TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Maafin aku Rendi


__ADS_3

Malam semakin larut, setelah kelelahan mempelajari materi pelajaran meta melihat jendela kamarnya melihat hujan deras di luar sana. Betapa kagetnya meta kala Rendi masih di depan rumahnya bersandar di mobilnya.


Meta berlari keluar kamarnya bersiap mengambil payung untuk Rendi.


Meta membuka pintu gerbang rumahnya, mendapati Rendi yang sudah basah kuyub karena dari tadi kehujanan.


"Rendi kenapa kamu masih di sini?" kata meta sambil memayungi Rendi.


"Akhirnya kamu keluar juga!"


Rendi memeluk meta.


"Kamu ngapain sih nungguin aku di sini?aku pikir kamu udah pulang dari tadi!Ya udah ayok cepet masuk....ganti baju kamu...nanti masuk angin!"


"Met....aku gak peduli meskipun sakit sekalipun...yang jelas aku bakalan lakuin apapun supaya kamu tetap sama aku...!Aku gak mau putus sama kamu!"


"Rend kamu jangan kayak gini dong ! Ayok masuk ganti baju kamu dulu!"


"Aku gak mau sebelum kamu janji sama aku!"


"Janji apalagi sih Rend?kamu kan tahu kamu masih masa pemulihan dari penyakitmu...kalau kamu kayak gini nanti kambuh lagi sakitmu!"


"Aku gak peduli! Aku mau masuk kalo kamu janji sama aku gak bakal ngucapin kata putus lagi!"


"Rend....jangan kayak gitu!! Kamu tahu kan posisi kita sekarang kayak gimana?"


"Ya udah kalo kamu gak mau janji..kamu masuk aja aku bakal di sini dan biarin aku kehujanan atau kedinginan atau di samber petir sekalipun aku bakal tetap di sini!"


Dari kejauhan mama meta yang baru saja pulang melihat meta dan Rendi sedang kehujanan. Dia pun membuka pintu mobilnya dan mendekati mereka berdua.


"Kalian ngapain hujan-hujanan di sini?"


Meta dan Rendi pun kaget melihat mamanya sudah berdiri di situ.


"Eh..mama...udah pulang?" jawab meta canggung.


"Meta ...Rendi...ngapain kalian di sini?Ayo masuk nanti kalian masuk angin!!"


"Iya ma...ini juga mau masuk kok! Tadi Rendi hujan-hujanan tapi meta suruh masuk gak mau!"


"Kenapa Rend kamu gak mau masuk?" tanya mama meta.


Tiba-tiba Rendi memegang tangan mama meta.


"Tante, Rendi sayang banget sama meta. Rendi gak mau pisah sama meta Tante. Rendi tahu, mungkin ini juga sulit buat Tante. Tapi aku mohon Tante jangan nikah sama papa!!"


"Rendi...Tante minta maaf...Tante benar-benar gak tahu kalo kamu anaknya mas Hans....kalo Tante tahu pasti semua ini gak akan terjadi...Tante gak mungkin pisahin kalian berdua...Tante tahu Rendi sudah cinta sama meta dari waktu kalian smp....Jadi gak mungkin Tante pisahin kalian berdua!"


"Makasih Tante...aku janji gak bakal sakitin meta!"


"Ma...meta gak mau mama sedih kalo kebahagiaan mama hanya dengan om Hans. Sebaiknya meta mengalah, meta gak mau gara-gara demi kita berdua mama ngorbanin perasaan mama!"

__ADS_1


"Nggak met....bagi mama kebahagian kamu adalah yang terpenting bagi mama!!"


"Uhuk ..uhuk...uhuk..." tiba-tiba Rendi terbatuk, badannya mulai lemas dan kepalanya pusing.


"Kamu kenapa Rend?" tanya meta sambil memegang Rendi.


"Nggak...aku gak papa kok....cuma sedikit pusing aja!"


Tiba-tiba Rendi terjatuh pingsan.


"Rend....Rendi...kamu kenapa rend?bangun Rend?"


"Rendi kenapa met ?"tanya mama meta yang juga ikut panik.


"Sebenarnya dari tadi Rendi berdiri di sini....mungkin dia kehujanan dari tadi sore...karna meta gak tahu kalo ternyata Rendi masih nunggu meta di luar...aku pikir dia udah pulang dari tadi!"


"Ya ampun kasihan banget...sebaiknya kita bawa ke rumah sakit aja...takut kalo Rendi kenapa-kenapa!"


Mama meta memanggil sopir untuk membantu membawa Rendi ke mobil. Mereka pun membawa Rendi ke rumah sakit terdekat.


"Rend...bangun dong Rend!!" kata meta sambil menepuk pipi rendi saat di mobil.


Sesampainya di klinik meta dan mamanya langsung membawa Rendi di IGD. Meta benar-benar khawatir dengan keadaan Rendi. meta merasa bersalah karena sudah membiarkan Rendi kehujanan tadi.


Rendi pun masuk ruang IGD yang langsung ditangani oleh dokter jaga di situ. Beberapa menit setelah menunggu dokter pun keluar dari ruangan itu.


Meta yang dari tadi mondar-mandir di depan ruangan IGD pun langsung menghampiri dokter itu.


"Iya kami keluarganya dok, gimana kondisi Rendi sekarang?"kata meta.


