
Devan pun hanya melihat punggung meta yang sudah menjauh. Anisa yang ada di situ pun juga merasa kesal Rendi meninggalkannya begitu saja. Apalagi tadi dia dibentak oleh Rendi di depan umum.
"Kak Devan apa sih hubungan kak Rendi sama kak meta?"
"Aku juga gak tahu!" kata Devan menjawab singkat dan hendak pergi dari situ.
"Eh tunggu kak....kak Devan suka ya sama kak meta?"
"Bukan urusan kamu!" kata Devan ketus dan berlalu meninggalkan Anisa di situ.
"Hu....kenapa sih dengan mereka, pada nyebelin semua!" kata Anisa kesal sendiri karena dari tadi dicuekin.
Di kantin sekolah
Rendi mengajak meta ke kantin sekolah untuk bicara empat mata.
"Ngapain kamu maksa gue buat ikut!"
"Kok ngomongnya jadi gue-gue gitu sih, biasanya juga aku kamu!Dan yang jelas sekarang aku mau jelasin ke kamu semuanya!"
"Jelasin apalagi?gak ada yang perlu dijelasin!"
Rendi pun mendudukkan meta di bangku.
"Duduk dulu nanti aku jelasin!"
"Ya udah jelasin aja....aku kasih waktu 5 menit buat kamu ngomong!"
"Yang jelas, aku gak ada apa-apa sama Anisa. Dia itu memang dulu teman kecil aku, karena kebetulan kita tetanggaan dan aku juga gak pernah ada hubungan spesial sama dia, dia aja yang entah kenapa tiba-tiba pengen akrab bahkan dengan terang-terangan nembak aku, tapi aku tolak karna aku gak suka sama dia! Aku minta kamu percaya sama aku dan aku harap gak ada kesalahpahaman lagi diantara kita...!"
"Terus tadi pagi kenapa kamu nonjok devan?apa salah Devan?"
"Kamu mau tahu salah Devan apa?salah dia karna udah deketin kamu!Met...kamu sadar gak sih. .dia itu suka sama kamu!Aku gak suka kamu deket-deket sama dia!"
"Asal kamu tahu Devan itu sahabat aku, dia yang kemarin nolongin aku pas waktu aku kehujanan gak ada yang jemput, gak ada angkutan umum dan kamu. Kamu malah nganter si Anisa itu!!! Dan Devan juga yang selalu hibur aku saat aku sedih karena lihat kamu berduaan dengan Anisa! Aku denger sendiri kalo Anisa terang-terangan meluk kamu Rend, aku benar-benar sakit lihat kamu sama Anisa!"
Rendi pun meraih tangan meta dan menggenggamnya.
"Aku minta maaf kalo waktu itu aku ninggalin kamu, karna waktu itu kamu sendiri yang minta aku buat nganter Anisa, dan aku pikir kamu udah dijemput waktu aku balik lagi ke sekolah buat jemput kamu, kamu udah gak ada!"
"Jadi waktu itu kamu balik ke sekolah lagi?"
__ADS_1
"Iya, setelah nganter Anisa aku langsung balik lagi ke sekolah buat mastiin kamu masih di sekolah atau nggak. Eh ternyata kamu udah gak ada di gerbang, jadi aku kira kamu udah di jemput sama sopirmu"
"Oh....jadi...."
Ternyata meta sudah salah paham dengan Rendi, waktu itu meta berpikir yang tidak-tidak tentang Rendi.
"Dan waktu Anisa bilang suka sama aku. Aku bilang sama dia kalau aku gak punya perasaan apa-apa sama dia, karna dia udah aku anggep seperti adikku sendiri! Yah meski dia gak terima dan terus ngejar aku! Tapi met yang perlu kamu tahu aku gak pernah ada perasaan apa-apa sama Anisa. Aku harap kamu percaya sama aku"
Meta berpikir sejenak, mencoba memahami dan mempercayai semua perkataan Rendi.
"Aku benar-benar minta maaf met kalo aku gak sengaja nyakitin kamu..aku berharap kamu bisa maafin aku."
"Kalo aku maafin kamu, apa kamu bisa janji sama aku supaya kamu bisa jauhin Anisa!"
"Tentu aja... aku akan jauhin dia, karna aku gak pengen hubungan kita renggang kayak gini....jadi kamu maafin aku kan?"
