
Keesokan harinya
Meta terbangun dari tidurnya, mengerjapkan matanya sesaat melihat sekeliling kamarnya. Tersadar bahwa dia sekarang sedang berada di rumah Rendi. Meta meregangkan tubuhnya sambil melakukan senam kecil sebelum bersiap untuk mandi.
Ceklek
Rendi membuka pintu kamar meta.
"Selamat pagi my girl!" sapa Rendi.
"Kamu tuh kebiasaan deh, masuk kamar gak ketok pintu dulu!"
"Kan ini rumahku jadi bebas dong aku mau masuk kamar yang mana aja!"
"Iya, ini memang rumahmu tapi gak kayak gitu juga kali!" gerutu meta sambil meninju lengan Rendi.
"Aw....sakit tahu!"
"Syukurin!!Salah siapa seenaknya sendiri!"
"Iya deh maaf, maaf, janji gak gitu lagi. Tapi kalo kita udah nikah masak harus ketok pintu kalo mau masuk kamar?"
"Rendi....mulai deh!!"
Meta mencubit perut Rendi, dan seperti biasa Rendi meringis geli.
"Kamu tuh bikin aku geli!! Kalo kamu gak berhenti gelitikin, aku gelitikin balik nih!"
"Bodo!!" ledek meta.
Alhasil Rendi langsung menyerang meta dengan jurus menggelitiknya.
"Stop....udah stop rend!!" teriak meta.
"Makanya jangan usil!"
"Aish...siapa yang mulai nyebelin duluan!!" gerutu meta.
"Eh aku jadi lupa kan, aku ke sini kan mau ngajakin kamu olahraga di luar."
"Ya udah ayo, aku juga pengen olahraga nih!"
Rendi dan meta menuju ke taman belakang.
"Kita mau olahraga apa nih?"
"Basketlah! Ni aku udah siapin bolanya!"
"Curang!"
"Lah kok curang? Belum maen basket udah bilang curang!"tanya Rendi heran.
"Curanglah, kalo maen basket pastilah kamu yang menang! Aku pengen olahraga yang lain!"
"Terus mau olahraga apa?"
"Gimana kalo kita tanding renang? Berani gak?"
Rendi tertawa terbahak mendengar tantangan meta.
"Ok, setuju! Kamu kira aku gak jago renang?"
"Ya udah ayo kita buktikan! Kalo yang kalah apa hukumannya?" kata meta meyakinkan.
__ADS_1
"Serius mau pake hukuman? Nanti kamu nangis lagi kalo kena hukuman!!"
"Rendi!!!Kamu ngremehin aku!! Kita buktiin siapa yang bakal menang! Dan kalo yang kalah harus nraktir makan!"
"Cuma itu hukumannya, gak seru banget sih hukumannya!"
"Ish...terus apa hukumannya?"
"Kalo aku yang menang berarti kamu harus nyium aku, tapi kalo kamu yang menang kamu boleh minta apa pun dari aku! Gimana deal?"
"Apa? kalo kamu menang aku harus nyium kamu?"
"Ya elah, bilang aja kamu seneng!!" ledek Rendi.
"Rendi ah...gak mau aku!" gerutu meta.
"Ya udah kita maen basket aja berarti."
"Aku gak mau maen basket, karna aku tahu kamu pasti menang! Ya udah deh aku setuju, tapi gak boleh curang ya!"
"Ok."
Mereka berdua bersiap di pinggir kolam renang.
"Peraturannya, siapa yang sampai duluan di tempat star ini setelah dia memegang dinding kolam sebelah sana, dia yang menang!"
"Ok siapa takut," jawab Rendi penuh percaya diri.
"Kita hitung sama-sama ya, sampai hitungan ke tiga kita lompat!"
"1 2 3....."
Byur.....
Mereka berdua sama-sama berenang adu kecepatan. Meta yang diawal tadi memimpin semakin mendekati pinggir lapangan Rendi mulai bisa menyusul. Alhasil Rendi yang sampai duluan di tepi kolam.
"Huft nyebelin!!" gerutu meta.
"Masak kamu gak tahu selain aku jago basket aku juga jago renang!" kata Rendi percaya diri
"Iya, iya, percaya...!"
Opsi mengajak bertanding renang ternyata bukan opsi yang tepat bagi meta, karena ternyata kemampuan berenang Rendi tidak bisa diremehkan.
