
Pagi-pagi sekali Rendi menjemput meta, tapi kali ini Rendi diantar sopirnya. Mereka harus sampai di bandara sebelum jam 6 pagi. Meta memakai setelan celana jeans dan menggunakan sweater karena hari masih dingin ketika mereka berangkat. Meta pun hanya membawa tas ransel, karna hanya membawa baju yang cuma cukup untuk 2 hari saja.
Hiruk pikuk bandara belum terlalu padat di hari itu, bahkan cenderung lengang karna hari masih pagi.
"Kamu mau sarapan dulu?"tanya Rendi.
"Gak ah, biar nanti sarapan di pesawat aja!Oh iya Tante Karoline mana?"
"Mama udah berangkat duluan semalam, katanya ada meeting dadakan."
"Oh!" jawab meta singkat.
Butuh kurang lebih 2 jam perjalanan untuk sampai di Singapura. Ketika mereka sampai di Singapura, terlihat ada sopir dari mama Karoline yang sudah menunggu di luar. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan langsung menuju rumah rendi.
"Kita ke rumah aku dulu yah!"
"Terus gimana dengan check upnya?"
"Habis nganterin kamu aku langsung ke rumah sakit buat check up!"
"Ow kalo gitu kenapa gak langsung ke rumah sakit aja!"
"Jangan nanti kamu capek nunggu di rumah sakit, kamu tunggu di rumah aja!"
"Gak papa kali Rend, kan aku memang mau nemenin kamu check up kan?"
"Iya tapi aku kasihan sama kamu kalo harus nunggu lama, mending kamu tunggu di rumah aja yah, nanti kalo udah selesai aku langsung pulang kok!"
"Beneran kamu gak papa sendiri?"
"Beneran aku gak papa kok, nanti ada asisten aku yang jagain!"
"Tapi Rend"
"Udah gak usah tapi-tapi, kalo kamu mau jalan-jalan nanti minta aja sopirku buat nganterin kamu kemana pun!Aku cuma gak mau kamu nunggu terlalu lama di rumah sakit."
"Ya udah deh terserah kamu aja."
Meta hanya bisa pasrah dengan keinginan Rendi. Meta memandang sekeliling melihat hiruk pikuk jalanan di Singapura yang dia lalui. Baru pertama kali meta datang ke sini, pandangan meta tertuju pada patung Merlion ikon negara Singapura yang membuatnya kagum. Simbol negara Singapura yang biasanya hanya dia lihat lewat gambar di internet ataupun di televisi.
"Nanti aku ajak jalan-jalan ke situ" ajak rendi.
"Oh iya, kita harus foto-foto di situ untuk kenang-kenangan!" jawab meta sambil memandangi patung itu dengan takjub.
Sesampainya di rumah Rendi, meta langsung disambut beberapa asisten rumah Rendi yang mempersilahkan dia masuk. Rumah megah bernuansa putih itu nampak terlihat lebih besar di banding rumahnya yang ada di Indonesia. Meta memasuki kamar yang sudah dipersiapkan untuknya. Kamar tamu yang cukup luas, bahkan sepertinya sudah dipersiapkan untuknya. Di meja kamarnya bahkan diletakkan bunga mawar yang sepertinya masih segar. Harum aroma mawar semerbak menangi mengharumkan kamar itu.
"Kamu suka kamarnya?Kemarin aku sengaja nyuruh assisten aku buat naruh bunga mawar di kamarmu, biar kamu bisa betah di kamar ini!"
__ADS_1
"Iya aku suka bunganya. Rumahmu juga nyaman. Makasih ya Rend kamu udah nyiapin ini buat aku. O iya Mama kamu kemana?"
"Sama-sama, aku juga makasih kamu mau nemenin aku ke sini. Oh mama mungkin udah berangkat kerja! Kalo gitu aku langsung ke rumah sakit yah, kamu gak papa kan aku tinggal, nanti kalo butuh apa-apa kamu minta aja sama asisten yang ada di rumah aku!"
"Rend!"
"Iya kenapa?"
"Kamu hati-hati yah, dan jangan lama-lama yah, masak aku udah sampai di Singapura malah ditinggalin sendiri di sini!"
"Iya, aku gak lama kok!Nanti habis dari rumah sakit kita jalan-jalan!Ya udah aku berangkat dulu yah"
Rendi pun meninggalkan meta dan langsung menuju rumah sakit.
Meta berkeliling rumah Rendi yang terlihat megah itu ditemani salah seorang asisten di rumah Rendi. Meta mengamati setiap sudut rumah, terlihat banyak foto-foto yang terpampang di dinding dan juga di meja, sudah dipastikan foto itu hasil jepretan dari kamera Rendi.
"Non mau makan?" tanya salah seorang asisten rumah tangga di situ.
"Gak nanti saja bi, saya masih kenyang. O iya bibi bisa bahasa Indonesia?"
