TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Liburan ke Paris?


__ADS_3

Meta mengetuk pintu kamar Rendi, bersiap membawakan makanan untuknya.


"Rend, makanannya udah siap nih!" kata meta masuk ke dalam kamar.


Rendi yang baru selesai mandi hanya menggunakan handuk saat meta masuk ke dalam kamar.


"Ya ampun Rend, pakai baju kamu dulu!" meta refleks membalikan badan ketika melihat Rendi telanjang dada.


Hampir saja nampan makanannya terjatuh gara-gara meta kaget melihat Rendi yang hanya terbalut handuk.


"Sorry met, aku lagi habis mandi tadi. Ini aku pakai bajunya!' kata Rendi sambil memakai kaosnya.


"Udah belum?"


"Udah, kamu boleh balik badan! Lagian kenapa mesti malu sih, kalo kamu minta pasti juga aku berikan semuanya," jawab Rendi sambil tersenyum menggoda.


"Rendi, apa-apaan sih, nglantur banget ngomongnya."


"Biarin, aku emang pengen cepet nikah sama kamu! Kalo bisa hari ini aku mau nikahin kamu!"


"Kamu tuh, kenapa sih buru-buru banget pengen nikah?"


"Aku cuma gak mau aja ada orang lain ngrebut kamu dari aku kalo kelamaan nunggu! Apalagi sekarang kamu satu kampus sama si kunyuk Devan itu!"


"Udahlah jangan ngomongin Devan lagi, lagian kamu tahu kan kita masih kuliah mending kita fokus kuliah dulu aja, lagi pula kamu juga baru beberapa hari mimpin perusahaan kan?"


"Iya, iya, aku tahu!Aku bakal nunggu kamu sampai kamu luus kuliah! Tapi jangan lama-lama kuliahnya, o iya sampe lupa, kamu masak apa nih?"


"Iya aku bakal secepatnya nyelesain kuliah aku. Kamu tahu kan kuliah kedokteran itu butuh waktu lama. Aku masak Gulaschsuppe, sup kentang sama daging nih, spesial buat kamu!"


"Sini duduk di samping aku, jangan jauh-jauh! Masak aku jauh-jauh sampe sini, cuma dianggurin!"


"Maksudmu?" kata meta sambil melirik Rendi dengan penuh tanda tanya.


"Hehehehe, gak becanda kok! Tapi suapin yah?"


"Dasar, kumat deh manjanya! Ni aku suapin."


"Gak tahu nih, kalo Deket kamu bawaannya pengen manja-manjaan."


"Dasar....." kata meta sambil menyuap makanannya.


"Besok kita jalan-jalan yuk, kamu ada kuliah gak?"


"Besok itu hari Sabtu kan? Kebetulan gak ada jam kuliah, kan weekend. Emang mau jalan-jalan kemana?"


"Ke Paris," jawab Rendi spontan.

__ADS_1


"Hah Paris?Kenapa mesti jauh-jauh ke sana, kenapa gak wisata deket-deket sini aja?"


"Tapi aku pengen ke sana sekali-kali, mumpung udah nyampe sini!"


"Em, ya udah deh terserah kamu aja. Sebenarnya aku juga jenuh karena selama di sini aku gak pernah jalan-jalan ke mana pun, jadi anggap saja sebagai refreshing."


"Kamu mau naik apa, pakai kereta atau mau aku sewakan mobil? Atau mau naik pesawat aja biar cepet? Pilih mana?"


"Kalo naik kereta atau mobil pasti berjam-jam nyampe sana! Besok Senin aku bisa telat masuk kuliah kalo kelamaan perjalanan."


"Kalo gitu kita pesen tiket pesawat aja yah, biar aku pesen sekarang."


"Ya udah kalo gitu, tapi Rend kamu belum jelasin ke aku, kok bisa kamu sampai sini?"


"Aku dapet alamat apartemenmu dari mamamu, semalam mamaku yang minta ke mamamu supaya kasih alamatmu di sini. Aku langsung mutusin buat ke sini saat aku tahu ada Devan di sini! Semalaman aku gak bisa tidur mikirin itu."


"Jujur aku juga gak tahu kenapa Devan bisa satu kampus bahkan bisa menyewa apartemen di sebelah kamarku. Tapi kamu mesti percaya kalo aku sama Devan gak ada apa-apa! Jadi kamu gak usah berpikir aneh-aneh tentang aku sama Devan!"


