
"Oh iya temen-temen tadi aku udah siapin minuman buat kalian di bawah...gimana kalo kita ke bawah aja yuks!" ajak Rendi.
"Kamu gak papa mau ke bawah, kuat jalannya?" kata meta pada Rendi.
"Kuatlah....kan ada kamu yang mau nuntun aku ke bawah!" bisik Rendi ke telinga meta yang masih dalam rangkulannya.
"Ish...kamu tuh malu tahu sama temen-temen!"
Seolah Rendi tak peduli lagi anggapan dari teman-temannya dia tak menggubris protes meta.
"Ayok silahkan teman-teman langsung ke bawah aja!"
Rendi mempersilahkan teman-temannya untuk ke bawah.
"Rend kamu gak papa ke bawah...biar aku bantu sini" kata Dinda berusaha menarik perhatian Rendi.
"Gak usah din biar aku dibantu sama meta aja !"kata Rendi.
Betapa kesalnya hati Dinda saat itu, melihat meta memapah Rendi.
Meta memapah Rendi sampai bawah, lebih tepatnya Rendi yang sengaja merangkul meta. Sebenarnya rendi hanya beralasan saja supaya bisa dekat dengan meta, karna dia sebenarnya sudah bisa berjalan sendiri.
"Kamu kalo masih lemes di kamar aja!"
"Ya udah kita ke kamar aja...tapi berdua sama kamu!"
"Ampun deh nih anak.... bisa-bisanya ngomong kayak gitu!" spontan meta melepaskan rangkulan Rendi dan berjalan meninggalkan Rendi hendak menyusul teman-temannya ke bawah.
"Eh sayang...mau kemana...aku masih lemes nih nanti aku pingsan Lo!"
Meta pun membalikan badan dan menuju Rendi lagi.
"Halah kamu tuh alesan aja.... sebenarnya kamu udah sembuh kan!"
Meta mencubiti Rendi supaya Rendi mengaku kalo dia cuma pura-pura lemes.
"Haduh ....sakit tahu....!"
"Syukurin....salah siapa pura-pura lemes biar diperhatiin....!"
"Tapi kamu suka kan?" bisik Rendi.
Sekilas Rendi mencium pipi meta dan berjalan meninggalkan meta.
"Eh kok malah aku ditinggal sih!" teriak meta sambil memegang pipinya yang kemudian menyusul Rendi yang justru berjalan lebih dulu. Wajah meta menjadi memerah karena keusilan rendi.
******
Hari sudah semakin sore, setelah makan mereka berpamitan untuk pulang.
"Makasih ya teman-teman kalian udah mau jengukin aku!"
"Iya sama-sama Rend....cepet sekolah yah....!" kata teman yang lain.
Rendi menjabat tangan mereka satu per satu, dan ketika Rendi menjabat tangan Devan, Devan pun hanya terdiam dan berlalu. Sepertinya ada perang dingin diantara mereka yang membuat mereka saling acuh.
__ADS_1
"Aku pamit ya Rend!Salam buat mama kamu!" kata meta hendak berpamitan mengikuti teman-temannya.
"Eits....mau kemana sih buru-buru!" kata rendi sambil menarik tas meta.
"Mau pulanglah...udah sore nanti mamaku nyariin!"
"Gak boleh!Kamu gak boleh pulang!Kamu harus nemenin aku!"
"Peraturan macam apa itu yang mengharuskan aku mesti nemenin kamu!"
"Peraturan macam cinta?Hehehehe.... pokoknya aku gak mau tahu kamu harus nemenin aku!Biar nanti aku yang nganterin kamu!"
"Gak usah Rend....kamu kan masih sakit masak mau nganter aku...nanti kalo pingsan di jalan gimana?"
"Cie...khawatir ya....!Tenang aja aku udah sehat kok! Sebenarnya aku mau nunjukin sesuatu ke kamu?"
"Apa?"
"Ya udah ayok ikut!"
Rendi pun menarik tangan meta ke suatu tempat.
"Duduk sini gih....kamu tunggu di sini dulu aku ambil sesuatu dulu!"
Meta pun duduk di gazebo belakang rumah Rendi. Rasanya begitu asri di situ, ada tanaman-tanaman hias koleksi mama Rendi. Bahkan ada kolam ikan kecil yang dihiasi pancuran air dengan gemericik air yang membuat suasana menjadi syahdu.
"Emang ada apa sih rend?awas yah kalo macem-macem!"
"Pokoknya ini surprise....!"
"Taaaarrrraaaaaa.....ini buat kamu!"
Lamunan meta buyar ketika mendengar teriakan Rendi yang mengagetkannya.
