
Sedangkan Syahla saat ini tengah memenuhi janjinya untuk menemui Sarah di ruangannya. Jika tadi pagi Sarah seorang diri, kali ini Sarah tengah dijaga oleh ibunya.
“Assalamu’alaikum!” ucap Syahla sambil membuka pintu ruangan Sarah.
“Wa’alaikumussalam!” jawab Sarah dan juga ibunya bersamaan.
“Nak Syahla!” Ibu Sarah langsung berdiri dan menyambut kedatangan Syahla. Dengan santun Syahla langsung menyalami ibunya Sarah.
“Apa kabar bu?” tanya Syahla.
“Alhamdulillah baik Nak. Ibu sangat bahagia sekali saat tahu jika ada darah Nak Syahla yang mengalir dalam diri Sarah. Terima kasih banyak ya Syahla. Ibu doakan kau selalu dalam kebahagiaan dan lindungan Allaah!”
“Aamiin yaa Allah! Terima kasih banyak doanya bu. Oh iya Sarah, Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Syahla beralih ke arah Sarah.
“Alhamdulillah kata Kak Syahla tadi pagi itu bener. Tadi Dokter Qiara datang dan mengatakan jika Syahla sudah bisa pulang sore ini!” jawab Sarah.
“Syukurlah, kakak turut senang mendengarnya!” timpal Syahla.
“Maaf Nak Syahla, ibu harus mengurus administrasi dulu. Ibu tinggal gak papa kan?”
“Iya bu, silahkan!” timpal Syahla.
Setelah ibunya keluar dari ruangan, Sarah pun mulai membuka pembicaraannya.
“Maaf ya kak, kali ini Sarah gak sopan karena udah minta Kak Syahla datang kemari dan mengganggu jam kerja kakak!”
“Gak masalah, Sarah. Santai aja! Sekarang kamu bilang deh apa yang mau kamu certain!”
Sarah pun langsung menggenggam tangan Syahla sambil memandang ke arahnya secara intens. “Sarah percaya jika kakak adalah orang yang bisa dipercaya dan menjaga rahasia!”
“Okey, coba kamu cerita!” timpal Syahla.
Saraha menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
“Kak, sebenarnya aku kemarin nolongin Gus Faris itu … emm … karena …”
“Karena Sarah suka ya sama Gus Faris?” tembak Syahla to the point.
“Gini gini kak! Kakak jangan negatif thinking dulu ya. Sarah tuh awalnya kagum banget sama Gus Faris. Tegas, berwibawa, udah gitu idola banget di santri putri.”
__ADS_1
“Tapi saat kita tahu tunangan Gus Faris itu kak Syahla, Sarah pribadi dukung banget karena kalian berdua itu cocok. Gus Faris tampan, Kak Syahla juga cantik, lemah lembut bahkan banyak diantara teman teman Sarah jadi baper dengan hubungan kalian berdua.”
“Kayak lagi nonton romantic drama gitu kaak. Dan waktu Gus Faris ngumumin batalnya pertunangan kalian itu, Sarah juga merasakan patah hati. Rasanya kayak gak percaya.”
“Sampai akhirnya terkuak kenapa hubungan Gus Faris dan Kak Syahla putus. Semua yang mengidolakan Gus Faris itu sampai ilfeel banget sama Gus Faris. Yaah, waktu itu Sarah juga sempat ilfeel sih!”
“Tapi waktu ngeliat Gus Faris frustasi banget di hari pernikahan Kak Syahla sama Pak Kaisar, Sarah jadi gak tega. Makanya jiwa pahlawan Sarah muncul untuk menyelamatkan Gus Faris yang hampir tertabrak.”
“Salah gak sih kak, kalau Sarah punya perasaan khusus buat Gus Faris?”
Syahla langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Perasaan itu gak salah Sarah, wajar kalau kamu mengagumi Gus Faris dengan segala sifat yang dia punya. Dan rasa kagum itu mungkin berubah jadi cinta!” timpal Syahla membuat wajah Sarah mulai merona.
“Yang gak wajar itu nantinya kalau kamu jatuh cinta dan terus mengejar-ngejar orang yang kamu cintai sampai berambisi untuk memilikinya!”
“Kayak apa yang dilakukan Gus Faris sama Kak Syahla ya?” timpal Sarah membuat Syahla langsung terkekeh pelan.
“Yaa gak gitu juga sih. Maksud kakak tuh gini …”
“Gak papa kok kak, Sarah mah paham gimana Gus Faris berambisi buat mendapatkan cintanya kak Syahla kembali. Kalo menurut kak Syahla, sebaiknya Sarah harus gimana?” tanya Sarah meminta saran dari Syahla.
“Sarah tahu gak, siapa pemilik cinta yang sebenarnya?” tanya Syahla.
