
Hari ini Syahla sudah mulai aktivitasnya di rumah sakit, sedangkan Kaisar hanya mengantarkannya pergi bekerja dan kemudian mengurus laporan polisi Bersama Pak Andika di kantor polisi. Malam ini Kaisar akan memenuhi panggilan Reno yang memintanya untuk terjun balap liar yang terakhir kalinya.
“Sayang, mungkin Mas gak bisa jemput nanti. Pulangnya nanti biar dijemput sama sopir aja ya! Gak papa kan?” tanya Kaisar saat mereka berdua hampir sampai di rumah sakit.
“Gak papa, Mas! Hati-hati yaa. Syahla akan tunggu mas pulang!” balas Syahla.
“Iyaa sayang! Doakan mas ya agar semua rencana berjalan dengan baik!” pinta Kaisar.
“Aamiin!” balas Syahla.
Kini mobil mereka sudah berhenti di lobby rumah sakit. Syahla pun langsung menyalami Kaisar.
“Selamat berjuang ya, Mas!” ucap Syahla.
“Makasih sayang! Mas, pamit yaa! Selamat bekerja istriku sayang!”
Syahla melambaikan tangannya ke arah Kaisar. Setelah Syahla turun dari mobilnya, Kaisar pun langsung meninggalkan rumah sakit dan bergegas menyusul papanya yang sudah menuju ke kantor polisi.
“Cieee! Pengantin Baru nih udah mulai kerja aja!” sapa Mba Fina yang juga baru saja tiba. “Emang gak bulan madu dulu gituh?”
__ADS_1
“Nanti dulu dong mba! Kan Pak Kaisar juga baru launching pelayanan terbaru!” balas Syahla sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam lobby rumah sakit.
“Yaelaah, La. Udah nikah ini masih manggil Pak aja sih! Ganti dong panggilannya jadi ayang beb gituh biar romantis dikit!” timpal Mba Fina.
“Yaa gak bisa dong! Harus sesuai prosedur pekerjaan!” balas Syahla. “Ya udah, Syahla langsung ke ruangan ya mba! See you!”
Syahla pun langsung berbelok ke kanan menuju ke ruangannya, sedangkan Mba Fina masih terus lurus ke ruang administrasi.
Sedangkan di Markas Geng Motor, semua teman-teman Kaisar sedang mempersiapkan acara balap untuk nanti malam. Mereka sudah bersiap menuju ke puncak karena kebetulan jalanan puncak pasti sangat sepi jika malam sudah tiba. Lagi pula polisi juga sama sekali tidak akan sidak sampai ke puncak.
“Kaisar harus ikut dengan kita ke puncak. Dia gak bisa nyusul! Karena nanti justru akan membuat semua rencana jadi buyar!” ucap Laura yang sudah sangat menantikan hari ini.
“Kita tunggu aja, kata dia sekitar satu sampai dua jam lagi baru akan merapat karena dia masih harus mengantar istrinya bekerja!” balas Aldo.
“Kamu bikin apaan sih, Lau! Bukannya bantuin siapin peralatan tempur, ini malah kek orang mau jualan obat!” tanya Fera.
“Diem aja dah kalo gak tahu! Aku mau kasih surprise buat Kaisar malam ini!” ucap Laura.
“Jangan macem-macem deh Lau! Jangan sampai balapan malam ini gagal karena kamu!” sergah Noval. “Jangan ngeracik obat macem-macem buat memperdaya Kaisar! Nanti dia bisa kalah lagi dan uang itu gak jadi milik kita!”
“Ribut banget sih kalian ini! Obat kayak gini justru bikin dia makin semangat ngegas motornya. Setelah itu aku akan jadi orang yang akan mendinginkannya saat ia butuh pelepasan!”
__ADS_1
Ceracauan dari Laura itu kini tidak ditanggapi oleh teman-temannya sama sekali.
“Gimana tuh Al, Laura malah ngeracik obat kayak gituh?” tanya Noval kepada Aldo.
“Biarin aja, ntar kalau memang Kaisar kalah malam ini, dia juga harus tanggung jawab!” jawab Aldo.
“Tenang aja kalian semua! Aku bakal tanggung jawab kalo Kaisar kalah! Berapa pun yang kalian mau juga aku bakal kasih. Yang jelas kalian harus bantu aku malam ini untuk ngedapetin Kaisar!” ucap Laura dengan lantang.
“Yaelah Lau! Mana ada di dunia ini yang gratis?” timpal Fera.
Laura pun mengeluarkan uang di dalam tasnya. Kemudian ia taruh di atas meja begitu saja. “Nih dua puluh juta! Kalian bagi aja buat berlima. Jangan lupa nanti bantu aku dapetin Kaisar nanti malam!” ucap Laura.
Aldo pun langsung mengambil uang pemberian Laura dan membaginya untuk lima orang sesuai dengan titah dari Laura.
“Waaah, udah kaya nih Laura sekarang! Dapet uang darimana kamu?” tanya Fera.
“Emang harus dikasih tau ya aku dapet uang dari mana? Nikmati aja dulu gak usah banyak cincong!”
“Waaah, thanks ya Laura! Aku janji bakal bantuin kamu kali ini!” ucap Aldo yang langsung ditimpali oleh teman-teman yang lainnya.
☘️☘️☘️
__ADS_1