan Syahla sampai menelan ludahnya kasar saat melihat Kaisar dari kaca meja riasnya.


“Mas Kaisar udah mandi yaa?” tanya Syahla sambil mengeringkan rambutnya.


“Iya sayang, tadi langsung mandi di kamar mandi tamu!” balas Kaisar yang langsung mendekati istrinya dan mengambil alih hair dryer dari tangan Syahla.


“Biar mas bantuin sini ngeringin rambutnya!” ucap Kaisar dan Syahla pun hanya bisa pasrah dengan penawaran suaminya ini.


‘Ternyata benar kata mama, Syahla pasti tadi sedang lelah dan ingin segera mandi’ gumam Kaisar dalam hati.


“Memangnya Syahla mau berbagi kamar mandi sama Mas Kaisar?” tanya Kaisar sambil memandangi istrinya lewat cermin.


Syahlah langsung cepat-cepat menggelengkan kepalanya, “Yaa gak gitu juga mas. Kan bisa gentian!” balas Syahla.


Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Syahla pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak keluar dari kamar Kaisar. Namun dengan cepat Kaisar menarik tangan Syahla untuk tidak pergi meninggalkannya.


“Mau kemana sih sayang? Udah duduk di sini aja sama mamas!” pinta Kaisar yang tampak enggan untuk berjauhan dengan istrinya.


“Syahla itu mau bikinin minuman hangat buat mas Kaisar.”


“Gak usah sayang, Mas udah minta dibuatkan sama bibi! Bentar yaa, mas ambil dulu.”


Kaisar langsung melepaskan tangan Syahla dan keluar dari kamarnya untuk mengambil minuman hangat beserta kudapan sore yang sudah disiapkan oleh bibi dan diletakkan di depan kamar.


“Masyaa Allaah, bibi baik banget sih udah nyiapin kayak begini. Padahal kan tugas Syahla yang nyiapin ini buat Mas Kaisar!” ucap Syahla saat Kaisar masuk kembali dengan nampan yang ada di tangannya.


“Ada tugas penting lainnya buat Syahla!” timpal Kaisar sambil meletakkan nampannya di atas meja.

__ADS_1


Syahla pun kemudian mendekat ke arah Kaisar dan duduk di sofa sambil menyandarkan tubuhnya. “Emang tugas penting apa, Mas?” tanya Syahla.


Kaisar pun langsung menidurkan dirinya di samping Syahla dan meletakkan kepalanya dengan manja di pangkuan istrinya.


“Manjain suami yang baru aja kalang kabut dicuekin istrinya!” pinta Kaisar.


“Hah?!” Syahla sangat terkejut mendengar ucapan suaminya.


“Kapan Syahla nyuekin Mas Kaisar?” tanya Syahla yang sama sekali tidak merasa jika ia mengacuhkan suaminya. Bahkan tadi ia justru bertindak nekat melewati batasnya karena begitu peduli dengan Kaisar.


“Tadi waktu perjalanan pulang ke rumah. Mas kan cerita sama Syahla tentang siapa Reno. Eh, istri mas malah diem aja kek marah atau kecewa gituh sama Mas!” aku Kaisar mengeluarkan kegalauannya di perjalanan pulang tadi.


Mendengar hal itu, Syahla pun cepat-cepat mengklarifikasinya. “Masyaa Allaah mas. Itu Syahla bukan mengacuhkan Mas Kaisar!” balas Syahla sambil mengusap kepala suaminya.


“Syahla tadi bingung aja harus nimpali bagaimana. Justru yang ada di hati Syahla itu ada sedikit rasa takut karena udah ikut campur sama urusan Mas Kaisar!”


“Loooh, itu justru sangat keren dan bikin Mas seneng sayang! Bahkan Mas sangat gak menduga kalau istri Mas seberani itu!” Kaisar beranjak dari pangkuan Syahla dan merapatkan tubuhnya dengan istrinya itu.


“Istri mas sangat mengagumkan. Bahkan sikap Syahla tadi bikin Mas terbang melayang karena perhatian Syahla yang begitu besar terhadap Mas.”


“Mas Kaisar sangat senang diatur dengan istri sendiri. Mas rela dilarang pergi oleh Syahla. Mas sama sekali gak keberatan kalau Syahla ikut campur dalam urusan Mas. Karena dari situ, Mas bisa lihat cinta yang sebenarnya, sayang!” jelas Kaisar membuat Syahla sedikit besar kepala.


“Emmmh, tadi itu … Syahla Cuma gak mau Mas Kaisar terpancing dengan ucapan Reno!”


“Syahla gak bisa ngebayangin gimana jadinya kalau Mas Kaisar bikin keributan di depan rumah sakit milik Mas sendiri.”


Cup! Kecupan manis dari Kaisar mendarat sempurna di bibir istrinya. “Makasih banyak untuk hari ini ya sayang. Mas semakin jatuh cinta sama Syahla!”


Cup! Belum sempat Syahla membalas ucapan suaminya, Kaisar kembali mendaratkan kecupannya.


“Terima kasih karena sudah melarang Mas untuk pergi malam ini. Pengantin baru memang tidak seharusnya meninggalkan pasangannya saat malam tiba bukan?”


Kali ini Kaisar mengingatkan apa yang Syahla ucapkan di depan Reno dan tentunya membuat sajah Syahla semakin merona seperti kepiting rebus.


Cup! Lagi-lagi Kaisar mengecup bibir istrinya, namun kali ini lebih lama dari sebelumnya. Kaisar semakin mengabsennya lebih dalam dengan ciuman yang lama-lama bersambut oleh Syahla.


Kini keduanya pun saling berpagutan satu sama lain untuk meluahkan kerinduan mereka. Syahla sendiri mulai melingkarkan tangannya di leher Kaisar dan Kaisar sendiri juga semakin dalam mengabsen bibir istrinya.


Setelah puas membuat Syahla hampir kehabisan nafas, Kaisar kini berpindah turun ke bawah dan berhenti di leher Syahla dan membuat jejak kemerahan di sana. 


Syahla sendiri tampak begitu menikmati cumbuan Kaisar sampai terdengar ketukan pintu kamarnya saat Kaisar hendal melepaskan kancing pertama piyama Syahla.

__ADS_1


__ADS_2