
Tepat jam 4 Sore, Kaisar sudah berdiri di depan ruangan Syahla sambil menenteng tas dan menyampirkan jasnya di lengan tangannya. Sedangkan Syahla sendiri masih sibuk berkutat dengan komputernya untuk membuat evaluasi tindakan keperawatan miliknya hari ini.
Kedatangan Kaisar kali ini membuat perawat yang berada dalam satu ruangan dengan Syahla yang tadinya saling ngobrol, langsung pada diam dan kembali ke pekerjaannya masing-masing.
“Masih belum selesai ya sayang?” tanya Kaisar yang langsung mendekati istrinya dan menarik kursi yang ada di dekat Syahla.
“Tinggal sedikit lagi kok, Pak. Sebentar lagi selesai!” timpal Syahla yang masih berusaha sedatar mungkin menanggapi pertanyaan Kaisar.
Meskipun Kaisar memanggilnya dengan panggilan -sayang-, Syahla tetap tidak mau memanggilnya Mas, apalagi saat ini mereka tidak sedang berdua.
Sedangkan teman Syahla yang lainnya hanya bisa memandang kemesraan sepasang pengantin baru tersebut. Dimana Kaisar tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari istrinya yang masih sibuk membuat laporan evaluasi.
Setengah jam berlalu, Syahla benar-benar sudah selesai dan mematikan komputernya. Kemudian ia pun mengambil tasnya dan berpamitan kepada semua teman satu ruangannya.
“Aku pulang dulu yaa, see you tomorrow! Assalamu’alaikum!”
“Wa’alaikum salam!” jawab mereka serentak yang kemudian langsung berkumpul jadi satu saat Syahla sudah keluar dari ruangan untuk membicarakan kemesraan Kaisar yang sangat setia menunggu istrinya.
Sedangkan Kaisar yang masuk ke dalam lift langsung mengikis jaraknya dengan Syahla.
“Kamu tuh bikin mas kangen banget tau gak sih?” ucap Kaisar yang mengunci tubuh istrinya di dinding lift.
“Yah kan baru berapa jam gak ketemu, masa’ udah kangen sih Mas?” tanya Syahla sambil mendorong tubuh Kaisar untuk menjauh darinya karena pintu lift akan terbuka.
Beberapa orang pun masuk membuat Kaisar tidak bisa leluasa lagi untuk mengobrol dengan Syahla. Kini ia hanya bisa menggenggam tangan istrinya dengan erat sampai pintu lift kembali terbuka.
“Tunggu di sini dan jangan kemana-mana ya! Mas ambil mobil dulu!” titah Kaisar saat mereka berdua sudah menginjakkan kakinya di lobby.
“Siap!” balas Syahla yang langsung mencari tempat duduk untuk menunggu Kaisar.
Dari kejauhan, tampak ada sepasang mata yang tengah memperhatikan Syahla. Kemudian pemilik sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Syahla dari kejauhan pun melangkahkan kakinya mendekati Syahla.
“Syahla Adiba!” panggil pria yang kini sudah berdiri di hadapan Syahla.
Syahla yang tengah menjawab pesan yang masuk ke dalam ponselnya pun langsung mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang tengah memanggil namanya.
“Ya, saya!” jawab Syahla sambil berdiri. “Maaf, anda siapa ya?” tanya Syahla yang memang belum pernah bertemu dengan sosok yang kini berdiri di hadapannya.
“Kenalkan, saya Reno Saputra!” lelaki yang Bernama Reno tersebut langsung mengulurkan tangannya ke arah Syahla, namun Syahla bukannya membalas uluran tangan Reno, melainkan justru menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
“Maaf, saya tidak biasa berjabat tangan!” ucap Syahla. “Saya sama sekali tidak mengenal anda, Pak. Dan saya harus segera pulang. Saya permisi dulu!”
Syahla yang sengaja menghindari Reno pun langsung melangkahkan kakinya ke luar pintu lobby untuk menunggu Kaisar.
“Sial! Istri Kaisar benar – benar sangat cantik dan angkuh!” gumam Reno sambil mengejar Langkah Syahla dan langsung menghadangnya.
“Tapi aku punya keperluan denganmu, Syahla! Dan ini menyangkut nyawa suamimu!” tukas Reno yang berhasil menghadang Syahla.
Untung saja Kaisar cepat datang dan langsung menggenggam tangan istrinya. Syahla pun langsung bersembunyi di belakang punggung Kaisar.
“Hal apa yang ada sangkut pautnya denganku?” tanya Kaisar. “Kalau kau memang memiliki masalah denganku, kita bicarakan berdua dan jangan pernah mengganggu istriku sedikit pun!” ancam Kaisar.
“Wow! Wow! Wow! Ternyata kau benar-benar bisa jatuh cinta juga yaa. Dan tipe Wanita yang kau suka juga sangat cantik dan berkelas.”
“Katakan saja apa maumu dan jangan membuat keributan di tempat umum seperti ini!” ucap Kaisar.
“Temui aku jam tujuh malam di Night Club ABC dan jangan terlambat!” pinta Reno sambil terus memandang ke arah Syahla.
“Aku tidak bisa! Cari tempat lain selain tempat itu!” balas Kaisar.
“Datang atau …” Reno sengaja mendekatkan tubuhnya dengan Kaisar dan berbisik, “Aku akan menculik istrimu dan membuatnya hamil anakku!”
“Oke, aku akan datang!” jawab Kaisar yang langsung menarik tangan Syahla untuk pergi meninggalkan Reno.
