
Rendi menyandarkan wajah meta d bahunya. Rendi tahu kalo meta sebenarnya tak rela jika dia pindah ke singapur.
"Setelah lulus nanti apa rencana kamu?"
"Aku mau mengejar beasiswa ke Jerman. Negara impian aku."
Jawaban meta membuat Rendi kaget.
"Jerman?kenapa harus jauh-jauh ke sana?atau kalau nggak kamu kuliah di Singapur bareng aku!"
"Aku sudah memimpikan bisa kuliah ke Jerman sejak lama Rend....!"
"Tapi Jerman jauh banget sayang....aku gak bisa jauh-jauh dari kamu!"
"Kamu kan juga punya impian ke singapur kan?Sama, aku juga punya impian ke Jerman!"
"Tapi kan singapur cuma Deket...naik pesawat paling juga sejam, tapi kalo jerman butuh waktu berjam-jam untuk ke sana!Please jangan pergi ke sana yah....!" kata Rendi memohon.
"Rend....aku mau mengejar impian aku....sama kayak kamu...aku mau ambil jurusan kedokteran di sana!"
"Di Indonesia banyak universitas yang punya fakultas kedokteran atau juga sungapur juga ada fakultas kedokteran, kan gak harus jauh-jauh ke Jerman!"
"Hem...m...Jerman itu adalah negara impian aku dari semenjak aku kecil. Bahkan selama aku sekolah aku berusaha untuk memperoleh nilai terbaik supaya aku bisa mewujudkan impian aku. Aku harap kamu bisa ngerti pilihanku Rend!"
Rendi tertunduk lesu mendengar perkataan meta. Beberapa saat mereka terdiam, mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Hanya gemericik air kolam yang terdengar saat itu.
"Rend udah malam....aku mau pulang!" kata meta memecah kesunyian diantara mereka.
"Ya udah aku anter kamu pulang!"
"Kalo masih sakit biar aku telpon sopirku aja Rend buat jemput!"
"Aku udah gak papa kok, biar aku anter aja!"
"Ya udah kalo gitu!"
Rendi masih terdiam di dalam mobil, entah apa yang dia pikirkan saat ini.
"Rend...kenapa kamu diem?gak biasanya kamu kayak gini?"
"Nggak....aku gak papa kok!"
Meta merasa aneh dengan sikap Rendi yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Meta tahu kalo keputusannya untuk kuliah ke Jerman adalah keputusan yang berat. Tapi itu impiannya sejak dulu yang memang harus dia wujudkan.
"Udah sampai...aku langsung pulang yah...salam aja buat mama kamu!"
"Oh...iya nanti aku sampein salamnya...makasih ya udah nganterin aku pulang!" kata meta
__ADS_1
Tiba-tiba Rendi menarik tangan meta saat dia hendak keluar.
"Tunggu met!"
"Iya...kenapa Rend?"
Meta membalikan badan, dan seketika Rendi memeluknya.
"Aku gak mau pisah sama kamu!Kamu tahu kan aku butuh suport dari kamu!Aku harap kamu bisa pikirin lagi tentang kuliah di Jerman itu!"
"Rend...aku selalu support kamu...dan kamu tahu kan kalo dari kecil aku bercita-cita pengen sekolah ke Jerman!Aku harap kamu bisa ngerti Rend!"
"Tapi aku gak mau jauh dari kamu lagi....3 tahun kemarin apa belum cukup buat kita saling berjauhan?"
"Aku tahu Rend, tapi percayalah kalo saat ini yang terpenting adalah mengejar impian kita. Kalo kita berjodoh pasti kita akan bersatu selamanya. Rendi, cinta itu bukan hanya sebatas kata aku cinta kamu, bukan hanya sebatas bisa bersenang-senang menonton bersama...bukan hanya karena bisa dekat dengannya setiap hari....Tapi cinta itu harus saling mendukung dan berjuang bersama...Aku tahu ini pasti berat...tapi kita harus bisa!Papamu....mamamu...pasti punya harapan besar untuk kita bisa jadi seseorang suatu saat nanti...dan jangan sia-siakan harapan mereka itu Rend!"
