TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Pacar Rahasia


__ADS_3

Meta melangkah ke depan gerbang ditemani dengan Rendi mencari supirnya yang ternyata tidak ada di situ. Meta mengecek handphonenya ternyata dari tadi ada 5 panggilan tak terjawab dari mamanya. Meta mengecek pesan masuk di hpnya, ternyata sopirnya tidak bisa menjemputnya karna seperti biasa sedang mengantarkan mamanya meeting keluar kantor.


"Kenapa?ada masalah?"


"Huft....ini sopirku ternyata gak bisa jemput kayaknya aku mau pesen ojek online aja deh...bentar yah aku order dulu!"


"Eh gak usah...biar aku anterin aja!"


"Gak usah...kamu kan capek habis tanding tadi..masak harus nganterin aku juga...nanti kamu kecapekan"


Rendi tersenyum melihat meta yang perhatian dengannya.


"Aku gak papa kok...aku tuh udah gak sakit...tunggu sini dulu ya aku ambil mobilku di parkiran!"


"Eh...tapi...."


Belum selesai meta bicara Rendi sudah berlari mengambil ibunya di parkiran.


5 menit kemudian......


"Ayo masuk" kata Rendi


Meta pun masuk ke mobil Rendi.


"Kamu gak papa pake mobil sendiri kayak gini?Kenapa gak suruh anter sopir aja"


"Sebenarnya mama udah nyuruh gitu sih...tapi masak anak cowok diantar sopir kemana-mana...tengsin tau!"


"Tapi kamu kan masih pemulihan...kalo di jalan ada apa-apa gimana?"


"Hm..m...kamu khawatir sama aku met?"


"Iyalah..."jawab meta spontan.


"Makasih kamu udah khawatir sama aku.Met aku boleh tanya sama kamu gak?tapi tolong kamu jawab jujur!"


"Apa?"


"Apa perasaanmu sama aku masih sama seperti 3 tahun yang lalu....atau jangan-jangan perasaanmu udah berubah sama aku?"


"3 tahun memang waktu yang lama Rend, bahkan kesalah pahaman ini sudah begitu lama, aku mengira kamu udah ninggalin aku begitu saja."


"Aku tahu aku memang salah, mungkin wajar jika kamu sekarang sudah punya pengganti ku"


Rendi tiba-tiba lesu, wajahnya berubah menjadi sendu.


"Bukan gitu maksudnya Rend."

__ADS_1


"Lalu?"


"Terus terang selama 3 tahun ini memang banyak hal terjadi dan banyak pula yang mencoba deketin aku."


"Siapa?Si devan?aku lihat dari tatapannya dia suka sama kamu!"


"Hah Devan?Gak lah, Devan itu sudah aku anggap seperti sahabatku, aku gak ada hubungan apa-apa sama dia"


"Oh ya, tapi aku melihat ada kecemburuan di matanya saat aku sama kamu tadi, bahkan ketika dia mau mengalahkan aku tanding basket supaya kamu gak mau ngomong sama aku. Tapi mungkin kamu memang berhak mendapatkan cowok yang lebih baik dari aku"


"Kok kamu ngomongnya kayak gitu sih...!"


"Karna aku sadar...aku udah terlalu lama ninggalin kamu...jadi wajar kalo kamu cari penggantiku!"


"Kenapa kamu menilaiku seperti itu Rend....?Asal kamu tahu selama 3 tahun ini setiap hari aku selalu berharap bertemu dengan kamu lagi, berharap kamu memberiku kabar. Aku sebenarnya pengen marah sama kamu karna kamu begitu saja pergi!'


"Iya....maaf....tapi kamu belum jawab pertanyaanku tadi?Apa kamu masih punya perasaan ke aku seperti 3 tahun yang lalu?Please jawab jujur!"


Meta pun menghela napas, dia tak bisa menampik perasaannya sendiri.


"Iya...aku masih sayang sama kamu...seperti 3 tahun yang lalu"


Citttt......tttt..ttttt...


Tiba-tiba Rendi menghentikan mobilnya, meta yang tak siap membuat keningnya terantuk ke kaca.


"Aw.....sakit tahu!!"


"Hati-hati dong Rend, kepalaku benjol nih kejeduk kaca!"


