TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Becanda kali!!


__ADS_3

Rendi melanjutkan perjalanan mereka menuju denpasar.


Dret dret dret


Suara hp Rendi bergetar, Rendi pun langsung mengangkat telponnya menggunakan earphonenya .


"Hallo ma."


"Rend, mama dan Tante Risma udah di bandara nih. Sekarang kalian di mana?"


"Kita lagi habis jalan-jalan ma, ini mau ke arah kota. Mama mau di jemput?"


"Oh gak usah kita ketemuan langsung di hotel aja ya. Mama dan Tante Risma tunggu di hotel di sana. Kamu kirim alamat hotelnya sama nomor kamarnya ya!"


"Iya nanti aku kirim alamat sama nomor kamarnya. Rendi segera nyusul ke hotel ma!"


"Okey mama tunggu!'


"Iya ma" jawab Rendi mengakhiri panggilan telponnya.


"Mama kamu udah sampai Rend?"


"Udah katanya sama mamamu, mereka nungguin kita di hotel. Jadi kita langsung pulang ke hotel aja ya."


"Ow gitu, okey!"


Beberapa jam perjalanan, mereka berdua sampai di hotel. Mereka langsung menemui mama mereka di cafe di hotel itu.


"Kalian dari mana aja sih? Mama sama Tante Risma udah nungguin kalian dari tadi," tanya Karoline sambil mencium pipi mereka berdua bergantian begitu pula dengan Risma.


"Kita dari jalan-jalan ke temukus Tante, lihat bunga Gemitir sama juga kesna."


Meta mendudukkan dirinya di samping mamanya.


"Daerah mana itu sayang?" tanya Risma.


"Daerah Karangasem ma, tempatnya sejuk dan bunga-bunganya cantik," jawab meta.


"Wah jauh juga yah, o ya ngomong-ngomong kalian mau pesen apa?" tanya Risma.


"Iya ayo pada pesen dulu, pasti tadi belum makan siang kan?" kata Karoline menawarkan buku menu di situ.


Rendi dan meta memilih sejumlah menu di situ.


"O iya kok mama sama Tante Risma bisa barengan?" tanya Rendi.


"Iya kita memang sengaja janjian!"


"Wah...kompak banget ni ye.....!" goda Rendi.


"Iya dong harus kompak! Kalian aja kompak masak kita nggak! Ya kan jeng Risma!"


"Kita memang tanpa kalian tahu kita sering komunikasi! Oh iya rencananya besok kita mau kemana nih?"


"Gimana kalo kita ke Bedugul aja!" kata meta memberi ide.

__ADS_1


"Boleh itu, ide bagus! Di sana kan tempatnya sejuk, lagian udah berapa tahun ya aku gak ke situ? Kayaknya udah lama banget!!" kata Karoline bersemangat.


"Iya Tante, di sana sejuk. Tadi sebenarnya mau ke sana tapi udah kesorean takut kabutnya udah turun."


"Berarti besok kita harus berangkat pagi biar dapet view yang bagus," kata Risma.


"Terus gimana kalo setelah itu kita pulangnya ke Sukowati atau ke joget," celetuk meta.


"Dasar cewek, ujung-ujungnya gak jauh-jauh dari belanja!" gerutu Rendi sambil menyuap makanannya.


"Biarin, pasti Tante dan mama juga setuju kan?" tanya meta meminta dukungan dari mamanya dan Karoline.


"Pasti setuju dong sayang, Tante juga pengen belanja-belanja di sini!" jawab Karoline.


"Iya mama juga setuju!"


"Iya, iya deh...apalah dayaku menolak para kaum wanita di sini!"


Mereka tertawa bersama melihat tingkah laku Rendi yang tak bisa menolak permintaan mereka itu.


Sesekali Rendi usil menendangi kaki meta yang ada di sampingnya sambil senyum-senyum.


"Apa sih rend, dari tadi ganggu?"


"Ssssttt....jangan kenceng-kenceng kali!!" kata rendi.


Karoline melihat tingkah mereka yang dari tadi ribut.


"Ada apa sih kalian berdua tuh?"


"Eh, nggak kok Tante gak papa!"


"Emangnya kenapa Rend?"


"Gak papa, cuma mau ijin keluar aja nanti, mau ajak meta sekalian!"


"Hah emang mau kemana?" tanya meta heran.


"Nonton konser musik di Hard Rock Cafe nanti malam!"


"Ow... gitu. Kalo mama sih nanti belum ada acara, kalo jeng Risma mau kemana?"


"Gak kemana-mana sih jeng, istirahat di hotel aja!"