"Iya aku maafin!" kata meta sambil mengangguk.
"Makasih kamu udah maafin aku!"
"Iya...ya udah ayo ke kelas...bentar lagi pelajarannya pak Yanto kan. Nanti kita kena masalah lagi!"
Meta tidak ingin kena masalah seperti tempo hari ketika mereka berdua ketahuan lempar-lemparan kertas dan menyuruh Rendi membaca isi kertas itu di depan kelas.
Beruntung ketika mereka masuk kelas kali ini pak Yanto belum datang.
Beberapa menit kemudian justru Bu Diah yang masuk ke kelas mereka. Spontan meta memandang ke arah Rendi, dan sebenarnya dia takut kalo Bu Diah memanggil Rendi dan Devan lagi.
"Selamat siang anak-anak!"
"Siang Bu......!"
"Hari ini ibu akan memberikan pengumuman..."
Deg...deg...deg....meta ketakutan kalo-kalo pengumuman itu berkaitan dengan Rendi dan Devan.
"Pengumuman apa Bu?"tanya salah satu siswa.
"Besok seperti yang sudah dijadwalkan kemarin, sekolah akan mengadakan outing class di salah satu hutan kota dan nanti kalian akan mengerjakan tugas-tugas yang diperintahkan oleh bapak ibu guru untuk mengamati tentang berbagai macam jenis tumbuhan yang ada di sana. Jadi silahkan nanti kalian siapkan perlengkapannya dan ibu sudah membuat kelompok untuk kalian nanti silahkan kalian baca nama kelompoknya. Jangan lupa jam 8 kita sudah kumpul di sekolah. Jangan sampai ada yang terlambat!"
Spontan anak-anak langsung berteriak kegirangan mendengar kata outing class, setidaknya mereka bisa refreshing sekaligus belajar di sana. Meta pun bernafas lega karena Bu Diah tidak memanggil Rendi dan Devan lagi.
__ADS_1
"Yeay....besok outing class.....!" kata Rika kegirangan.
"Eh..Oting class cuma buat anak kelas 3 ajak kan?"
"Biasanya sih iya, emangnya kenapa met?"
"Eh ..nggak....cuma tanya aja! Btw berarti kita harus siap-siap dari sekarang. Oh iya kita lihat nama kelompok kita dulu yuk, mudah-mudahan kita bisa satu kelompok ya!"
"Yuk kita lihat ke depan!"
Meta dan Rika melihat nama kelompok yang sudah ditempel oleh Bu Diah tadi walaupun sekarang sudah dikerumuni oleh teman-temannya yang juga penasaran.
"Eh met....kita sekelompok sama Devan tuh!"
"Coba lihat!"
Meta berusaha susah payah melihat nama kelompok karena kerumunan itu membuat dia harus jinjit supaya bisa terlihat nama kelompoknya. Ternyata dia satu kelompok dengan Rika, Devan, dan Dion. Sedangkan Rendi satu kelompok dengan Dinda, Tika dan Dewi.
"Rendi satu kelompok dengan Dinda....huft!! pekiknya dalam hati.
"Kenapa met...kok lesu?"
"Gak papa!" jawab meta yang kemudian berjalan menuju tempat duduknya lagi.
"Pasti karna gak satu kelompok sama Rendi kan?" tanya Rika sambil duduk di sebelah meta.
"Kamu ngomong apa sih Rik?"
"Halah....gak usah ngelak deh, walaupun kamu gak cerita sama aku tapi aku tahu kamu dan Rendi sama-sama suka iya kan!"
"Rika...apaan sih...udah gak usah dibahas!"
"Ya ampun met, kamu sama sahabat sendiri gak mau jujur!"
"Iya deh...aku jujur...aku memang udah jadian sama Rendi!Puas?" kata meta setengah bisik-bisik.
"Akhirnya kamu ngaku juga... walaupun sebenarnya aku udah tahu dari gelagat kalian meski kamu gak cerita sama aku!"
"Iya maaf aku nunggu waktu yang tepat aja buat ngomong ini ke kamu!"
"Hem....m...iya deh. Aku berusaha memahami sahabat tercintaku ini.... hehehehe...yang penting kamu bahagia aku juga ikut bahagia!"
__ADS_1
"Hehehe makasih ya Rika. Kamu memang sahabat terbaik aku!"