TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Welcome to Bali


__ADS_3

Meta dan Rendi bersiap menunggu Karoline di bandara, karna saat ini Karoline masih di kantor menyelesaikan pekerjaannya.


Seperti rencana kemarin mereka akan berangkat liburan ke Bali. Namun 30 menit sebelum berangkat, entah kenapa Karoline belum juga datang di bandara.


Rendi mencoba menelpon mamanya untuk memastikan keberadaan Karoline.


"Ma, mama dimana? Udah mau berangkat nih kita!"


"Maaf sayang, mama ada meeting mendadak, kalian berangkat dulu ya. Nanti mama nyusul, kamu kasih tahu aja nama hotel kalian kalo udah nyampe sana ya. Rend, udah dulu ya mama udah ditunggu sama klien nih. Kalian berangkat aja dulu. Hati-hati ya....!"


"Tapi ma....."


Tut Tut Tut belum sempat Rendi meneruskan kata-katanya Karoline sudah memutuskan telponnya.


"Gimana Rend? Mama kamu udah sampe mana?"


"Mama masih ada meeting sama klien, katanya nanti mau nyusul."


"Lah kok sama kayak mama, kenapa bisa kompakan gitu."


"Berarti mereka tahu banget kalo kita itu lebih baik liburan berdua!" kata Rendi sambil menyenggol lengan meta.


"Ish apaan sih Rend! Kamu tuh awas ya kalo macem-macem!!"


"Heleh, padahal dalam hati bilang, yes yes akhirnya bisa liburan berdua!" kata Rendi menggoda.


"Rendiiiiii!!! Apaan sih??"


Meta pun berlari mengejar Rendi yang berlari meninggalkan dia.


Perjalanan kurang lebih tiga jam mereka lewati dari bandara Singapura menuju bandara Ngurah Rai Bali.


Setibanya di sana mereka mencari mobil sewaan untuk menuju hotel. Mereka berdua memang sudah pernah wisata ke Bali waktu study tour saat mereka SMP dulu.


Mereka menyewa mobil khusus untuk menjadi guide selam mereka jalan-jalan di pulau Dewata.


"Terakhir kali kita ke sini waktu kelas 2 SMP dulu ya rend?" kata meta sambil melihat-lihat keindahan kota.


"Iya, sekarang beda banget ya. Udah berapa tahun ya?"


"Hampir 5 tahun lalu kali ya?"


"Kamu masih inget gak?"


"Apa?"


"Tempat kita dulu jadian di sini?"


"Pastilah ingetlah, nanti kita ke sana yah?"


"Iya, aku pengen lihat sekarang kayak gimana tempatnya setelah 5 tahun berlalu."


Mereka berdua pun menuju hotel di kawasan Kuta. Rendi memang sengaja memilih hotel dekat pantai supaya nanti malam dia bisa jalan-jalan ke pantai bersama meta.


Sesampainya di hotel, mereka langsung menuju kamar yang sudah mereka booking. Rendi memesan 2 kamar bersebelahan untuk mereka berdua.


"Met, nanti kita lihat sunset ya."


"Okey, tapi aku mau mandi dulu ya."


"Ya udah aku juga mau mandi. Nanti aku ke kamarmu!"

__ADS_1


Meta dan Rendi pun memasuki kamar mereka masing-masing dan membereskan diri.


Hari semakin sore, mereka berdua berjalan-jalan untuk menghirup udara segar sore ini. Jarak hotel dengan pantai Kuta mereka tempuh dengan berjalan kaki.


Sepanjang jalan Rendi menggenggam tangan meta sambil sesekali memotret meta dengan kameranya. Sore ini langit sedikit mendung tapi tak mengurangi keindahan sunset yang ada di pantai.


Meta dan Rendi sesekali mengambil gambar dengan kamera kesayangan Rendi yang selalu dia bawa kemana pun.


Hari ini dengan setelan kaos warna putih dengan celana jeans yang Rendi pakai, dia nampak kasual dengan rambut pomadenya. Sedang meta mengenakan dress motif bunga-bunga dengan rambut panjang yang dia biarkan tergerai tertiup angin pantai.


"Udara di sini rasanya segar ya Rend?"


"Hmmm iya, kamu mau kelapa muda, biar aku belikan?"


"Kayaknya seger tuh, boleh deh!"


"Okey aku belikan dulu, kamu tunggu sini dulu ya!"


"Okey my prince!" jawab meta sambil tersenyum ke arah Rendi.