“Kalo Sarah udah tau, Sarah bisa pasrahkan semuanya sama Allah. Curhatin perasaan Sarah sama Sang Pemilik Cinta yang sebenarnya. Nanti ke depannya biarkan Allah yang mengatur perjalanan cinta Sarah. Hanya Dia yang Maha Mengetahui, kemana cintamu harus berlabuh!” jelas Syahla membuat mata Sarah langsung berkaca-kaca.
“Masyaa Allaah kak Syahla. Sekarang Sarah tahu apa yang membuat Gus Faris gak bisa move on dari kakak. Sarah aja jatuh cinta sama sifat lembut Kak Syahla.” Tanpa terasa air mata Sarah jatuh membasahi pipinya.
“Jangan nangis dong Sarah!” Syahla langsung mengusap air mata Sarah yang berderai. “Mau kakak peluk?” tawar Syahla yang langsung dijawab Sarah dengan anggukan kepalanya.
“Mau banget kaaak!” jawab Sarah dan Syahla pun langsung memeluk Sarah yang saat ini usianya sebaya dengan adiknya, Syauqi.
“Syauqi pasti seneng dan bangga banget ya punya kakak kayak kak Syahla. Bikin Sarah iri jadinya. Andai aja Kak Syahla itu kakaknya Sarah!” gumam Sarah pelan.
“Kalau Sarah menginginkan hal itu, mulai sekarang kak Syahla juga akan jadi kakak kamu. Gimana? Jadi Sarah bisa curhat dan cerita apa aja sama kak Syahla.”
Tawaran Syahla kali ini bagaikan tetesan embun di pagi hari yang terasa begitu menyejukkan hati.
“Mauu bangeeeet kaaaak!” teriak Sarah dengan sangat gembira.
“Mulai sekarang, kakak akan panggil kamu dek Sarah, gimana?”
__ADS_1
“Alhamdulillaaah. Terima kasih ya Allaah udah memberikan kakak yang sholihah untuk Sarah!” ucap Sarah.
“Insya Allah Sarah akan jadi adik yang baik buat Kak Syahla.”
“Aamiin. Ya udah, kalo gitu kakak balik kerja lagi yaa, dek Sarah!” pamit Syahla sambil tersenyum.
“Oke kakakku sayang. Semangat ya kerjanya!” balas Sarah yang tampak sangat bahagia.
Syahla pun langsung keluar dari ruangan Sarah. Tepat saat sampai di luar ruangan, Syahla berpapasan dengan Gus Faris dan juga Ning Fara.
“Assalamu’alaikum Kak Syahla!” sapa Ning Fara.
“Wa’alaikum salam. Mau nengokin bestie nya yaa?” balas Syahla
“Iya kak! Kata Sarah udah mau pulang yaa? Ini kami datang buat jemput dia!” timpal Ning Fara.
“Insya Allah sudah bisa pulang. Ini ibunya juga lagi urus administrasi!” balas Syahla yang kemudian beralih ke arah Gus Faris.
“Assalamu’alaikum Gus Faris!” sapa Syahla yang sudah tidak dingin lagi seperti sebelumnya.
“Wa’alaikumussalam, Syahla. Alhamdulillaah, akhirnya Mas Faris dapat salam dari Syahla.”
“Ya udah kalo gitu Syahla balik kerja dulu yaa. Dek Sarah juga lagi sendirian tuh di dalam.”
“Oh iya kak. Selamat kerja yaa.”
“Semangat kerjanya ya Syahlaa!” timpal Gus Faris yang tampak sangat berbunga-bunga meski hanya mendapat salam dari Syahla.
Syahla langsung undur diri dari hadapan Ning Fara dan juga Gus Faris. Sedangkan Ning Fara sedikit terkejut saat mendengar Syahla menyebut sahabatnya dengan panggilan ‘dek Sarah’.
“Mas Faris tadi denger gak kalo kak Syahla sebut Dek Sarah?” tanya Ning Fara.
“Gak tau, yang Mas denger itu tadi Syahla ucapin salam ke mas Faris aja!” balas Gus Faris sambil mengedikkan bahunya.
“Hidiih, ampun deh nih orang. Susah banget move on dari istri orang!” celetuk Ning Fara.
“Insya Allah Mas Faris akan move on! Yaah, meskipun mantan tunangan tapi kalau komunikasinya tetap baik kan jadi bikin hati adem!” kilah Gus Faris.
“Oooh, jadi adem dong ya hatinya. Bukan berbunga-bunga gituh?” timpal Ning Fara.
“Ck, kamu nih masih bau kencur ngerti apa sih. Yuk masuk ke dalem!” ajak Gus Faris mengalihkan pertanyaan adiknya.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam ruangan Sarah.