
Keesokan harinya, Syahla bangun lebih awal dari Kaisar dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Tiga ronde permainannya semalam membuatnya lumayan lelah.
Namun tidak bisa dipungkiri jika ia benar-benar sangat menikmatinya setelah sekian lama mereka disibukkan dengan berbagai macam kegiatan di Bali. Setelah mandi, Syahla baru membangunkan suaminya yang masih meringkuk dibalik selimut tebalnya.
“Mas, bangun yuk! Kita sholat subuh bareng!” ajak Syahla sambil menggoyangkan tubuh Kaisar.
Perlahan Kaisar mengerjapkan matanya perlahan dan membukanya. Senyumnya langsung mereka melihat rambut Syahla yang masih basah. Seketika ingatannya kembali saat Syahla pertama kali menggodanya dan meminta jatah padanya.
“Istri mas udah mandi ya?” tanya Kaisar dengan suaranya yang serak khas orang bangun tidur.
“Udah dong sayang!” balas Syahla yang bersiap menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya.
“Eeeeh, mau kemana sih sayang? Sini dulu dong!” Kaisar langsung menarik lengan istrinya sampai Syahla terduduk di atas tempat tiudr dan sedikit menindih Kaisar.
Kaisar pun langsung bangun dan memeluk Syahla dengan erat.
“Semalam itu Syahla beneran bikin Mas seneng banget loh, sayang! Belajar dari mana sih?” tanya Kaisar sambil berbisik tepat di telinga istrinya.
Wajah Syahla pun seketika merah merona mendengar pertanyaan suaminya. Dia sendiri tidak tahu mengapa bisa seberani itu. Terlebih sup kesuburan yang ia masak ternyata memiliki efek yang luar biasa.
“Mas Kaisar beneran mau tahu?” Bukannya menjawab, Syahla justru balik bertanya dan Kaisar langsung menganggukkan kepalanya.
“Nanti Syahla kasih tahu habis sholat subuh!” bisik Syahla membuat mata Kaisar langsung berbinar.
“Siap sayaaaang! Kalo gituh, Mas mandi dulu ya!” ucap Kaisar yang langsung ngacir masuk ke kamar mandi.
***
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang lain, keluarga Kyai Badrun dan juga Ustadz Bakri tengah disibukkan dengan berbagai persiapan pernikahan Gus Faris dan juga Sarah. Kebetulan tes kenaikan kelas juga sudah usai, dan kini para siswa tinggal menunggu hasil raport yang dibagikan.
Pagi ini, Ning Fara sengaja izin tidak masuk sekolah untuk menjalankan misi persahabatan. Keluhan Sarah mengenai sikap dingin dan ketus Gus Faris membuat Ning Fara sangat penasaran bagaimana perasaan abangnya terhadap Sarah, sahabatnya yang sebentar lagi akan beralih status menjadi kakak iparnya.
“Fara, ini udah hampir jam tujuh loh! Emang gak sekolah?” tanya Gus Faris yang baru keluar dari kamarnya dan hendak sarapan.
“Hari ini Fara mau izin dulu, Mas. Ada hal penting yang perlu Fara tanyain sama Mas Faris!” balas Fara membuat Gus Faris mengernyitkan dahinya.
“Tentang masalah apa?”
“Masalah Sarah!” jawab Fara membuat Gus Faris langsung menghela nafasnya panjang.
“Kalo mau Cuma nanyain masalah Sarah, gak perlu sampe bolos sekolah kayak gini kan?” tanya Gus Faris dengan nada cukup tinggi.
“Karena ini urgent and very important, jadi Fara harus izin berangkat sekolah untuk mengetahui semua kebenarannya!” jawab Ning Fara dengan tegas.
Ucapan dari Gus Faris kali ini membuat Ning Fara terkesiap. Bahkan ia tidak menduga bagaimana bisa abangnya ini mengetahui dengan persis apa yang ingin ia tanyakan.
“Ada yang mau ditanyakan lagi atau sudah jelas jawabannya?” tanya Gus Faris.
“Kayaknya cukup deh!” jawab Ning Fara.
“Yaudah, kalo gitu kamu sekarang ganti baju seragam dan langsung berangkat ke sekolah!” titah Gus Faris.
“Iya deh iyaa! Ngeselin banget sih!” gerutu Ning Fara yang bergegas masuk ke dalam kamar dan mengenakan seragamnya.
💞💞💞
Syahla dan Kaisar sengaja menghabiskan waktunya untuk bermanja-manja selepas menjalankan sholat subuh. Hari ini mereka berdua sama-sama libur. Syahla sendiri sedang dilarang untuk memasak karena Kaisar hanya ingin selalu berdekatan dengan Syahla.
__ADS_1
“Cinta!” panggil Kaisar dengan mesra. “Pertanyaan Mas Kaisar yang tadi tolong dijawab dong!” pinta Kaisar menghiba.
“Kalo gak dijawab gak papa kan, Mas?” balas Syahla yang enggan menjawab pertanyaan dari Kaisar mengenai dari mana ia belajar menggoda suaminya semalam.
“Kena denda tapi loh ya!” balas Kaisar sambil merapatkan tubuhnya dengan tubuh istrinya.
“Dendanya di sini!” Kaisar mengusap bibir Syahla dengan pelan. “Terus di sini!” Kali ini tangannya mengusap dada sintal Syahla yang semakin lama semakin berisi.
“Maaas!” panggil Syahla dengan nada protesnya.
“Dan juga di …” belum sempat tangan Kaisar turun ke bawah, Syahla cepat-cepat menahannya.
“Oke-oke, Syahla akan jawab!” ucap Syahla yang sudah mulai turn on karena sentuhan Kaisar barusan.
“Sayangnya Mas udah gak butuh jawaban, melainkan mas butuh Syahla bayar denda!” ucap Kaisar penuh kemenangan.
“Tap ikan semalem kita udah …” protes dari Syahla kali ini langsung dicegah Kaisar dengan bibirnya yang membungkam bibir Syahla.
Tanpa menunggu lama, mereka kini sudah saling memagut satu sama lain. Bahkan tanpa mereka berdua sadari, kini posisi mereka sudah tidak mengenakan apa-apa dan bergelut di dalam selimut.
Namun, saat Kaisar hendak melakukan penyatuan, tiba-tiba Syahla merengek manja ingin berada di posisi atas. Dengan senang hati Kaisar pun mengabulkannya hingga akhirnya mereka sama-sama sampai pada puncak mereka masing-masing.
💞💞💞
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku
__ADS_1