
Setelah acara pertunangan itu selesai mereka langsung pulang ke rumah Rendi. Karoline memang tidak mengijinkan meta dan mamanya untuk menginap di hotel.
"Anggap saja rumah sendiri, kalian gak perlu sungkan."
Karoline menyiapkan kamar khusus untuk meta dan mamanya.
"Aduh jeng jadi ngrepotin nih, terimakasih udah disambut dengan sangat baik di sini."
"Sama-sama jeng, saya sangat senang sekali kalo rumah ini ramai. Biasanya di rumah sebesar ini cuma saya sama rendi. Itu pun kalo kita gak sibuk dengan urusan masing-masing. Makanya jeng Risma sering-sering maen ke sini."
"Sama jeng saya juga sering kesepian kalo di rumah apalagi semenjak meta ke Jerman."
Dua orang wanita itu merasa memang hidup mereka selama ini diselimuti oleh kesendirian. Hanya pekerjaan yang menyibukkan mereka masing-masing yang bisa membuat kesibukan mereka.
"Mah, aku punya ide, gimana kalo kita liburan ke Indonesia lagi ma?"
"Rendi, kamu tuh nongol tiba-tiba. Bikin Mama kaget aja!"
"Maaf ma, tadi kan Rendi baru ganti baju."
"Tapi ada benernya juga sih, mumpung meta juga lagi liburan juga ma!" kata meta menimpali.
"Tuh, meta aja setuju."
"Tapi liburan kemana rend?"
"Gimana kalo ke Bali atau Lombok mungkin?" kata Rendi mencoba memberi ide.
"Wah ke Bali seru tu! Gimana ma, mama bisa kan? Please...." rengek meta pada mamanya.
Rendi dan meta pun sehati saling merayu mamanya masing-masing.
"Ya udah nanti mama atur jadwal dulu! Gimana jeng Karoline, kayaknya mereka berusaha kompak menodong kita nih!!"
"Ya udah nanti biar saya bilang sekretaris saya dulu untuk mengatur semuanya!"
"Kalo mama dan Tante Risma gak bisa, ya udah aku sama meta aja yang pergi liburan berdua, iya kan meta!" kata Rendi merangkul meta.
"Kamu tuh Rend, kalo udah ada maunya aja!!"
"Ya udah iya, kita berangkat!" kata mama meta.
"Yeayyyy."
Mereka berdua spontan berteriak kegirangan mendengar jawaban iya.
"Kalian berdua itu kayak anak kecil aja!"
"Makasih ya ma!"
Mereka berdua memeluk mama mereka masing-masing.
"Ya udah aku anter meta ke kamar dulu ya ma!"
"Loh, kenapa gak jadi satu kamar aja?" tanya Risma.
"Emm gak papa Tante, soalnya Rendi udah nyiapin kamar spesial buat meta."
"Ow gitu, kalo meta disiapin kamar spesial kalo Tante nggak nih??" tanya Risma menggoda.
__ADS_1
"Eh, gak gitu maksudnya Tan," kata Rendi jadi merasa tidak enak dengan Tante risma.
"Becanda Rend, jangan dianggap serius!! Tante gak masalah kok! Ya udah sana anter meta ke kamarnya."
"Iya Tante."
"Kalo gitu saya tinggal dulu ya jeng, kalo ada perlu apa-apa jangan sungkan-sungkan panggil saya."
"Makasih ya jeng."
"Sama-sama jeng."
Karoline pun meninggalkan Risma di kamarnya. Sedang Rendi mengantar meta ke kamarnya.
"Selamat datang tuan putri di kamarmu!" kata Rendi sambil merentangkan tangannya.
"Terimakasih my prince!"
Meta menatap kamar yang dulu pernah dia tempati waktu terakhir dia ke sini. Dia menatap sekeliling kamar. Melihat beberapa foto yang terpampang di situ. Sepertinya ada interior yang berubah di kamar itu.
"Kamu design ulang kamar ini?"
"Iya, khusus buat kamu. Sengaja aku letakkan foto-foto kita waktu liburan di sini dan waktu kita di Paris kemarin! Kamu suka?"
"Suka banget!! Makasih ya Rend, tapi apa ini gak berlebihan. Kan aku gak ke sini setiap hari, masak sampai dibikinin design kamar di sini!"
