TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Ternyata kamu?


__ADS_3

"Met....aku bisa jelasin itu!"


"Kalo kamu masih anggep aku sahabat...please jawab jujur Van!Kamu kan yang nulis surat-surat itu!"


Devan pun terdiam, sebenarnya dia tak ingin meta mengetahui kalo surat itu dari dia. Devan hanya ingin mengagumi meta dari jauh, karna Devan tahu meta tak pernah suka dengannya. Jadi bagi Devan bisa dekat dengan meta saja sudah membuatnya cukup bahagia, meski bagi meta dia hanya dianggap sebagai sahabat.


"Okey...kami diem! Kamu gak mau jawab pertanyaanku, gak papa Van, tapi aku gak mau punya sahabat yang gak jujur mending kita gak usah saling kenal lagi!"


Meta terlihat emosi karna Devan tak juga menjawab pertanyaannya. Meta memasukan lagi surat-surat itu ke dalam tasnya, karna tak mendapat jawaban dari Devan dia berniat pergi dari tempat itu.


"Tunggu met! Aku bisa jelasin!" kata Devan menarik tangan meta sesaat.


"Apa?Kami mau jelasin apa?"


"Iya....memang aku yang menulis surat itu!"


Meta menatap Devan dengan tatapan tajam.


"Terus maksud kamu apa ngirim surat ini ke aku?'


"Aku....aku suka sama kamu met....!Maaf....!!Maaf kalo aku menyukaimu....Aku tahu kamu gak akan pernah suka sama aku...aku tahu di hatimu hanya ada Rendi....aku juga tahu kamu hanya menganggapku sebagai sahabat Tapi met, aku gak bisa boongin perasaanku sama kamu kalo aku memang suka sama kamu. Bahkan sebelum anak baru itu ada di sekolah ini. Rasanya aku semakin tak punya kesempatan untuk dekat denganmu lagi! Jadi hanya dengan mengirim surat-surat itu aku bisa mengungkapkan perasaanku yang terpendam. Aku berharap kamu gak marah sama aku apalagi ngejauhin aku setelah tahu ini!"


Meta kaget mendengar pernyataan dari Devan, ternyata selama ini Devan memendam rasa dengannya. Bahkan sampai mengirimkan surat itu untuknya.


"Aku menghargai kejujuran kamu Van, tapi sepertinya kamu tahu bagaimana hubungan aku dengan Rendi dan aku ingin kita bersahabat, tidak lebih!"


"Aku tahu met, aku juga sadar diri tapi setelah kamu tahu perasaanku sebenarnya, aku harap kamu gak marah sama aku!"


"Aku ingin kita bersahabat dan aku harap kamu gak usah mengirimkan surat itu lagi Van! Aku gak mau surat-surat itu membuat kesalahpahaman antara aku dengan Rendi!"


"Meski kamu sekarang dengan Rendi, aku berharap suatu saat nanti kamu bisa membuka hati untukku meta, entah kapanpun itu akan ku tunggu" pekik Devan dalam hati.


"Ya udah Van aku pulang dulu ya!"


"Aku anter?"


"Nggak usah...aku dijemput kok, lagian kamu masih latihan basket kan!Aku duluan ya!Bye!"


"Bye!"


Devan pun hanya menatap meta yang semakin menjauh darinya. Menatap kehampaan hatinya yang tertunduk lesu, tersadar kalo cintanya bertepuk sebelah tangan.


Meta pun melangkah menuju pintu gerbang, meta benar-benar gak nyangka dengan perasaan Rendi yang ternyata mencintai dia.

__ADS_1


"Dari mana?" sapa seseorang yang di pintu gerbang yang tak lain adalah Rendi.


"Dari itu!" jawab meta gelagapan karna dia kaget melihat Rendi yang ada di situ.


"Gak bisa jelasin ?Kaget kenapa aku masih di sini!Kamu ngapain berduaan sama Devan?"


"Aku cuma ngobrol sebentar sama dia!"


"Ngobrol masalah apa?Masalah cinta?"


"Nggak gitu Rend, aku bisa jelasin!"


"Jelasin apa?Aku gak nyangka yah...ternyata kamu nyuruh aku pulang duluan karna kamu mau berduaan sama Devan?"


"Gak gitu Rend, aku bisa jelasin semuanya. Please kamu jangan salah paham dulu!"


"Kamu tahu kan aku gak suka kalo kamu deket-deket sama Devan, dia itu suka sama kamu!'


