TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Romantisnya malam ini


__ADS_3

Setelah bersiap-siap meta dan Rendi turun ke bawah menuju meja makan. Mereka menjumpai mama Rendi yang sedang menikmati sarapannya.


"Tante, maaf kemarin aku ketiduran dan belum sempat bertemu Tante." kata meta sambil menjabat tangan Karoline.


"Tante yang harusnya minta maaf, kedatangan tamu malah sibuk sendiri sampe belum sempat ketemu kamu. Gimana, kamu betah kan di sini?"


"Betah Tante, rumah Tante sangat nyaman!"


"Syukurlah kalo kamu nyaman, kamu memang harus sering-sering ke sini!o iya gimana Rend check up kamu kemarin?"


"Udah selesai ma, nanti tinggal tunggu hasilnya!"


"Mama berharap kamu baik-baik saja Rend!"


"Aku juga berharap seperti itu, ma hari ini aku mau ajak jalan-jalan meta keliling Singapura, ini sebagai permintaan maafku ke meta karena kemarin udah aku tinggal seharian."


"Kemarin sebenarnya aku pengen nemenin Rendi Tante, tapi Rendi bilang aku suruh nunggu di rumah aja."


"Iya meta, Rendi bener karena nanti kamu bisa bete kalo nunggu seharian di rumah sakit, karena proses check up itu butuh waktu berjam-jam. O iya hari ini mama ada janji dengan teman mama, jadi mama harus pergi duluan ya. Selamat bersenang-senang ya!"


"Iya ma."


Karoline mencium Rendi dan meta yang masih menikmati sarapannya.


"Hari ini kamu mau ke patung Merlion?"


"Iya, jangan lupa bawa kameramu ya, aku pengen foto-foto di sana!"


"Dasar narsis!Iya nanti aku bawa kameraku, tapi ke sananya agak sorean aja yah?nanti kita ke tempat tongkrongan aku dulu!"


"Tempat tongkrongan kamu?"


"Iya pokoknya tempatnya seru, lagi pula kalo kita ke patung Merlion siang-siang nanti kamu kepanasan lagi di sana!"


"Ya udah terserah kamu aja!" kata meta sambil menghabiskan makanannya.


Rendi sengaja menyetir mobilnya sendiri, karena dia sengaja supaya bisa berduaan dengan meta. Meta merasa kagum melihat tata kota yang begitu rapi dan bersih. Seusai dari tempat tongkrongan Rendi yang tak jauh dari patung Merlion, meta pun mengajak Rendi untuk membawanya berfoto di dekat patung Merlion.


"Ayo Rend foto aku yah."


Meta berpose dengan beberapa gaya dengan latar belakang patung Merlion. Meta terlihat sangat cantik dengan rambut terurai berpadu dengan dress warna ungu yang dia kenakan. Tidak lupa meta menampilkan senyuman terindahnya di depan kamera.


"Iya iya kamu tuh udah kayak anak kecil diajak ke taman bermain aja!" kata Rendi sambil mengambil foto meta.


"Biarin! Jarang-jarang kan aku bisa ke sini!"

__ADS_1


"Kita foto berdua yuk, nanti biar aku minta tolong orang muat fotoin!"


"Ya udah ayok!"


Rendi pun meminta tolong kepada salah seorang pengunjung di situ, mereka berdua pun berpose bersama. Bahkan Rendi dengan usilnya mencium pipi meta saat mereka berpose.


Garden Bay The Bay


Hari sudah mulai malam, Rendi pun mengajak meta ke salah satu tempat romantis di sudut kota itu. Tempat yang banyak dipenuhi lampu-lampu serta iringan musik yang menyertai. Meta merasa takjub dengan pemandangan yang sangat indah.


"Tempatnya indah yah Rend, banyak lampu-lampu terus diiringi musik-musik kayak gini, ini so sweet banget tahu gak!"


Meta tiada henti mengagumi sudut kota yang terlihat romantis dan syahdu.


"Kamu suka?Aku sengaja ngajak kamu ke sini malem-malem supaya kamu bisa lihat keindahan lampu-lampu di sini."


"Makasih ya Rend, aku suka banget!"


