
Pagi-pagi sekali rendi berangkat menuju bandara. Rendi mengambil jadwal penerbangan paling pagi, supaya bisa segera menemui meta. Dari kemarin memang sengaja dia tak membalas pesan ataupun mengangkat telpon dari meta.
Setelah perjalanan kurang lebih 15 jam akhirnya Rendi tiba di Jerman. Rendi langsung menuju alamat yang sudah diberikan Tante Risma kemarin. Rendi pun sengaja tak memberi tahu Tante Risma mengenai keberangkatannya di Jerman.
Setibanya di apartemen meta, dia langsung menuju ke kamar meta. Beberapa kali Rendi mengetuk pintu tak ada satu pun jawaban, mungkin meta masih berada di kampus, pikirnya. Rendi memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu untuk mengisi perutnya sambil menunggu kedatangan meta.
Rendi mencari tempat makan tak jauh dari apartemen meta.
Beberapa jam menunggu, Rendi mencoba kembali mengecek kamar meta. Ternyata kamarnya masih terkunci. Rendi merasa kelelahan dan tertidur di depan pintu kamar meta.
Meta yang pulang dari kampus berjalan santai ke arah kamarnya. Meta merasa kaget setelah ada orang yang tertidur di depan kamarnya. Dia pun mendekati siapa yang ada di situ.
"Ya ampun rendi!" teriak meta seolah tak percaya, kemudian Meta berjongkok mendekatinya.
Teriakan meta membuat Rendi terbangun dari tidurnya. Sesaat rendi mengerjapkan matanya, melihat meta yang sudah ada di depannya.
"Meta, kamu udah pulang?"
"Kamu udah dari tadi Rend, kenapa kamu gak bilang kalo kamu mau ke sini?"
Rendi menangkupkan kedua tangannya di pipi meta. Spontan rendi langsung memeluk meta.
"Aku kangen banget sama kamu meta, setelah kemarin aku tahu di kamarmu ada Devan, semalaman aku gak bisa tidur, dan aku langsung mutusin buat ke sini!"
"Aku minta maaf Ren, aku bisa jelasin semuanya. Aku minta maaf gak jujur sama kamu, tapi aku benar-benar gak tahu kenapa Devan bisa satu kampus bahkan satu apartemen sama aku!"
Rendi melepaskan pelukannya, memandang meta dengan intens.
"Aku kangen banget sama kamu sayang!" kata Rendi.
"Iya aku juga kangen banget sama kamu!"
Entah kesialan apalagi yang membuat Devan yang sedari tadi harus melihat adegan mereka berciuman. Devan yang berdiri dari kejauhan merasa perih melihat kemesraan Rendi dan meta di depan matanya.
"Ehem....!"
Devan mengagetkan meta dan Rendi yang sedang berpelukan. Rendi mendongakkan wajahnya ke atas melihat siapa orang yang sudah mengganggunya berpelukan.
Rendi melihat Devan yang sudah berdiri di situ, spontan Rendi langsung bangun dan meraih baju Devan.
__ADS_1
Bukkkkkk
Rendi melayangkan pukulan ke arah Devan, membuat Devan terhuyung ke belakang.
"Rendi udah!" teriak meta kaget.
"Lo ngapain ikutin meta sampai ke sini?" teriak Rendi pada Devan.
"Woles bro, Lo gak perlu langsung mukul gue kayak gini. Semua bisa dijelasin baik-baik!"
"Jelasin?Mau jelasin apa lagi Lo!"
"Terserah lo mau dengerin gue atau gak. Yang jelas gue kuliah di sini!"
"Hah mau kuliah?Bukannya mau ngedeketin pacar gue! Gue emang berterimakasih Lo udah pernah menyelamatkan meta waktu itu, tapi bukan berarti Lo bisa ngedeketin meta kayak gini! Maksud Lo apa kemarin masuk kamar meta!"
"Gue gak ada maksud apa-apa, oke gue minta maaf karna gak sengaja masuk kamar meta tanpa permisi. Tapi gue gak ada niatan apa pun, gue cuma mau minta gula waktu itu, gak lebih!"
"Boong!"
Rendi menarik baju Devan bersiap untuk memukulnya lagi, namun ditahan oleh meta.
Rendi melepaskan cengkramannya dari baju Devan.
