TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Cafe


__ADS_3

Sudut kota Jerman dengan hiruk pikuk di sekitarnya membuat meta semakin terbiasa dengan kehidupannya saat ini. Dia memang harus berjuang untuk memperoleh nilai terbaik, bahkan akhir-akhir ini dia terlalu sibuk dalam tugas-tugasnya. Terkadang sepulang kuliah pun dia masih harus mengerjakan tugas tambahan. Tak jarang dia sampai tertidur di meja belajarnya.


Kali ini meta sedikit bisa bernafas lega karena di weekend ini dia bisa sedikit santai sejenak melupakan tugas-tugasnya yang menumpuk.


Malam ini meta ingin menghirup udara segar malam di Jerman, rasanya dia hidup bertahun-tahun di Jerman tapi jarang menikmati udara malam di luar. Entah kenapa meta juga jarang nongkrong bersama teman-teman kuliahnya, dia lebih sering berada di Zimmer Apartemennya berkutat dengan laptopnya atau membaca buku-buku.


Di Jerman meta memang tak memiliki banyak kesempatan untuk hangout atau sekedar jalan-jalan bersama teman-temannya. Devan pun sekarang juga memiliki kesibukannya sendiri. Jadwal kuliah yang padat membuat mereka jarang mengobrol. Hanya sesekali mereka berangkat bersama saat jam kuliah mereka bersamaan.


Meta melangkahkan kakinya ke sebuah cafe bergaya Eropa klasik, dimana cafe itu terlihat selalu ramai dengan anak muda apalagi di akhir pekan. Bukan tanpa alasan dia berada di cafe itu. Meta melihat ke seluruh penjuru cafe itu, nampak hampir semua meja sudah terisi.


Sebenarnya dia malas untuk nongkrong di cafe seperti itu, apalagi semenjak LDR dengan Rendi rasanya dia tidak terlalu suka ke tempat-tempat seperti itu.


"Ayo duduk sini aja!" sapa devan.


Devan langsung mengajak meta duduk di meja yang sengaja dia pesan.


"Kamu duduk di sini yah, jangan kemana-mana!"


"Kenapa aku gak boleh kemana-mana? Lagian mau ngapain sih kamu, tumben banget ke cafe kayak gini!"


"Udah pokoknya kamu sini aja, hari ini aku yang traktir!"


"Beneran yah, tapi aku gak bisa sampai malam, masih ada tugas yang mesti aku kerjakan!"


"Iya, aku cuma pengen kamu lihat aku perform aja kok!"


"Perform?"


"Iya, hari ini pertama kali aku perform di cafe ini, kemarin aku baru aja tanda tangan kontrak untuk nyanyi di cafe ini!"


"Seriusan? Wah hebat kamu bisa nyanyi di sini! Tapi apa itu gak ganggu kuliah kamu?"


"Nggaklah, aku cuma nerima job saat weekend aja, yah itung-itung kayak kerja part time gitu! Lagi pula aku juga gak full semalaman nyanyi sih, paling cuma beberapa lagu aja!"


"Oh!"


"Ekspresimu datar banget sih, masak cuma oh doang!"


"Yah mesti gimana? Waw....kamu keren banget gan, aku pengen minta tanda tangan kamu!" kata meta sambil bergaya lebay.


"Gak gitu juga kelesss!! Tapi paling gak ngucapin selamat kek atau apa kek gitu!"


"Selamat yah Van, kamu udah bisa jadi penyanyi apalagi di cafe kayak gini, pasti fans kamu tambah lagi deh di IG mu!"


"Pastilah, sekarang aja viewer YouTube aku aja udah jutaan!" kata Devan sambil membenarkan bajunya, seolah kepercayaan dirinya sedang up.


"Iya deh, yang udah jadi penyanyi! Sebagai temenmu aku ikut bangga!" kata meta sambil menepuk punggung Devan.

__ADS_1


Sepintas Devan melihat senyum meta, namun ada sesuatu yang berbeda dari meta. Sorot matanya berbanding terbalik dengan senyumannya.


"Kamu kenapa met!'


"Apanya yang kenapa?" jawab meta heran.