"Iya maaf coba liat sini...." kata Rendi sambil mengusap kening meta yang agak merah karena benturan tadi.


Seakan seperti mimpi meta bisa mendapat perhatian Rendi lagi, kalo seandainya ini mimpi dia berharap tidak ingin cepat terbangun dari mimpi indahnya ini.


"Udah aku gak papa kok!"


"Tapi bener met kamu masih sayang sama aku?"


"Masak aku harus ngulangi lagi!"


"Berarti kita masih pacaran kayak dulu kan?" tanya Rendi.


"Mmmm maksud kamu kita nglanjutin hubungan kita kayak dulu?"


"He em mau kan kamu jadi pacar aku lagi? Aku masih sayang banget sama kamu met, bahkan aku sampai pengen pindah ke sekolah kamu supaya bisa deket denganmu lagi. Kamu mau kan?"


Meta pun hanya mengangguk sambil mengelus keningnya yang masih sakit.

__ADS_1


"Makasih ya met....makasih karna kamu udah mau jadi pacar aku lagi."


"Iya....tapi untuk sementara waktu aku gak pengen teman-teman tahu hubungan kita."


"Kenapa gitu?"


"Aku belum siap aja kalo teman-teman lain tahu, apalagi kamu kan anak baru, aku gak mau kamu dapet masalah di sekolah. Biar kita berjalan seperti ini dulu saja, sampai suatu saat mereka tahu dengan sendirinya"


"Apa karna Devan?Met aku gak peduli aku bakal dapet masalah atau gak di sekolah...yang penting sekarang aku bisa deket sama kamu"


"Iya aku tahu Rend....tapi please aku mohon...untuk sementara waktu jangan sampai ada yang tahu dulu kalo kita pacaran....please...." kata meta memohon.


Meta sebenarnya cuma ingin supaya Rendi tidak mendapat masalah dengan teman-teman lainnya apalagi orang yang berusaha deketin dia selama ini. Pasti Rendi akan dapet masalah dengan orang-orang itu apalagi kalo tahu Rendi si anak baru tiba-tiba pacaran dengannya.


Rendi sebenarnya keberatan dengan ide meta, tapi Rendi juga tidak ingin meta kecewa. Bagi Rendi bisa jadian dengan meta lagi adalah suatu kebahagian buatnya saat ini.


"Ya udah gak papa kalo kamu belum siap kalo teman-teman tahu kita pacaran. Tapi jangan nglarang aku buat deket sama kamu...!"


"Iya...."


Rendi pun melanjutkan perjalanan lagi menuju rumah meta.


"Kamu masih tinggal di tempat yang dulu kan?"


"He em...masih di situ!"


Rendi masih hafal jalan menuju rumah meta karna dulu waktu smp dia sering mengantar meta.


"Nomor yang semalam telpon itu nomorku, kamu save ya."


"Ow okey, udah aku save kok, aku kira semalam itu orang iseng yang ngaku-ngaku kamu!"


"Hehehe....tapi kamu sekarang udah tahu kan kalo itu beneran aku!"


"Hehehehe....iya....kamu masih ingat gak waktu SMP kamu juga sering nganter aku ke rumah....tapi dulu kita masih pake sepeda....!"


"Iya...aku inget banget...kita pakai sepeda bareng...waktu itu kamu sering nunnguin aku latihan basket...!"


"M..m..m ya karena waktu itu aku kan masih ikut team cheers kan jadi sekalian latihan sambil nungguin kamu juga."


"Hehehe.....dulu kamu masih polos banget....yah walaupun Sekarang kamu jauh terlihat lebih cantik dan lebih dewasa dibanding 3 tahun yang lalu!"


"Dulu aku masih kecil dan imut-imut tahu tapi sekarang juga masih imut-imut sih....hehehehe...!"


"Oh iya gimana kabar mamamu...?"


"Baik dan dia masih sibuk dengan pekerjaannya seperti dulu, tapi kamu tahu kan mama selalu ada buat aku meski sesibuk apa pun!"

__ADS_1


"Iya aku tahu, kamu beruntung mempunyai mama seperti dia, pekerja keras dan selalu menyanyayangi kamu!"


Tanpa terasa karena keasyikan bernostalgia dengan masa lalu mereka udah sampai di rumah Meta.


__ADS_2