Rendi merangkul meta sambil menyusuri taman yang begitu romantis dengan hiasan lampu dan iringan musik. Sesekali Rendi mengambil foto meta.


"Aku pengen kita bisa berdua seperti ini terus!" kata Rendi sambil mengusap kepala meta.


"Aku juga!" kata meta sambil menyenderkan kepalanya dipelukan Rendi.


"Kemana?"


"Marina Bay."


"Ok."


Rendi pun mengajak meta ke salah tempat yang tak kalah menarik, Rendi mengajak meta ke Marina Bay. Di malam hari suasana di tempat itu memang ramai karena banyak pengunjung yang ingin melihat atraksi air mancur. Rendi pun mencarikan tempat yang nyaman untuk mereka berdua duduk.


"Wah keren banget yah pertunjukan air mancurnya, apalagi di tepi pantai kayak gini. Makasih ya Rend."


Meta mengecup pipi Rendi sekilas.


"Iya sama-sama, apapun bakal aku lakuin supaya kamu bisa bahagia terus kayak gini!"


Rendi menarik meta dalam pelukannya, sambil melihat atraksi air mancur yang memukau.


"Kamu sering ke sini?"


"Nggak, baru kali ini."


"Masak kamu tinggal di Singapura tapi belum pernah ke tempat seindah ini!"

__ADS_1


"Tahu gak, dulu aku pernah punya cita-cita waktu aku sakit dan dirawat."


"Cita-cita?"


"Dulu aku berjanji sama diri aku sendiri kalo aku bisa sembuh dari sakitku, aku berjanji pada diriku sendiri bisa membawamu ke sini."


"Dan sekarang udah ke sampaian kan. Aku udah kamu bawa ke sini, malam ini aku seneng banget Rend" kata meta sambil menatap Rendi.


Rendi pun membalas tatapan meta.


"I Love you meta!" kata Rendi menatap meta dalam.


"I Love you too Rendi!"


Rendi menangkupkan tangannya pada pipi meta dan mendekatkan wajahnya ke wajah meta. Rendi pun mencium bibir meta, suasana romantis membawa mereka ke dunia yang indah. Diiringi hiasan lampu dan atraksi air mancur menjadi saksi keromantisan cinta mereka malam ini.


"Kamu mau gak janji sama aku?"


"Janji apa?"


"Janji meski apapun yang terjadi kamu akan selalu di samping aku!"


Rendi pun mengulurkan jari kelingkingnya pada meta.


"Iya, aku janji!" kata meta sambil menyambut jari kelingking Rendi.


"Tempat ini yang jadi saksi perjanjian kita!"


"Iya, tapi kamu juga harus janji kamu bakal sering-sering bawa aku ke sini."


"Kalo kamu mau, tiap hari pun aku bisa bawa kamu ke sini. Biar kamu bisa tersenyum bahagia seperti ini setiap hari!"


"Ya gak tiap hari juga kali rend. Kita pulang yuk, aku udah mulai kedinginan nih!" ajak meta.


"Ya udah kita pulang sekarang!"


Sepanjang jalan menuju mobil Rendi terus memeluk meta sambil sesekali mencium puncak kepala meta. Mereka berdua merasakan perasasaan yang sama-sama bahagia saat itu.


Di perjalanan pulang meta pun terlelap tidur, sambil menyetir sesekali Rendi melihat wajah meta yang sudah tertidur pulas.


"Sepertinya dia kelelahan sekali" kata Rendi lirih.


Sesampainya di rumah Rendi pun membopong meta yang masih tertidur. Rendi membawa meta ke kamarnya dengan perlahan karena takut membangunkan meta yang sepertinya kelelahan. Rendi membaringkan meta di kamar meta kemudian melepaskan sepatu meta yang masih terpakai di kakinya. Rendi menyelimuti meta dengan perlahan agar meta tidak terbangun. Rendi mencium kening meta sekilas sebelum dia pergi ke kamarnya.


Hari ini adalah hari bahagia untuk Rendi, setidaknya dia bisa melihat senyum kebahagiaan meta. Di dalam hatinya Rendi berharap bisa selalu membahagiakan meta seperti ini, karena metalah salah satu penyemangat hidupnya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2