
Syahla yang sedari pagi tidak mendapat kabar tentang Kaisar pun merasa sangat gusar. Sampai jam kerjanya habis, Kaisar belum juga memberi kabar kepadanya. Kini Syahla mulai memesan taksi online untuk kembali ke rumahnya.
Namun tiba-tiba Gus Faris sudah berdiri di depan Syahla. “Syahla mau pulang ya? Afkara dimana? Kok gak kelihatan?” tanya Gus Faris sambil celingukan.
“Kebetulan suami Syahla sedang ada urusan di luar, Gus!” balas Syahla membuat Gus Faris menghela nafasnya panjang.
Mendengar Syahla menyebut Kaisar dengan ‘suami Syahla’ membuat hati Gus Faris teriris-iris. Namun ia kembali teringat pesan keluarganya jika ia harus bisa move on dari Syahla.
“Oh gitu, trus Syahla mau pulang kemana? Mau bareng sama Mas Faris gak?” tawar Gus Faris. “Kebetulan Mas Faris datang bawa mobil!”
“Terima kasih banyak tawarannya Gus, tapi ini Syahla udah mau pesan taksi online kok!” tolak Syahla karena ia tidak mau pulang berdua dengan Gus Faris.
“Udah pulang sama kita aja Kak Syahla. Kan ada Fara juga, kalian gak akan berdua aja kok di dalam mobil!” timpal Ning Fara yang tiba-tiba datang dari belakang Syahla.
“Eh, ada Ning Fara juga yaa!” Syahla langsung berbalik dan menyapa adik kandung Gus Faris.
“Iya dong kak, Yuk ikut kita aja!” Ning Fara langsung menarik tangan Syahla menuju ke parkiran mobilnya.
Gus Faris pun langsung menyunggingkan senyumannya sambil mengikuti langkah Fara dan Syahla yang sudah berjalan mendahuluinya.
Sedangkan Syahla pun mau tidak mau mengikuti Ning Fara karena ia tidak mungkin untuk menolak kebaikannya. Sesampainya di parkiran, Ning Fara dan Syahla langsung masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Gus Faris.
__ADS_1
Gus Faris pun langsung mengemudikan mobilnya ke arah jalan pulang. Tiba-tiba ponsel Syahla berdering dan tampak panggilan masuk dari Pak Andika, papa mertuanya.
“Assalamu’alaikum Papa, ada apa?” tanya Syahla saat panggilannya sudah tersambung.
“Wa’alaikum salam Syahla! Papa Cuma mau kasih tau kalo Kaisar saat ini berada di kantor polisi.”
Deg! Kabar dari Papa mertuanya membuat Syahla sangat shock mendengarnya. Namun ia berusaha untuk tenang dan tidak panik agar Gus Faris dan juga Ning Fara tidak mengetahui masalah yang saat ini sedang dialaminya.
“Iya paa, terus gimana?” tanya Syahla.
“Kamu bisa kan datang ke kantor polisi untuk memberi dukungan moral untuk Kaisar? Kebetulan papa masih harus mengurus urusan yang lain!” balas Pak Andika.
“Insya Allah bisa papa. Ini Syahla langsung kesana aja! Makasih banyak informasinya ya paa!” balas Syahla.
“Oke, nak. Terima kasih banyak yaa. Jangan risau, Kaisar insya Allah aman! Assalamu’alaikum!”
“Gus Faris, Syahla masih harus ke tempat lain. Syahla diturunin aja di tepi jalan yang di bawah pohon itu!” pinta Syahla.
“Memangnya ada urusan apa Kak Syahla?” tanya Ning Fara.
Pertanyaan Ning Fara membuat Syahla mulai bingung harus menjawab apa. Untung saja Gus Faris mengingatkan adiknya untuk tidak terlalu ikut campur dengan urusan Syahla.
“Kepo amat dek! Namanya juga urusan pribadi Syahla kan gak perlu kamu tahu semuanya!” timpal Gus Faris.
__ADS_1
“Oh, iya. Maaf Kak Syahla. Ya udah, semoga urusannya lancer ya kak!”
“Aamiin! Makasih banyak ya Ning Fara!” balas Syahla.
Gus Faris pun kemudian menepikan mobilnya ke tepi jalan sesuai dengan permintaan Syahla. Kemudian Syahla turun dan mengucapkan terima kasih dan Gus Faris langsung melanjutkan perjalanannya.
Namun kali ini Gus Faris sengaja untuk memelankan laju mobilnya sambil sesekali memperhatikan Syahla dari kaca spionnya.
“Diiih, tadi aja ingetin Fara buat gak kepo sama urusan orang lain. Tapi ini Mas Faris penasaran juga kan?” celetuk Ning Fara yang melihat gerak gerik abangnya yang terus memperhatikan Syahla dari kaca spion.
“Mas cuma gak mau terjadi apa-apa sama Syahla! Wajar dong kalau Mas khawatir!” balas Gus Faris yang kemudian menepikan mobilnya dan memastikan Syahla baik-baik saja.
“Kita tunggu Syahla sampai dapat taksi online ya dek!”
“Oke deh. Emang susah banget ya move on dari Kak Syahla?” tanya Ning Fara.
“Gak perlu ditanya kalo itu mah. Kamu juga masih berharap Syahla jadi kakak perempuan kamu kan?” balas Faris yang hanya dijawab Fara dengan deheman singkat.
‘Kalo aku kan emang masih berharap penuh. Siapa tahu nanti Syauqi bisa nikah sama aku, Kak Syahla juga bakal jadi kakak ipar aku!’ gumam Fara dalam hati.
“Eh, Kak Syahla udah naik taksi online tuh Mas! Mau di ikutin apa gimana?” tanya Fara.
“Mas sih pingin ngikutin Syahla. Menurut kamu gimana?” balas Gus Faris balik bertanya.
__ADS_1
“Ya udah yuk ikutin aja. Fara juga takut Kak Syahla kenapa-napa!”
Akhirnya mereka berdua pun sepakat untuk mengikuti Syahla dari belakang dan tentunya tanpa sepengetahuan Syahla.