"Kalo mau ikut nonton konser juga gak papa sih Tante!" celetuk Rendi.


"Ya kali kita mau ikut nonton konser Rend, kalian aja yang pergi," jawab Risma.


"Iya, ngapain juga kita ikut acara anak muda. Nanti kita jalan-jalan sendiri sekitar sini aja yuk jeng. Gak usah jauh-jauh."


"Boleh jeng, tapi kita bersih-bersih dulu kali ya."


"O iya, mama mau booking kamar sendiri atau mau sekamar sama Rendi? Atau gini aja ma kan aku kemarin udah booking 2 kamar, jadi gimana kalo mama sama Tante Risma satu kamar terus nanti aku satu kamar sama meta," celetuk Rendi tanpa basa-basi.


"Uhuk...uhuk...uhuk...!!" meta yang tadi sedang minum menjadi tersedak mendengar kata-kata Rendi.

__ADS_1


"Rendi....kamu tuh... gara-gara kamu ngomong gitu meta jadi keselek kan," kata Karoline.


"Aduh maaf sayang, kan tadi cuma becanda, masak kamu sampai keselek gitu sih! Ini minum ya...aduh kasihan!"


Rendi memberikan minum dan tisu pada meta.


"Kayaknya Rendi minta di jewer supaya gak iseng. Lagian masak kamu mau sekamar sama meta, kan belum muhrim!!" kata Karoline.


"Makanya cepetan dihalalin dong ma!" celetuk Rendi lagi.


"Rendi...udah ah jangan ngomong yang aneh-aneh nanti aku keselek lagi," gerutu meta.


"Lah, siapa juga yang aneh-aneh, aku serius kali pengen buru-buru buat nikah!"


"Ish...Rendi...mama tahu kamu pengen cepet nikah tapi kamu tahu kan kalian harus selesaikan kewajiban kalian dulu. Lagi pula mama udah booking kamar sendiri, terus Tante Risma pengen sekamar sama meta."


"Yah, sendirian lagi di kamar!"


"Ya elah biasa juga sendiri kan Rend!" gerutu meta.


"Udah-udah buruan habisin makannya. Katanya kalian mau pergi ke konser musik, tapi pulangnya jangan malem-malem ya. Nanti kalo kemaleman mama jewer kalian!!" kata Risma.


"Siap Tante....gak bakal pulang malem kok, paling pagi pulangnya!" celetuk Rendi.


"Rendi.....!!" kata Karoline gemas.


"Hehehe....becanda kok!"


"Maaf ya jeng Risma, Rendi memang anaknya suka usil kayak gitu!"


"Gak papa jeng, saya paham kok. Kalo gak ada Rendi mungkin suasananya jadi gak seru!"


"Tuh ma....Tante Risma aja bilang gak ada aku gak seru!" kata Rendi narsis.


Meta yang dari tadi melihat tingkah laku Rendi yang tengil sebenarnya ingin sekitar.menjitak kepalanya karena kelakuannya. Entah kenapa meta melihat sisi keceriaan dari Rendi saat ini. Karena biasanya Rendi lebih sering terlihat serius dan kaku.


Setelah menghabiskan makanan mereka langsung menuju ke kamar mereka. Meta dan Rendi bersiap untuk pergi ke konser musik, sedangkan Karoline dan Risma memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di dekat hotel.


Meta dan Rendi hanya berjalan kaki menuju cafe. Mereka berjalan kaki sambil menikmati malam di pulau Bali mereka berdua. Sepanjang jalan Rendi menggenggam tangan meta seolah benar-benar takut kehilangannya.


Malam itu cafe begitu ramai dengan para penonton konser yang memadati cafe itu. Bahkan para fans pengisi acara malam ini pun tak ingin ketinggalan melihat konser idola mereka.


"Malam ini rame banget ya Rend!"


"Iya, soalnya lagi ada aniversary cafe."


"Oh pantes rame banget!"


"Pegang tanganku terus ya, nanti ilang lagi kamu!"


"Huft...kamu tuh..emang aku anak kecil apa!"


"Ya gak, takut aja kamu hilang," kata Rendi memeluk meta dalam dekapannya.


"Hai gaes!" sapa seseorang menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


Spontan mereka berdua membulatkan mata mereka ke arah orang yang menyapanya.


^Teman-teman jangan lupa vote karya aku yah....jangan lupa like juga....komentar juga boleh sih.....Dan terima buat kalian yang udah vote dan like.... tetep terus tungguin kelanjutan cerita aku yah.....Maaf kalo masih banyak bagian yang typo....^


__ADS_2