"Berarti kamu harus tepati janjimu."
"Janji??" kata meta pura-pura lupa.
"Iyalah kan tadi peraturannya kalo aku yang menang kamu harus nyium aku! Mau nyium di mana, aku siap!!"
Rendi bersiap untuk menerima ciuman dari meta.
"Ish...kamu tuh nyebelin!" gerutu meta.
Sebenarnya meta tidak mau mencium Rendi, meta merasa malu melakukan itu , namun kekalahannya terpaksa membuatnya mengharuskan mencium Rendi.
"Ayo dong masak kamu melanggar peraturan. Nanti aku tambah lagi hukumannya nih kalo lama...!"
"Iya, iya!!"
Sekilas meta mendekati Rendi dan mencium pipinya.
"Loh kok di pipi sih nyiumnya?"
__ADS_1
"Lah kan tadi kamu gak bilang kan mesti nyium dimana? Jadi terserah dong mau nyium dimana aja!"
"Kelamaan, nyium gitu aja pake malu-malu segala.
Cup....sekilas meta mencium pipi Rendi.
"Rend, udah ah...! Malu kalo dilihat sama mama dan Tante Karoline! Lagian kamu tuh curang masak kayak gini hukumannya!"
"Aku pengen banget kita cepat menikah sama kamu!"
"Rend, apa kamu lupa kalo semalem kamu udah janji mau nunggu aku sampai selesai kuliah!"
"Iya, aku tahu!" jawab Rendi tertunduk lesu.
"Ya udah aku mandi dulu ya!"
Seolah tak ikhlas meta meninggalkannya Rendi justru memeluk meta dari belakang.
"Rend...jangan kayak gini dong! Malu tahu kalo dilihat sama orang!"
"Biarin aja!" kata Rendi cuek sambil menghirup ceruk leher meta.
"Rend, tuh mama kamu mau ke sini! Kamu gak malu dilihat mamamu kayak gini?"
Karoline yang dari tadi mencari keberadaan mereka berdua akhirnya menemukan dua orang yang dicarinya sedang asik di kolam renang.
Rendi yang melihat mamanya menuju ke kolam langsung melepaskan pelukannya.
"Kalian di sini? Mama cariin juga, ternyata pada adik berenang! Ayo kita sarapan dulu, tuh udah disiapin di meja."
"Iya Tante, kalo gitu meta mau mandi dulu ya!"
"Rendi juga, mau mandi dulu!"
"Eitss....tapi kalian mandinya di kamar masing-masing kan?"
"Ya iyalah ma, emang mama ngijinin kalo Rendi mandi berdua sama meta!" celetuk Rendi.
"Rendi, kamu tuh!" gerutu meta.
"Anak ini, kalo udah bucinnya kumat jadi kayak gitu! Udah ah sana kalian mandi dulu, tapi di kamar masing-masing ya! Mama tunggu di meja sama Tante Risma!"
Beberapa menit kemudian mereka makan sarapan bersama.
"O iya mama tadi udah disiapkan tiket buat ke Bali. Jadi besok kita bisa langsung berangkat," kata Karoline sambil menyantap sarapannya.
"Tapi jeng hari ini saya harus balik ke Indonesia dulu. Ada beberapa dokumen yang mau saya urus dulu. Besok saya nyusul ke sana setelah urusannya selesai."
"Kok gitu ma? Tapi mama pasti nyusul ke sana kan?"
"Iya met, nanti mama nyusul ke sana! Tapi mama selesaikan pekerjaan mama dulu. Jadi gak papa kan mama tinggal dulu."
"Gak papa kok Tante, kan ada Rendi yang jagain meta. Iya nggak met?" celetuk Rendi sambil tersenyum menggoda meta.
"Kalo gitu Tante titip meta ya Rend, maaf ya jeng Karoline kalo selama di sini sudah banyak merepotkan."
"Ah nggak kok, justru saya seneng bisa berkumpul seperti ini. Rasanya rumah terasa ramai, jadi gak ngerasa kesepian lagi."
"Iya jeng, nanti kapan-kapan saya ke sini lagi."
"Biar nanti Rendi sama meta anter ke bandara Tante."
"Makasih ya rend, kalo gitu kita berangkat sekarang gimana?"
__ADS_1
"Iya Tante, kita betangkat sekarang."
Setelah berpamitan Risma diantar oleh Rendi dan meta menuju bandara.