
Setelah perjalanan kurang lebih hampir 15 jam, meta sampai di bandara Singapura. Dia sangat bersemangat hari ini, karena dia akan bertemu dengan mamanya dan juga rendi. Meta memang sudah membuat janji untuk bertemu di Singapura dengan mamanya.
"Mama....!" teriak meta sambil melambaikan tangannya.
Meta berhambur memeluk mamanya yang sudah menunggunya. Meta benar-benar rindu dengan mamanya, pasalnya hampir 1 tahun dia tak bertemu mamanya. Karena baru kali ini meta pulang setelah keberangkatannya ke Jerman.
"Mama....aku kangen banget!!"
"Sama mama juga kangen banget!!"
Mereka berdua saling berpelukan melepas kerinduan mereka.
"Mama udah dari tadi di sini?'
"Belum sih, mama juga baru sampai kok. Kalo gitu kita langsung aja menuju ke hotel tempat acara."
"Iya ma, tapi aku harus siap-siap dulu. Masak aku pakai baju kayak gini."
"Kemarin katanya Tante Karoline sudah menyiapkan semuanya. Jadi kita langsung menuju hotel aja."
"Oh gitu, ya udah kita berangkat sekarang."
Mereka berdua menuju mobil, meta tak hentinya bergelayut manja dengan mamanya melepas kerinduannya selama ini.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah hotel mewah di kota itu. Mereka disambut oleh Karoline saat tiba di hotel.
"Selamat datang, waduh tamu dari jauh pasti pada capek, mari saya antar ke kamar kalian," Karoline menyapa mereka setibanya di lobi hotel.
"Tante apa kabar?" kata meta sambil mencium tangan Karoline.
"Baik sayang. Hei jeng gimana perjalanannya?"
Karoline dan Risma saling menyapa, mereka berdua terlihat akrab seperti layaknya sahabat yang sudah lama kenal.
"Ayo biar saya anter ke ruangan kalian. Oh iya meta, Tante udah siapin gaun cantik untuk kamu. Nanti biar kamu dibantu siap-siap sama salon langganan Tante."
"Wah makasih Tante, oh iya Rendi gimana Tante?"
"Sebenarnya dia dari kemarin frustasi karena kamu gak ngangkat telpon dan balas pesan dia. Sekarang ya gitu deh dia udah Tante amankan di lantai atas."
"Berarti Rendi di sini Tante?'
"Iya, Tante tadi bilang ke dia mau ada pesta dengan klien di sini jadi dia harus siap-siap, padahal sebenarnya dia gak mau. Tapi Tante paksa ke sini."
Mereka berjalan menaiki lift dan memasuki kamar hotel yang terlihat mewah. Ternyata di dalam ruangan sudah ada beberapa orang yang akan merias meta dan mamanya di situ.
"Nah meta dan jeng Risma ini nanti yang akan mendandani kalian."
Meta dan mamanya kemudian menyalami mereka satu per satu.
__ADS_1
"Oh iya ini gaun kalian, ini untuk meta dan ini untuk jeng Risma," kata Karoline sambil menunjukan gaun untuk mereka.
"Ya ampun jeng, kok malah repot-repot nyiapin buat saya juga sih."
"Gak repot kok, saya justru merasa sangat senang kalian bisa menyempatkan untuk Dateng ke sini."
"Gaunnya bagus banget Tante, makasih ya Tante.
"Iya sama-sama sayang. Kalo gitu tante juga siap-siap dulu ya sambil ngecek Rendi."
"Oh iya sebenarnya dari Rendi telpon meta tapi gak aku angkat. Kasihan juga sih sebenarnya Tante."
"Iya sih, tapi Tante yakin setelah Rendi tahu pesta kejutan ini, dia pasti bakalan seneng banget. Kalo gitu Tante ke kamar Rendi dulu ya, ngecek dia udah siap-siap atau belum."
"Iya Tante."
"Aku tinggal dulu ya jeng, nanti kalo perlu apa-apa bilang aja ke pelayan hotel."
"Iya makasih ya jeng Karoline."
Karoline pun berlalu dari kamar itu, sedang Meta dan mamanya bersiap untuk dandan secantik mungkin.
Beberapa jam kemudian
Meta dan mamanya sudah bersiap untuk menuju ballroom hotel itu, karoline pun menyapa beberapa kolega yang sengaja dia undang.