"Rendi perlu banyak istirahat dan dia harus bedrest beberapa hari karena sepertinya dia mengalami kelelahan. Apalagi sepertinya dia sedang masa pemulihan. Kalo boleh tahu Rendi sebelumnya punya penyakit apa?"


"Sebelumnya Rendi punya penyakit leukimia dok...beberapa tahun yang lalu dia menjalani perawatan di Singapura dok...tapi Rendi pernah bilang kalo katanya dia sudah dinyatakan sembuh!"kata meta menjelaskan.


"Kalo saya sarankan baiknya Rendi harus medical check up kembali dengan doktermya yang ada di Singapura agar benar-benar tahu kalo dia sudah benar-benar pulih!Tapi untuk sementara waktu biar dilakukan perawatan dulu !"


"Baik dok terima kasih!"


Dokter pun berlalu dan meta menangis mendengar ucapan dokter tadi.


"Ma...meta khawatir banget kalo ada apa-apa dengan Rendi...meta gak mau kehilangan Rendi ma?" kata meta sambil memeluk mamanya.


"Iya mama tahu, meta berdoa aja yah semoga Rendi baik-baik aja!Ya udah kamu ganti baju dulu yah!! Mama tadi udah nyuruh pak sopir buat pulang ngambil ganti baju buat kita. Baju kamu udah basah nih nanti kamu masuk angin, sambil nunggu Rendi di bawa ke ruang perawatan kita ganti baju dulu yuk!"


"Iya ma!"


Meta mengganti baju dan bergegas menuju ruang perawatan. Meta memasuki ruangan itu, melihat Rendi tertidur pulas karena pengaruh obat. Meta melihat Rendi yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Met....kamu jangan sedih ya...Rendi pasti baik-baik aja. Tadi mama udah hubungi papanya Rendi. sebentar lagi mungkin sampai sini!"


"Meta khawatir sama Rendi ma....meta nyesel tadi ngebiarin Rendi hujan-hujanan di luar," kata meta sambil memegang tangan rendi.

__ADS_1


Tok...tok.. tok...terdengar pintu di ketuk.


Seseorang datang memasuki ruangan itu, yang tak lain adalah papanya Rendi.


"Ada apa dengan Rendi ris?"tanya om Hans.


"Tadi pas aku pulang Rendi udah kehujanan di luar pas aku suruh masuk eh dia pingsan dan langsung aku bawa ke sini!"


Om Hans pun mendekati Rendi, melihat Rendi sendu.


"Tadi Rendi ke kantorku, dia tiba-tiba bilang sama aku kalo dia gak akan ninggalin meta dan dia bilang dia gak bakal ninggalin meta walaupun kita menikah. Padahal seumur-umur Rendi gak pernah mau untuk datang ke kantorku."


"Rendi bilang kayak gitu sama Om?"


"Iya....aku benar-benar bersalah sama Rendi...selama ini aku sudah mengabaikannya...aku memang papa yang buruk! Aku justru meninggalkan dia saat dia sedang sakit waktu itu!!Aku juga bersalah karna membiarkan dia tumbuh hanya dengan mamanya, sedangkan aku hanya sibuk dengan bisnisku, sedangkan sekarang aku bahkan egois hampir saja merebut kebahagiaannya!"


"Mas....sudahlah....yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Rendi...!" kata mama meta menenangkan.


"Aku berharap aku bisa menebus semua kesalahanku dengan Rendi!O iya tadi aku udah nelpon mamanya Rendi...mungkin besok dia baru ke sini karna dia masih ada di Singapur!"


"Nanti biar meta aja om yang jaga Rendi di sini...mama sama om Hans pulang aja....besok kan mama dan om harus bekerja!"


"Kamu gak papa met mama tinggal sendiri di sini?"


"Meta gak papa ma....mama pulang dulu aja...mama juga pasti capek kan!"


"Ya udah mama pulang dulu ya...nanti kalo ada apa-apa telpon mama ya!"


"Iya ma!Mama hati-hati ya pulangnya!"


"Mau aku anter ris?" kata om Hans menawarkan.


"Gak usah mas aku sama sopirku!Aku pamit dulu!"


"Iya hati-hati!"


Tinggal om Hans dan meta yang menunggu rendi di situ.


"Om...meta gak papa kok jaga Rendi di sini sendiri!"


"Meta...makasih ya kamu udah sayang sama Rendi...maafin om ya...!om janji gak akan pisahin kamu sama Rendi....semenjak Rendi datang ke kantor tadi...om baru sadar betapa sayangnya Rendi sama kamu!Om harap kamu bisa membuat Rendi bahagia!"


"Tapi meta gak mau egois om...meta cuma pengen mama bahagia...dan mungkin kebahagiaan itu dengan om Hans!"


"Meta....om dan mamamu sudah sama-sama dewasa... tentunya kebahagiaan anak-anak adalah prioritas utama...dan kami tahu kalo kalian itu saling mencintai....jadi kami juga sebagai orang tua tidak ingin egois!"


"Tapi om!"


"Meta....yakinlah bahwa kebahagiaanmu itu adalah kebahagian mamamu juga!!Kalo gitu om pamit ya. Om titip Rendi ya!"


"Iya om!"

__ADS_1


Om Hans pun mengecup kening Rendi dan berlalu meninggalkan kamar itu.


__ADS_2