"Kamu lagi sedih? Atau lagi ada masalah? Atau kamu sedih kalo nanti aku jadi artis kamu bakalan aku lupain?? Hayo ngaku!!"


"Ngomong apa sih kamu Van, udah ah sana siap-siap, bentar lagi mau perform kan!"


Entah kenapa Devan memang sepertinya selalu tahu apa yang dia pikirkan. Namun meta masih berusaha menutupi kegundahannya itu.


"Iya, iya aku ke sana dulu yah, tapi jangan kemana-mana. Ini udah malem nanti pulangnya bareng aku aja!"


"Iya, bawel banget sih!" gerutu meta.


Devan pun menuju ke panggung menyanyikan lagu-lagu yang ada di daftar play list sesuai permintaan cafe.


Karena malam ini adalah malam Minggu, cafe itu dipenuhi oleh pasangan yang menghabiskan waktu untuk makan malam bersama. Devan pun menyanyikan lagu-lagu romantis untuk para pengunjung cafe.


Dari dulu impian Devan adalah sebagai seorang penyanyi. Bahkan ketika kemarin dia di Indonesia Devan melakukan rekaman untuk single terbarunya.


"Kamu memang gak pernah berubah Van dari dulu! Masih tetap bisa tahu aku meski aku menutupi kesedihanku!" gumam meta sendiri sambil melihat Devan menyanyikan lagu.


Meta turut larut dengan lagu romantis yang terkesan sendu itu, tak terasa dia pun ikut bersenandung ketika Devan menyanyikan lagu itu dengan gitarnya.


Lovin' you is easy 'cause you're beautiful


Makin' love with you is all I wanna do


Lovin' you is more than just a dream come true


And everything that I do is out of lovin' you


La-la-la-la-la


La-la-la-la-la


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Dodn-dodn-do-do, a-a-a-a-a-oh


No one else can make me feel


The colors that you bring


Stay with me while we grow old

__ADS_1


And we will live each day in springtime


'Cause lovin' you has made my life so beautiful


And every day of my life is filled with lovin' you


Lovin' you, I see your soul come shinin' through


And every time that we-, oh, I'm more in love with you


La-la-la-la-la


La-la-la-la-la


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Dodn-dodn-do-do, a-a-a-a-a-oh


No one else can make me feel


The colors that you bring


Stay with me while we grow old


And…


Tepuk tangan riuh para penonton menyambut Devan menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Sesekali Devan melihat meta dari jauh saat menyanyikan lagu itu.


Mungkin perasaan Devan memang tak pernah berubah, dan semata-mata demi profesionalitas kerjanya dia menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Meski sebenarnya lagu itu juga mewakili isi perasaanya.


Devan menghampiri meta lagi ke mejanya setelah menyanyikan beberapa lagu, memesan segelas minuman untuk menyejukkan kerongkongannya yang kering setelah perform tadi.


"Gimana bagus gak perform perdana aku?"


"Seperti biasa, suara kamu bagus, aku nglihat para pengunjung cafe sangat menyukai suara kamu!"


Devan memiliki karakter suara merdu yang terkesan lembut untuk di dengar, itulah kenapa Devan selalu cocok menyanyikan lagu-lagu pop melow karena lebih sesuai dengan karakter suaranya. Apalagi dengan kepiawaiannya memainkan gitar membuat sisi melownya semakin terlihat meski penampilannya maskulin.


"Beneran bagus? Jujur aku agak grogi sih, tapi dikit!! Soalnya ini kan pertama kalinya aku perform secara profesional, biasanya aku kan cuma nyanyi-nyanyi iseng!"


"Tapi tadi kamu kelihatan perfect kok! Mungkin kalo ini di Indonesia pasti semua cewek-cewek bakal terpesona sama kamu! Tadi aja cewek-cewek di sini juga pada interest gitu kayaknya!'


"Kalo kamu interest juga gak sama aku?" kata Devan menatap meta sambil tersenyum tengil seperti biasanya.


"Devan, udah deh gak usah mulai lagi!"


^^^Ayo dong terus vote dan like....biar authornya tambah semangat bikin cerita-cerita menarik^^^

__ADS_1


__ADS_2