"Gak papa, sekarang kamu emang belum ke sini setiap hari. Tapi besok kalo kamu jadi istriku, pasti kamu juga akan tidur di sini setiap hari."
"Iya deh, tapi kamu harus sabar nunggu aku selesai kuliah!"
"Pasti, akan aku tunggu kamu sampai kapanpun, meski seumur hidupku!"
"Ceilah...puitus banget sih!!" kata meta sambil mengacak-acak rambut Rendi.
"Biarin! Ya udah aku mau mandi dulu Rend, aku udah gerah banget rasanya! Kamu keluar dulu ya!"
"Ngusir nih ceritanya!"
"Ya kali aku ngusir tuan rumah di rumahnya sendiri. Tapi beneran aku mau mandi nih, masak kamu mau nungguin aku mandi di sini?"
"Kalo boleh gak papa?"
"Rendi, udah ah, gak usah macem-macem! Sana keluar dulu!!"
"Ya udah deh iya, iya, aku pergi! Kalo gitu selamat istirahat!!"
Rendi meninggalkan meta dikamarnya.
Setengah jam kemudian meta sudah selesai mandi. Dia melihat sekeliling kamarnya mengamati foto-foto waktu liburan kemarin. Bahkan Rendi mendesign kamarnya dengan nuansa kuning sesuai warna kesukaan meta.
"Kamu lagi apa sayang? Ini aku bawa makanan buat kamu!"
Rendi masuk ke kamar meta dengan tiba-tiba membuat meta tersadar dari lamunannya.
"Kamu, kok gak ketok pintu dulu sih? Kaget tahu!! Untung aku udah pakai baju, coba kalo belum?"
"Kalo belum pakai baju berarti itu rejeki aku bisa lihat kamu....."
"Lihat apa?" jawab meta melotot.
__ADS_1
"Eh nggak cuma becanda, o iya ini aku bawain makan malam buat kamu!"
"Apa ini?"
"Ayam goreng sama sambel!"
"Wah udah lama banget rasanya gak makan sambel. Tahu banget sih kalo aku masih laper!"
"Ya udah di makan gih!"
Meta melihat beberapa potong ayam lengkap dengan sambal dan beberapa lalapan terhidang di situ.
"Semua ini harus aku makan sendiri? Kamu juga ikut makan dong!"
"Iya, iya, aku temenin makan!"
Mereka berdua sama-sama memakan ayam goreng dan sambal itu dengan lahap.
"Aku udah kenyang Rend!"
"Aku juga! Kalo gitu biar nanti aku bawa ke dapur piringnya!"
"Biar aku aja Rend!"
"Gak usah, kamu kan tamu di sini. Jadi aku harus melayani tamu sebaik mungkin!"
"Oke deh kalo gitu."
"Ya udah kamu buruan tidur gih, pasti kamu capek kan habis perjalanan tadi kamu belum sempet istirahat."
"Iya, aku udah capek banget nih, badanku udah pegel-pegel nih!"
"Mau aku pijit?"
"Nggak, nggak usah Rend!! Ya udah aku tidur dulu ya!"
"Aku boleh gak di sini dulu sampai kamu tidur?"
"Mau nungguin sampai tidur?"
"Tenang aja, aku gak bakal ngapa-ngapain kok!"
"Ya udah, tapi awas ya kalo macem-macem!!"
"Suwerrr nggak! Gak percayaan banget sih sama pacarnya sendiri!"
"Bukannya gitu, tapi aneh aja masak tidur dilihatin!"
"Udah ah sana tidur, biar aku tunggu kamu di sini!"
"Ya udah!!"
Meta merebahkan tubuhnya ke ranjang, Rendi pun membantu menyelimutinya. Rendi hanya duduk di pinggir ranjang, melihat meta yang sudah mulai memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian meta tertidur karena sedari tadi dia menahan rasa lelahnya.
Rendi mengusap lembut pipi meta, menyingkirkan rambut yang ada di wajah meta.
"Selamat malam sayang, hari ini aku bahagia banget kamu bisa datang di hari ulang tahun ku. Ini adalah Karo terindah seumur hidupku!"
__ADS_1
"I Love you my girl!" bisik Rendi.
Rendi mengecup kening meta sekilas lalu membiarkannya tertidur lelap.