☘️☘️☘️
“Mas, Syahla takut. Siapa dia sebenarnya?”
Kaisar pun membukakan pintu mobil untuk Syahla dan mempersilahkannya masuk ke dalam. “Masuklah, nanti aku akan cerita siapa dia!”
Syahla pun menurut, ia pun masuk ke dalam mobil dan Kaisar langsung menutup pun mobilnya. Namun saat ia berbalik, lagi-lagi Reno sudah berdiri di sampingnya.
“Apa lagi?” tanya Kaisar dengan ketus.
“Entah kenapa setiap apa yang kamu miliki menjadi sesuatu yang sangat aku sukai, Kaisar! Dan kini, aku sangat menyukai istrimu!” ucap Reno yang sengaja memancing kemarahan Kaisar.
Kaisar tampak mengepalkan tangannya dengan geram dan hendak ia hantamkan ke wajah Reno. Namun ia masih ingat jika saat ini ia masih berada di Rumah Sakit.
“Jangan gila, Reno! Aku tidak akan membiarkanmu mendekati istriku meski hanya sejengkal!” ucap Kaisar.
“Tapi aku akan membuatnya sangat membencimu dan mengajukan gugatan cerai terhadapmu!” ancam Reno.
__ADS_1
Kali ini Kaisar tidak bisa lagi menahan amarahnya. Ia pun siap untuk melayangkan tangannya untuk memukul wajah Reno. Namun Syahla yang sangat paham dengan Gerakan Kaisar pun langsung menahan tangan suaminya.
“Tahan, sayang!” Syahla memeluk lengan Kaisar dengan erat. “Jangan terpancing dengan mulut busuk seseorang dengan membuat keributan di sini!”
“Ucapan yang keluar dari mulut yang busuk, tidak perlu didengar, apalagi sampai dimasukkan ke dalam hati. Takut nanti kita akan tertular dengan virusnya!” lanjut Syahla lagi.
“Dan maaf Pak Reno! Saya tidak mengizinkan suami saya untuk datang ke Night Club ABC nanti malam! Karena saya tidak rela ditinggal sendiri dengan status kami yang masih sebagai pengantin baru.”
“Jika anda masih bersikeras untuk hal ini, maka saya tidak segan-segan untuk melaporkan anda kepada pihak yang berwajib atas tuduhan perbuatan yang sangat mengganggu kenyamanan!” ucap Syahla dengan tegas.
Kini Syahla menarik tangan Kaisar untuk masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Reno yang masih berdiri di tempatnya. Mobil Kaisar pun melesat meninggalkan rumah sakit, sedangkan Reno langsung menendang kerikil kecil yang ada di depannya dengan kesal.
“Sial! Aku tidak menyangka jika istri Kaisar secerdas ini! Bisa-bisanya dia menggagalkan semua rencanaku!” umpat Reno sambil melangkahkan kakinya menuju ke parkiran motornya.
Sesampainya di sana, ia langsung disambut dengan adik perempuannya Ruki.
“Loh, kakak gak ditonjok sama Kaisar?” tanya Ruki sambil mengelilingi kakaknya.
“Gak Ruki, Kaisar memang terpancing dengan ucapanku. Tapi istrinya sangat pandai untuk meredam amarah Kaisar!” balas Reno.
“Okey, rencana pertama untuk menjebloskan Kaisar ke penjara memang sudah gagal. Tapi rencana kedua berhasil kan untuk mengajak Kaisar datang ke Night Club nanti malam?” tanya Ruki lagi.
Lagi-lagi Reno menggelengkan kepalanya. “Istrinya melarang Kaisar untuk pergi dan jika kakak terus menuntut Kaisar untuk datang, istrinya justru akan melaporkan ke pihak yang berwajib atas tuduhan mengganggu kenyamanan!” balas Reno membuat Ruki naik pitam.
“Kenapa kakak bodoh sekali! Biarkan saja istrinya melapor. Yang penting aku bisa bertemu dengan Kaisar dan membuatnya bertekuk lutut di depanku!”
“Dia tidak akan pernah mau bertekuk lutut di depanmu, Ruki! Ingat! Enam tahun kita tidak pernah berhasil menaklukkannya sedikit pun! Sampai rencana gila yang kau buat kemarin dan Kaisar hampir saja kehilangan nyawanya.”
“Apa kau masih belum puas dengan semua yang kau rencanakan dan akhirnya gagal?”
“Kakak capek untuk selalu menuruti keinginanmu, Ruki! Dan kali ini, kakak tidak mau lagi ikut campur dengan rencanamu! Kakak tidak mau berakhir dengan mendekam di dalam penjara seperti teman Kaisar yang lainnya!” ucap Reno yang langsung memakai helmnya dan meninggalkan Ruki.
Sedangkan Ruki hanya bisa mengepalkan tangannya dengan geram. “Kenapa kau begitu sulit untuk ditaklukkan Kaisar?!” rintih Ruki yang sudah enam tahun belum bisa melupakan perasaannya dengan Kaisar meskipun berulang kali mendapat penolakan dari Kaisar secara terang-terangan.
☘️☘️☘️
Naaah, kira-kira siapa Ruki dan Reno sebenarnya? Yuuk nantikan cerita Kaisar yang akan author update nanti malam yaaa. Waaah, kayaknya perbincangan Kaisar sama Syahla di kamar bakalan seru nih! Yang penasaran, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian di bawah ini ya (like, comment, vote, gift, rate bintang 5, dan klik permintaan update biar nanti malam author up yang banyak).
__ADS_1