"Apa ini Rend?"
"Ini bunga buat kamu....bunga yang aku petik dari taman tadi!Aku juga bikin sesuatu buat kamu"
Rendi menyerahkan buket bunga mawar yang dia rangkai sendiri beserta album foto yang ditunjukan ke meta.
"Ya ampun bunga....ini kalo mama kamu tahu bunganya kamu petikin pasti kamu dimarahin!!"
"Nggak lah....mama mana sempet ngrawat bunga kayak gitu....itu aku kali yang nanam....aku juga yang ngrawat!!"
"Kamu yang nanam bunganya?sejak kapan kamu suka nanam bunga?"
"Yah cuma buat ngilangin suntuk aja...lagian aku nanam ini biar bisa aku petik bunganya dan bisa aku kasih ke kamu!"
"Haduh....so sweet banget sih pacar aku ini!!makasih ya...!!"
Meta kemudian membuka album yang diberi Rendi, meta melihat banyak foto yang tanpa meta tahu Rendi ambil secara diam-diam.
"Aku kumpulin semua foto-fotonya dari waktu kita smp dulu!"
"Ya ampun Rend ini bagus banget...kamu bikin sendiri albumnya?"
__ADS_1
"Iya dong....aku buat khusus buat kamu!"
"Serius ini buat aku....?makasih Rend ini bagus banget!"
Dari dulu waktu Rendi smp dia memang suka fotografi, meta pikir setelah sekian lama tidak bertemu dia sudah tidak hobi memotret lagi. Tapi ternyata meta salah, bahkan sejak hari pertama masuk sekolahnya pun Rendi sudah suka memotretnya secara diam-diam.
"Cuma makasih aja nih...!"
"Terus mesti gimana dong!
Rendi pun mengarahkan pipinya mendekat ke wajah meta, sambil menunjuk pipinya mengkode meta untuk mencium pipinya. Meta kemudian mencium pipi Rendi sekilas.
"Gitu dong...!"
"Aku pikir kamu udah gak pernah foto-foto lagi...soalnya waktu masuk sekolah kemarin kayaknya kamu gak bawa kamera kamu kemana-mana kayak waktu SMP!"
"Hehehe.. sebenarnya kemarin aku bawa sih tapi di tas...lagi pula aku juga bisa motret pake hp aku!"
"Pantesan kamu bisa fotoin aku pas lagi tidur waktu di rumah sakit....harusnya gak usah dicetak kali yang itu....malu tahu!"
"Hehehe....yah gak papa kan....itu momen bersejarah buat aku...jadi aku harus mengabadikannya! Lagian ngapain malu kan cuma aku sama kamu yang tah! Lagian besok kalo kamu jadi istriku pasti setiap hari aku juga bakal lihat kamu tidur di samping aku!"
"Lah kok ngomongnya jadi ngelantur sih ...?jangan mikir nikah-nikah dulu deh...mikir tuh ujian kelulusan besok!"
"Emang kamu gak mau apa nikah sama aku!"
"Rendi udah ah...jangan bahas nikah-nikah terus!"
"Met....!" kata Rendi memegang tangan meta.
Rendi yang tadi becanda berubah menjadi serius dan menatap meta lebih dalam.
"Apaan sih Rend?kok kamu jadi serius gitu mukanya"
"Aku memang lagi pengen ngomong serius sama kamu!Dan tolong kali ini kamu dengerin aku!"
"Iya...iya aku dengerin kok!"
"Meta....besok setelah selesai SMA aku mau pindah ke singapur....mama nyuruh aku kuliah jurusan bisnis di sana...dan setelah itu aku harus mendampingi mamaku untuk mengurus bisnis di sana....!"
"Kamu mau pindah ke singapur?aku pikir kamu bakalan kuliah di Jakarta" kata meta yang kaget mendengar perkataan Rendi.
"Kamu tahu kan mama ku harus mengelola perusahaannya sendiri!Dan sebagai anak mama satu-satunya akulah yang harus meneruskannya!"
Meta menghela napas, mencoba berpikir positif untuk menguatkan hatinya kalau-kalau Rendi benar-benar akan pindah ke sana.
"Apa pun itu aku pasti mendukung kamu....apalagi demi karier kamu?" kata meta tersenyum walau sebenarnya dalam hatinya sedih.
"Kamu kenapa?"
"Gak....aku gak papa kok!"
"Kok kayak mau nangis gitu?kamu sedih yah aku mau pindah ke Singapura?"
"Pertanyaan macam apa itu?Yah jelaslah pasti sedih....!"jerit meta dalam hati.
__ADS_1