Setelah semuanya siap dan meta sudah berdiri di atas panggung bersama mamanya dan Karoline.
Sebelumnya Karoline sudah menyuruh seseorang untuk menjemput Rendi di kamarnya. Karoline memang sudah menyiapkan rencana ini untuk Rendi secara rapi.
Beberapa menit kemudian Rendi datang di ruangan itu dengan matanya yang ditutup kain.
"Kenapa mesti ditutup matanya segala sih pak Alex?" kata Rendi protes dengan orang kepercayaan mamanya itu.
Pak Alex yang dari tadi menuntun Rendi tak memberi jawaban dan hanya menuntun Rendi ke arah panggung.
Sesaat kemudian meta bersembunyi diantara beberapa ajudan Tante karoline supaya Rendi tak melihatnya.
Pak Alex membuka penutup mata Rendi, Rendi pun mengerjapkan matanya melihat sekeliling ruangan itu.
"Surprise!!!" teriak Karoline pada Rendi.
"Mama....!!Ada apa ini...loh kok ada Tante Risma juga?" tanya Rendi setelah melihat mamanya dan Tante Risma di situ.
"Selamat ulang tahun ya sayang!!" Karoline memeluk Rendi dan mencium pipi Rendi.
"Makasih ma...aku gak nyangka mama akan kasih kejutan buat aku kayak gini!' kata Rendi yang masih bingung dengan kejutan ini.
"Selamat ulang tahun ya Rend, semoga panjang umur dan sehat selalu," kata Risma sambil memeluk Rendi.
__ADS_1
"Makasih Tante, Tante udah jauh-jauh ke sini buat dateng ke pesta ultahku."
"Iya sama-sama. Kamu kenapa rend? Kok jadi lesu gitu mukanya?"
"Gak papa kok Tante, tapi kayaknya meta marah sama aku!"
Karoline yang melihat Rendi menjadi sedih kemudian menghampirinya.
"Udah jangan sedih-sedih kalo gitu gimana langsung kita tiup lilinnya dulu. Kasihan kan tamu-tamunya kalo lihat kamu sedih. Mama panggil pembawa kuenya dulu ya biar ke sini."
"Terserah mama aja," kata Rendi lesu.
Karoline pun memberi kode dan ajudannya langsung memberi jalan untuk meta yang dari tadi sembunyi di belakangnya.
Meta berjalan menuju ke tempat Rendi dengan memegang kue ulang tahun untuk Rendi.
"Happy birthday to you.....happy birthday to you..happy birthday....happy birthday...happy birthday to you..." meta menghampiri Rendi sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuk Rendi.
Rendi melihat meta dengan mata terbelalak, seolah tak percaya melihat meta yang berjalan menuju ke arahnya dengan membawa kue.
"Selamat ulang tahun Rendi, doa terbaik dariku untukmu," kata meta setelah sampai di depan Rendi.
"Meta..! Ini beneran kamu" kata Rendi masih tak percaya.
"Iya ini aku, masak hantu?!!"
"Ya ampun, aku seneng banget nglihat kau di sini. Kamu cantik banget pake gaun itu."
"Makasih...tapi kamu tiup lilinnya dulu dong pegel nih dari tadi megangin ini."
Diiringi lagi ulang tahun dari tamu-tamu yang ada di situ Rendi meniup lilin dan memotong kue.
"Potongan pertama buat mama, makasih ya ma udah nyiapin semua ini. Makasih mama udah jadi orang tua terbaik untuk Rendi," kata Rendi memeluk mamanya.
"Sama-sama sayang, mama hanya berdoa semoga kamu selalu bahagia dalam hidupmu."
Mereka berdua terlarut dalam rasa haru satu sama lain.
Potongan kedua kuenya, dia berikan ke meta.
"Makasih ya sayang kamu udah mau Dateng ke sini. Aku bener-bener gak nyangka, aku pikir kamu masih marah sama aku karna beberapa hari ini kamu gak angkat teleponku."
"Maaf ya aku memang sengaja nyuekin kamu, tapi makasih ya kuenya. Semoga kamu selalu sehat dan bahagia selalu."
"Makasih sayang. Aku bahagia banget malam ini," kata Rendi sambil mencium kening meta.
"Rend, malu ah ada mama sama Tante Karoline," jawab meta tersipu.
"Biarin aja, kamu cantik banget pake gaun warna pink itu," bisik Rendi di telinga meta.
__ADS_1