"Tapi aku hanya anggep dia sahabat, gak lebih!"


"Heh sahabat? Kamu yakin mana ada sahabat yang terang-terangan mengirimkan surat cinta!"


Meta kaget dengan omongan Rendi kenapa dia bisa tahu tentang surat cinta itu.


"Kamu pikir aku bodoh!Aku tahu met....beberapa hari ini Devan ngirim surat-surat cinta ke kamu kan?"


Meta tertunduk tak tahu harus berbuat bagaimana sekarang ini.


"Kenapa gak di jawab?kenapa kamu gak jujur sama aku tentang surat itu?Atau jangan-jangan kamu punya perasaan sama Devan?"


"Aku gak bermaksud nyembunyiin itu dari kamu. Aku cuma gak pengen kamu salah paham tentang surat itu, makanya aku gak cerita sama kamu!"


"Terus dengan kamu gak ngomong apa itu gak semakin membuat aku salah paham met?Aku gak ngerti lagi deh mesti gimana sama kamu?'


"Aku minta maaf Rend kalo aku salah nyembunyiin semua ini dari kamu!"


"Sekarang kamu baru jujur sama aku. Setelah aku tahu semuanya!"


"Maaf Rend!"


Rendi pun meninggalkan meta di situ, Rendi benar-benar merasa kecewa dengan meta.


"Rendi tunggu!Aku minta maaf kalo aku salah!" teriak meta.

__ADS_1


Tetapi Rendi semakin berlari menjauh.


Rendi merasa sudah dibohongi, karna meta tak jujur dengannya. Bahkan dia tahu mengenai surat itu karena tempo hari saat dia masuk kelas sebelum meta datang secara tak sengaja dia melihat surat itu diatas meja meta dan rendi membaca isi dari surat itu.


Awalnya Rendi ingin marah saat itu juga, tapi Rendi berusaha meredam kemarahannya. Sebenarnya Rendi menunggu meta menceritakan tentang surat itu tapi ternyata meta justru menutupinya. Dia merasa kecewa dengan sikap meta apalagi hari ini meta sengaja berbohong hanya untuk bisa bertemu dengan Devan. Butuh waktu untuk Rendi menenangkan diri untuk meredam kekecewaannya.


**********


Sesampainya di rumah meta masih mencoba menghubungi Rendi. Berharap Rendi mau memaafkannya tapi semuanya nihil. Tak satupun pesan darinya di balas oleh Rendi bahkan ketika mencoba menelepon ternyata nomor Rendi tidak aktif.


Meta tertunduk lesu, meratapi kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Dia gak nyangka kalo kesalahpahaman yang dia hindari justru malah terjadi.


Entah harus dengan cara apa meta menjelaskan semua itu ke Rendi. Dia memang benar-benar hanya menganggap Devan sebagai sahabatnya. Mungkin Rendi butuh waktu untuk menerima penjelasan darinya.


Dret....dret...dret....getaran hp membuat meta tersadar dari lamunannya.


"Halo!" jawab meta.


"Meta?"


"Iya, ada apa Van?"


"Gak, gak papa kok aku cuma pengen minta maaf aja!"


"Soal apa?"


"Soal surat itu, karna gara-gara surat itu kamu jadi salah paham sama Rendi."


"Kok kamu tahu?"


"Aku tadi gak sengaja lihat kamu sama Rendi lagi berantem masalah surat itu! Aku benar-benar merasa bersalah!Aku minta maaf ya met!"


"Semuanya udah kejadian yah mau gimana lagi dan sekarang Rendi salah paham gara-gara itu!"


"Sebagai permintaan maaf ku nanti biar aku ngomong ke Rendi?Aku bakalan jelasin ke dia semuanya!'


"Makasih Van kamu udah mau bantu buat jelasin ke Rendi tapi aku pikir sekarang bukan waktu yang tepat, karna pasti sekarang Rendi lagi marah banget sama aku sampai-sampai dia gak aktifin hpnya!"


"Apa pun akan aku lakuin buat Nebus kesalahanku ini. Nanti aku berusaha ngomong ke dia sebenarnya!"


"Makasih Van kamu udah mau bantuin aku tapi Van maaf banget. Kayaknya untuk sementara kita agak jaga jarak dulu ya. Aku gak mau Rendi semakin salah paham sama kita!"


"Oh iya aku ngerti!" jawab Devan datar padahal dalam hatinya perih mendengar meta bicara seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2