Rendi membalasnya dengan senyuman, dan dia langsung pergi menghampiri penjual kelapa muda di sekitar pantai.


Sinar jingga matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat dengan sedikit guratan mendung yang meredupkan cahayanya membuat sore semakin indah. Meta mendudukkan dirinya di tepi pantai sembari menikmati suasana hiruk pikuk pantai. Desir ombak yang menggulung datang dan pergi memecah bibir pantai membuat suasana semakin syahdu.


"Ehem...boleh aku duduk sini?"


Pandangan meta yang tadinya terpaku pada pantai, beralih ke seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya.


"Rendi! Ngagetin aja, kirain siapa?"


"Hmm, la emang kamu ngarepnya siapa?"


"Kamu tuh, kalo ada orang asing yang ganggu kamu, awas aja dia bakal berhadapan sama aku!!"


"Ya udah sih gak usah diperanjang, aku udah haus nih!"


"Oh iya ini spesial buat kamu!"


"Makasih my prince!!"


"Aku tadi juga beliin jagung bakar buat kamu!"


"Kamu emang paling tahu banget aku pengen nyemil."


Sambil menikmati makan mereka sesekali mereka berfoto dengan latar belakang sunset.


"Besok kita mau jalan kemana ?"


"Em...enaknya ke Bedugul atau ke Ubud mungkin. Aku sih terserah kamu aja sayang!"


"Aku sih pengennya ke Bedugul tapi lumayan juga kalo dari sini. Mending kita jalan-jalan ke Sukowati aja, belanja-belanja gitu?"


"Kamu tuh udah kayak mama aja sukanya shopping. Kalo ke Sukowati mending besok pas mama sama Tante Risma ke sini aja!"


"Ya udah deh, nanti aku searching dulu kali ya enaknya ke mana!"


"Kalo menurut aku nih, mumpung mama kita belum ke sini gimana kalo kita besok ke tempat kita jadian dulu?"


"Boleh juga sih, ya udah kita ke situ aja besok!! Kangen juga ke tempat itu, tempat memorable kita waktu itu!"


Dret dret dret hp meta berbunyi tanda ada panggilan masuk. Meta melihat ID pemanggilnya.

__ADS_1


"Devan? Ada apa dia telpon aku?" bisik meta sendiri.


"Siapa sayang, kok gak di angkat?"


"Eh nggak, nomor gak dikenal. Males ngangkatnya," jawab meta berbohong.


Meta memang tak ingin Rendi tahu kalo yang menelponnya adalah Devan. Meta tak ingin merusak momen liburan ini kalo Rendi sampai tahu Devan menelponnya.


Dret dret dret berkali-kali panggilan itu masuk di hp meta.


"Kenapa gak diangkat aja sih? Siapa tahu penting!"


"Eh...iya...gak tahu nih kenapa dari tadi telpon mulu!"


"Atau mau aku yang angkat telponnya?"


"Eh...gak usah biar aku angkat sendiri," jawab meta tergagap.


Meta mengangkat panggilan itu.


"H...Allo...!" kata meta ragu.


"Hei met gimana kabarnya?"


"Baik, kalo boleh tahu ada apa telpon aku?"


Rendi memperhatikan meta yang sedang menelpon, dan hal itu yang membuat meta tak tahu harus bilang apa ke Rendi.


"Siapa sayang?" tanya rendi.


"Eh, nggak, kayaknya salah sambung deh!'


"Met, kamu dimana sekarang?" tanya Devan lagi.


Meta yang gugup langsung mematikan telponnya.


"Siapa sih?"


"Gak tahu tuh salah sambung kayaknya, masak aku dikira Desi temannya. Makanya dia sempet tanya kabar gitu," kata meta berbohong.


"Oh gitu, kirain siapa? Kayaknya udah malem nih, kita makan malem yuk!"


"Ya udah yuk, aku juga udah laper nih!" kata meta.


Mereka berdua berjalan ke arah cafe dekat pantai untuk makan malam. Beberapa menit kemudian Devan mengirim pesan untuk meta.


^*Devan^


Meta ...kamu dimana*?


Meta membuka pesan itu dan membacanya tanpa sepengetahuan Rendi. Namun meta belum bisa membalas pesan Devan karena sedang bersama dengan Rendi. Meta gak mau Rendi curiga dengannya.


^Devan^


Aku tahu kamu sekarang lagi di Bali kan?


Lebih tepatnya di pantai Kuta.


Aku bisa lihat kamu kok dari jauh


Pesan singkat itu sukses membuat meta terbelalak membacanya.

__ADS_1


__ADS_2