Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Petaka Kecil


__ADS_3


Keesokan paginya Kaisar dan Syahla sudah siap untuk berangkat bekerja. Mereka sengaja berangkat lebih pagi untuk mempersiapkan berkas yang akan mereka pakai saat di Bali nanti.


Namun saat mobilnya berhenti di depan lobby rumah sakit, dengan cepat Ruki mendekati mobil Kaisar dan mengetuk kaca mobil milik Kaisar.


“Siapa Mas?” tanya Syahla.


“Ruki, yang mas ceritakan kemarin!” jawab Kaisar.


“Ya udah, biar Syahla aja yang keluar temuin dia!” ucap Syahla yang siap untuk keluar dari mobilnya.


Tapi Kaisar langsung menarik tangan istrinya dan menahannya untuk tidak keluar. “Jangan keluar! Mas gak mau terjadi apa apa sama kamu, sayang!” ucap Kaisar.


Untung saja satpam rumah sakit langsung sigap untuk merapat ke mobil Kaisar dan menghalau Ruki yang masih mengetuk kaca mobil Kaisar.


“Maaf Nona! Anda dilarang membuat keributan di rumah sakit! Terlebih mengganggu kenyamanan bos kami!” ucap Satpam yang langsung memegang lengan Ruki cukup kencang.


“Aku hanya perlu bicara dengan Kaisar!” pekik Ruki meronta-ronta. “Dia tidak boleh mengabaikan aku sedikit pun!”


“Tidak bisa Nona!” Kali ini satpam menarik tubuh Ruki dengan kasar membuat Ruki terus berusaha melepaskan diri.


“Kaisar sayang! Aku mohon keluar dari mobilmu!” teriak Ruki sambil diam-diam mengeluarkan bilah pisau dari saku jaketnya.


Melihat hal tersebut, Kaisar pun keluar dari mobilnya dan dengan Gerakan cepat, Kaisar menendang tangan Ruki dan bilah pisau yang dipegangnya langsung terpental ke atas.

__ADS_1


Syahla pun langsung menutup mulutnya rapat-rapat melihat pemandangan tersebut. Untung saja ia tadi tidak menemui Ruki, karena jika ia tetap menemuinya, sudah pasti ada satu hal yang tidak diinginkkannya.


Satpam yang lainnya pun langsung ikut merapat dan mengamankan Ruki. Sedangkan Ruki hanya bisa memandang Kaisar dengan tatapan nanar.


“Bawa dia ke kantor polisi karena aku akan melaporkannya atas perencanaan tindakan keji di depan rumah sakit!” titah Kaisar.


“Siap Pak!” jawab mereka dengan serempak. Pisau yang terpelanting di atas tanah pun juga langsung diamankan oleh satpam sebagai barang bukti.


“Jangaaaan Kaisaaaar! Jangan perintahkan satpam ini untuk membawaku ke kantor polis. Aku hanya ingin bicara baik-baik denganmu!” pekik Ruki dengan suara yang melengking sampai menjadi tontonan gratis di depan Rumah Sakit.


Kali ini siapa pun yang melihat Kaisar, pasti akan menganggap jika ia adalah pahlawan yang sangat gesit dan tanggap.


Syahla pun keluar dari mobil dan mendekati suaminya yang masih berdiri melihat ke arah Ruki yang digelandang oleh satpam.


“Mas!” panggil Syahla sambil memegang lengan Kaisar.


“Tidak ada yang perlu dimaafkan untuk suamiku yang hebat ini!” balas Syahla sambil ngelendot manja di lengan Kaisar.


“Masuk yuk, sayang! Pekerjaan kita sudah menunggu di dalam!” ajak Syahla.


“Haaah?!” Kaisar terkejut saat mendengar Syahla memanggilnya sayang di depan banyak orang.


“Gak usah kaget gitu deh kalo dipanggil sayang sama istrinya sendiri!” balas Syahla sambil menarik lengan Kaisar untuk masuk ke dalam.


Kaisar pun langsung merekahkan senyumannya melihat istrinya yang semakin hari semakin membuatnya jatuh cinta. Ada saja hal baru yang Syahla ciptakan setiap harinya.

__ADS_1


 Jika Syahla biasanya malu untuk memperlihatkan kemesraan mereka berdua di depan umum. Kali ini justru berbeda, Syahla sendiri yang memulai untuk memperlihatkan kemesraan mereka berdua.


“Mas seneng banget loh lihat istriku manja kayak gini!” ucap Kaisar yang kini sudah berada di dalam lift berdua dengan Syahla.


“Oh yaaa? Kalo gituh Syahla mau terus manja sama Mas Kaisar kalo gituh. Boleh kan?” tanya Syahla yang masih memeluk lengan suaminya dengan erat.


“Boleh banget dong sayang! Ini nih yang bikin Mas semangat kerja!” balas Kaisar sambil menoel hidung istrinya.


Syahla pun tersenyum dan kemudian sedikit berjinjit untuk menyamakan tingginya dengan Kaisar.


Cup! Kecupan sekilas dari Syahla mendarat sempurna di bibir Kaisar.


“Selamat bekerja SUAMIKU SAYANG! Hari ini Mas Kaisar tampak semakin tampan dan mempesona di mata Syahla. I love you, Mas!” ucap Syahla.


Ting!


Pintu lift pun terbuka membuat Kaisar tidak bisa membalas kecupan singkat istrinya barusan.


“Syahla kerja dulu yaa!” pamit Syahla yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari pintu lift menuju ke ruangannya.


“Kamu gemesin banget sih sayang! Mas tunggu jam makan siang di ruang kerja Mas ya!” ucap Kaisar yang masih harus naik lagi ke lantai atas.


“Siap, sayang!” balas Syahla sambil melambaikan tangannya ke arah Kaisar.


Pintu lift pun tertutup dan Kaisar hanya bisa mengusap wajahnya kasar mendapati sikap istrinya yang sudah membuatnya panas dingin sepagi ini.

__ADS_1


☘️☘️☘️


__ADS_2