"Okey, kali ini aku maafin. Tapi kalo sampai deket-deket sama meta lagi, awas lo, gak bakal gue lepasin!" ancam Rendi pada Devan.
"Rend, udah dong!"
Meta menarik tangan Rendi menuju ke kamarnya.
Devan yang masih mematung di situ seolah tak terima, bukan tak terima karena ancaman Rendi. Tapi dia tak terima kalo Rendi bisa satu kamar dengan meta.
Devan bergegas mengetuk pintu kamar meta lagi.
"Ada apa lagi Van? Aku gak mau kamu kena masalah lagi!" kata meta membukakan pintu kamarnya.
"Em meta, sorry bukannya aku mau ganggu kamu, aku pikir gak baik kalo cewek satu kamar sama cowok yang bukan muhrim. Akan lebih baik kalo sebaiknya Rendi menginap di kamarku aja. Lagi pula apa kalian mau tidur satu ranjang?"
"Apa urusan kamu aku mau tidur satu ranjang dengan meta atau nggak, itu bukan urusan kamu!" teriak Rendi dari dalam.
__ADS_1
"Tapi mungkin Devan bener Ren, ranjang di sini cuma satu, masak iya kita mau tidur satu ranjang?"
"Tapi met aku gak mau sekamar sama dia, masak aku harus cari hotel?"
"Lo gak usah cari hotel, pakai saja kamarku Nanti biar aku tidur di kamar temanku yang ada di apartemen ini," kata devan.
"Beneran Van, gak ngrepotin?"
"Beneran met, biar nanti aku gampang bisa tidur di tempat temenku."
"Makasih ya Van, kamu udah baik banget sama kita!"
"Sama-sama. Butuh bantuan buat ngebawain barang-barang Lo ke kamar?"
"Gak perlu, biar nanti gue angkat barang-barang gue sendiri."
"Oke, ini kuncinya."
"Thanks, tapi bukan berarti terima kasih gue ini bisa ngebolehin Lo bisa deket sama meta. Kalo perlu nanti gue ganti uang sewanya, aku gak mau hutang budi sama lo!"
"Gak perlu Ren, gue bisa bayar sewanya sendiri. Anggap aja ini sebagai permintaan maaf gue!"
Devan pun meninggalkan mereka di situ, setidaknya di merasa lega rencananya berhasil. Devan gak mau melihat Rendi bisa satu kamar dengan meta. Lebih baik dia mengorbankan kamarnya sementara untuk Rendi dibanding harus melihat mereka berduaan dalam satu kamar.
"Aku anter ke kamarmu Rend."
"Aku nerima ide Devan bukan karena aku mengalah sama dia. Tapi aku cuma menjaga kamu aja dari hal-hal yang tidak diinginkan kalo kita satu kamar. Walau bagaimanapun aku pria normal yang bisa melakukan apa pun di depan orang yang aku cintai. Tapi aku juga akan menahan diri sampai kita benar-benar sah menjadi suami istri."
"Makasih Rend kamu mau mengerti hal itu, dan aku pikir kita gak harus meributkan hal-hal kecil yang tidak penting. Dan mengenai Devan, aku berharap kamu bisa lebih meredam amarahmu. Bukannya aku mau membela dia, tapi aku cuma gak mau kalian ribut terus."
"Kalo soal itu aku gak bisa janji met, karna kalo ada orang yang berusaha untuk mendekati kamu, aku gak bisa menahan amarahku tidak terkecuali dengan Devan yang katanya sahabat kamu! Karna menurut aku tidak ada persahabatan antara cowok dengan cewek, semua itu busyit, pasti diantara mereka ada perasaan tersembunyi."
"Ya udahlah Rend, yang terpenting sekarang aku seneng banget kamu udah sampai di sini. Sekarang sebaiknya kamu istirahat dulu, o iya kamu udah makan?"
"Udah tadi siang! Tapi sekarang udah laper lagi nih."
"Nanti aku masakin buat kamu, mending sekarang kamu bersih-bersih dulu sambil nunggu aku selesai masak."
"Kalo gitu aku ke kamar Devan dulu buat bersih-bersih di sana."
__ADS_1
Rendi mengemas barangnya dan membawa ke kamar Devan untuk membersihkan diri.