Rendi menatap mata meta, membelai lembut rambut panjangnya.


"Iya, aku percaya sama kamu kok. Aku cuma gak mau aja kamu terlalu dekat sama si kunyuk Devan itu."


"Syukurlah kamu percaya sama aku, kamu udah kenyang makannya? Aku taruh piring dulu ke kamar ya?"


"Tunggu..."


Rendi memeluk meta erat dalam dekapannya.


"Aku ingin seperti ini terus, aku gak mau lepasin kamu lagi," kata Rendi masih memeluk meta di ranjang.


"Rend, aku gak enak kalo ada yang lihat kita seperti ini!"


"Biarin aja sih, aku mau lebih lama lagi!" jawab Rendi tak menggubris omongan meta.


Ceklek


Tiba-tiba ada seseorang membuka pintu kamar.


Devan masuk ke kamarnya melihat meta dan Rendi yang sedang berpelukan.


"Ngapain kalian?" tanya Devan dengan perasaan emosi yang dia sembunyikan.


Meta pun melepaskan pelukannya dari Rendi.


"Pelukan! Emangnya kenapa?"jawab Rendi santai.


"Kalian tuh gak sopan di kamar orang peluk-pelukan seperti itu!"

__ADS_1


"Maaf Van, kita gak sengaja. Kalo gitu aku ke kamarku dulu ya, mau beresin piring ini dulu," kata meta salting.


Meta mengambil piring yang tadi terjatuh dan bergegas menuju kamar. Dia merasa tidak enak dengan Devan karena jelas-jelas memergoki mereka berpelukan.


Devan langsung menuju almarinya untuk mengambil beberapa baju ganti.


"Ganggu aja Lo!" kata Rendi ketus sambil memandang Devan sinis.


"Hei, apa Lo gak inget kalo ini masih kamar gue! Lagian gue cuma mau ngambil baju gue yang ketinggalan."


"Besok mungkin gue gak tidur di kamar Lo, soalnya besok gue mau liburan sama meta ke Paris. Mungkin mau nginep di sana. Jadi besok Lo bisa tidur di kamar Lo lagi."


Devan yang mengambil bajunya tiba-tiba terhenti mendengar kata Paris dari mulut Rendi. Namun dia masih berusaha menunjukan wajah sedatar mungkin, supaya terlihat biasa saja di depan Rendi.


"Mau apa mereka ke Paris?Sial Rendi benar-benar sengaja mau bikin gue cemburu!" gumam devan dalam hati.


"Mau apa kalian ke Paris?" tanya Devan.


"Mau tahu aja Lo urusan orang, yang jelas mau liburan berdualah!"


"Sial, Rendi benar-benar pengen mancing kemarahanku," umpat Devan dalam hati.


"Ow, kalo gitu selamat liburan. Jangan lupa beresin kamar gue sebelum Lo pergi. Gue gak mau kamar gue berantakan."


Setelah mengambil baju-baju dalam almari, Devan langsung keluar dari kamarnya.


"Iya, iya dasar bawel!" teriak Rendi pada Devan yang sudah berlalu.


Devan menghampiri kamar meta sebelum dia pergi, mengetuk pintu kamar meta, karena dia ingin memastikan omongan dari Rendi tadi.


"Devan? Ada apa? Nanti kalo Rendi tahu kalian bisa berantem lagi," kata meta.


"Sorry met, aku cuma sebentar kok. Aku cuma mau tanya sama kamu."


"Tanya apa?"


"Kata Rendi kalian mau liburan ke Paris besok, apa bener met?"


"Iya Van, besok aku mau ke Paris, mungkin 2 hari di sana!"


"Ow gitu! Ya udah gue cuma mau nanya itu aja kok!Kalo gitu aku balik ke tempat temenku dulu ya. Selamat liburan, selamat bersenang-senang!" kata Devan menyunggingkan senyumnya.


"Iya, makasih Van."


Devan hanya bisa memendam rasa cemburunya saat ini, menutupi dengan sikapnya yang sok cuek dengan berpura-pura biasa saja di depan meta. Padahal dalam hatinya merasa perih terbakar cemburu.


"Aku gak bisa ngebiarin mereka berduaan di Paris!" umpat Rendi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2