"Bisa non saya memang asli orang Indonesia, tapi karna nyonya Karoline pindah ke Singapura saya ikut beliau di sini!"
"Ow gitu, bi aku pengen jalan-jalan di taman belakang, boleh?"
"Iya non mari saya antar".
Waktu sudah hampir malam, belum ada tanda-tanda kedatangan Rendi ataupun Tante Karoline di rumah. Sesudah bersih-bersih meta menyantap makan malam yang sudah disiapkan. Tak dapat dipungkiri sebenarnya meta bosan seharian di rumah.
Meta pun melangkah malas menuju kamarnya. Tak sengaja dia melewati kamar Rendi, meta memberanikan diri untuk memasuki kamar Rendi.
Kamar Rendi yang masih tertata rapi meski tak ditempati. Di meja belajarnya nampak ada beberapa foto yang terpajang. Meta mengambil salah satu figura foto yang ada di meja itu, meta tak menyangka bukan hanya kamarnya yang di Indonesia saja tapi juga di sini Rendi menyimpan foto meta. Meta merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluk fotonya bersama Rendi. Sebenarnya ingin sekali dia menelpon Rendi, tapi dia tak mau mengganggu pemeriksaan Rendi. Hingga tak sadar dia sudah sampai di alam mimpi.
"Bi meta mana?" tanya Rendi pada salah seorang asistennya.
"Eh mas Rendi udah pulang, tadi non meta masuk ke kamarnya mas Rendi, mungkin udah tidur, kasihan dari tadi kesepian di rumah."
"Oh, di kamar Rendi?Ya udah Rendi ke kamar dulu ya bi!"
"Iya mas."
Rendi melangkah menuju kamarnya, saat dia masuk ternyata meta sudah tertidur lelap di kasurnya sambil memeluk foto mereka berdua. Rendi menyelimuti meta perlahan, takut meta terbangun dari tidurnya.
"Maafin aku yah kamu jadi nunggu sampai ketiduran kayak gini!" kata Rendi lirih sambil mencium kening meta sebelum dia beranjak untuk mandi.
Seusai mandi Rendi masih melihat meta yang tertidur. Rendi pun tak ingin menganggu meta yang sepertinya terlihat kelelahan. Rendi merebahkan tubuhnya di sofa sebelah tempat tidurnya, sambil sesekali melihat meta yang tertidur pulas, akhirnya dia pun tertidur di sofa.
Keesokan harinya
__ADS_1
Meta mengerjapkan matanya melihat sekeliling kamarnya, dia baru tersadar kalau semalam dia tertidur di kamar Rendi. Spontan meta bangun dan mendapati Rendi tertidur di sofa. Meta pun mengambil selimut untuk menyelimuti Rendi. Sesaat ketika dia hendak beranjak, Rendi tiba-tiba menarik tangannya.
"Mau kemana?"
"Kamu udah bangun, aku mau mandi!Kenapa semalam gak bangunin aku pas kamu pulang?"
"Aku sengaja gak bangunin kamu, kayaknya nyenyak banget tidurnya jadi aku gak mau bangunin kamu!Maaf udah buat kamu nunggu, pasti kamu bete yah seharian nunggu aku?"
"Emm agak bete sih sebenarnya, masak udah jauh-jauh ke Singapura masak cuma di rumah aja!O iya gimana pemeriksaannya?"
"Udah selesai sih, nanti tinggal nunggu hasilnya, sebagai permohonan maaf aku karna kemarin kamu udah nunggu aku lama, aku bakal ngajak jalan-jalan kamu, terserah kemana pun kamu mau?"
"Serius?"
"Seriburius malah!" jawab Rendi meyakinkan.
"Yeaaa, hari ini aku mau patung Merlion!"
"Cuma ke situ?"
"Emang mau kemana lagi?"
"Nanti aku bakal ngajak kamu keliling Singapura, jadi gak hanya ke patung Merlion!"
"Eh tapi kamu gak boleh capek-capek, aku takut kamu sakit lagi."
"Udah, aku gak papa sayang!Asalkan sama kamu, aku bakal sehat terus!"
"Uh dasar bucin!"
"Lah biarin aku emang bucin kok sama kamu kenapa emangnya?Gak boleh?"
"Emm boleh sih asal jangan suka ngambek aja!!"
"Tuh kan mulai lagi ngledeknya!Ya udah sana gih mandi, dandan yang cantik terus kita berangkat!"
"Iya deh aku mandi dulu ya."
Meta melangkah menuju ke kamarnya.
"Eh kenapa gak mandi di kamarku aja?"
"Gak mau nanti kamu ngintip lagi!"
"Ya elah, paling cuma ngintip dikit, hehehehe!!" jawab Rendi jail.
"Gak mau!!" kata meta sambil berlari meninggalkan Rendi.
__ADS_1
Rendi pun hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah meta yang selalu salting saat dia goda seperti itu.