Rendi pun melepaskan pelukannya dan masih terdiam mendengar penjelasan meta.
"Ya udah aku masuk dulu yah....udah malem sebaiknya kamu langsung pulang yah, kamu kan masih dalam masa pemulihan jadi gak boleh capek-capek"
Rendi pun hanya mengiyakan perkataan meta dengan mengangguk, tatapan matanya tertuju ke depan. Bahkan dia membiarkan meta keluar dari mobilnya begitu saja tanpa menatapnya.
"Hati-hati ya rend!" kata meta
Rendi berlalu dengan mobilnya tanpa menatap meta yang berdiri di samping mobilnya.
Meta memasuki rumahnya, melihat mamanya yang ternyata sedang menikmati makan malam sendiri.
"Mama udah pulang?"
"Udah dari tadi...ayo sini makan sama mama!"
"Iya ma kebetulan aku juga laper nih!"
"Kata mama Rendi kamu sama temen-temenmu habis jengukin dia?"
"Hah mamanya Rendi telpon mama?"
"Mama yang telpon tadi, katamu mamanya Rendi mau ketemu sama mama jadi mama telpon bikin janji dulu sama mamanya Rendi!"
"Kapan mama mau ketemu mamanya Rendi?"
"Rencananya besok pas jam makan siang! Terus gimana keadaan Rendi sekarang?"
"Rendi udah sembuh kok ma...ini tadi udah bisa nganterin meta!"
"Rendi ke sini?kok gak di suruh masuk!"
__ADS_1
"Dia gak mau ma....lagi marah kayaknya!"
"Marah kenapa memangnya?"
"Marah karna meta bilang besok meta mau kuliah ke Jerman dan dia gak setuju!"
"Kamu serius mau nerusin ke Jerman ?"
"Iya ma....kan mama tahu kalo dari dulu aku pengen kuliah ke sana!"
"Mama sih terserah meta aja...apa pun yang terbaik buat meta pasti mama dukung!Terus gara-gara itu Rendi marah sama kamu!"
"Ya gitu deh ma...sebenarnya Rendi ngajakin aku buat sama-sama kuliah di singapur karna katanya dia mau kuliah di sana terus habis itu mau nerusin perusahaan mamanya!"
"Bagus dong cita-citanya!Mama yakin Rendi anak yang baik, dia juga pekerja keras. Tapi met....kamu pergi ke Jerman bukan karna masalah mama dan om hans kan?"
"Nggak kok ma...ini murni keinginan aku dari dulu!"
"Met...mama akan selalu dukung apa pun yang terbaik buat kamu, dan kalo kebahagiaanmu dengan Rendi mama juga akan mendukung kamu!"
"Makasih ya ma....meta sayang banget sama mama....meta pengen membahagiakan mama....meta pengen lihat mama bangga dengan kesuksesan meta menjadi dokter...!"
Meta menghampiri mamanya dan memeluknya.
"Belajar yang rajin yah sayang...mama berharap kamu bisa jadi dokter yang hebat!Yah walaupun kamu bisa aja sih ambil jurusan kedokteran yang ada di sini. Tapi kalo kamu pengennya di Jerman mama gak akan maksa!"
"Makasih yah ma....mama memang selalu ngertiin aku!"
Di tempat lain
Rendi duduk di balkon kamarnya, ditemani dengan sepoi angin menatap gelapnya malam dengan segala keresahan perasaannya.
"Rendi?kamu belum tidur nak?"
"Belum ma!Mama udah pulang dari tadi?"
"Mama baru dateng...kamu kenapa?kok mukanya ditekuk gitu?Bukannya tadi habis dijengukin sama meta?"
"Meta mau kuliah di Jerman ma....dan aku gak mau pisah sama dia!"
"Jerman?Jauh sekali, kenapa dia memutuskan ke Jerman?Kalian gak lagi marahan kan?"
"Nggak ma...memang itu cita-citanya dari dulu. Rendi udah nawarin dia buat kuliah di Singapur tapi meta gak mau!"
"Terus mama harus gimana?"
"Mungkin ini udah keputusan dari meta ma...Rendi juga gak bisa berbuat apa-apa!" jawab Rendi lesu.
__ADS_1