TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Pasien Manja


__ADS_3

Karoline mengalihkan pandangan ke sekeliling ranjang Rendi. Dia melihat ada handuk bekas kompresan yang tergeletak di meja nakasnya.


"Rend, kok ada bekas kompres?"


"Semalam Rendi demam ma!"


Sebenarnya Rendi tak ingin mamanya tahu kalau dirinya sakit.


"Kamu sakit Rend? Kenapa gak bilang sama mama? Kita periksa ke dokter sekarang ya?" kata Karoline sambil mengecek kening Rendi.


"Nggak usah ma, ini cuma demam biasa kok! Semalam udah dikompres dan dikasih obat sama meta!"


"Kok gak bilang sama mama semalem kalo kamu sakit!"


"Aku gak mau mama khawatir, lagi pula kan ada Bu dokter pribadi yang jagain aku semaleman," kata Rendi sambil cengar-cengir.


"Hem....iya deh yang udah punya dokter pribadi, eh tunggu.. berarti semalem meta tidur di sini? Kalian gak ngapa-ngapain kan?" tanya Karoline penuh selidik.


"Mama nih mau tahu aja urusan anak muda!"


"Awas ya kamu kalo macem-macem sama meta!"


"Nggaklah ma, mama tenang aja, Rendi kan anak baik-baik gak mungkin Rendi ngelakuin hal aneh-aneh sebelum waktunya, kecuali kalau khilaf!"


"Dasar ini anak!! Beneran kamu udah gak papa?"


"Udah, aku gak papa kok. Tapi kata Bu dokter hari ini aku gak boleh kecapekan, jadi aku mau berduaan sama Bu dokter di kamar aja. Kalo mama sama Tante Risma mau jalan-jalan gak papa!"


"Ish....kamu itu baru sakit sempat-sempatnya tengil kayak gitu!"


Tok tok tok pintu diketuk dan seseorang masuk ke kamar Rendi yang tak lain adalah meta.


"Rend...ini sarapan dulu! Eh ada Tante di sini?"


"Waduh bu dokter ini benar-benar spesial banget bawain sarapan buat pasiennya yang manja ini!"


"Hehehe....aku kan pasien spesial ma!" celetuk Rendi.


"Iya nih tante, pasiennya manja!"


"Makasih ya meta, kamu udah mau ngrawat Rendi semalem?"


"Maaf Tante, sebenarnya semalem aku udah mau bilang ke Tante tapi Rendi nglarang meta karna dia takut kalo Tante khawatir."


"Iya gak papa kok Tante tahu, pasti si anak tengil ini juga pengennya cuma di rawat kamu!" kata Karoline sambil melirik Rendi.


"Ah mama tahu aja selera aku!"


"Oh iya, hari ini mama harus terbang ke Singapura lagi, kamu gak papa kan Rend mama tinggal di sini?"

__ADS_1


"Gak papa ma, kan ada Bu dokter ini, lagian besok kita juga udah pulang ko, soalnya besok kita mau reunian di SMA!"


"Kalo gitu nanti mama telpon pak Alex supaya bisa handle pekerjaan kamu dulu! Meta Tante titip pasien manja ini yah, kalo dia nakal jewer aja gak papa!"


"Iya Tante, nanti aku yang bakal jewer Rendi kalo dia nyebelin! Tante hati-hati di jalan ya!"


"Iya makasih sayang, kamu kapan-kapan maen ke Singapura lagi ya kalo ada waktu!"


"Pasti Tante, nanti kalo liburan aku ke sana lagi!"


"Ya udah mama tinggal ya Rend, kalo ada apa-apa hubungi mama okey!" kata Karoline sambil mencium pipi Rendy.


"Iya ma! Mama gak usah khawatir!"


Karoline pun meninggalkan mereka berdua dan menuju ke bandara setelah berpamitan dengan Risma.


"Kamu makan dulu yah, aku tadi udah pesenin kamu bubur sama susu!" kata meta.


"Tapi suapin yah, aku kan masih lemes!"


"Dasar anak manja! Ya udah sini aku suapin!"


Mereka berdua duduk di balkon kamar hotel sambil menikmati pemandangan indah pantai Kuta yang terhampar di depan kamarnya.


"Mama kamu kemana?"


"Oh, berarti kita cuma berdua dong di sini?"


"Terus kenapa emangnya? Awas ya kalo kamu macem-macem!"


Rendi tertawa terbahak melihat meta yang selalu salting saat dia menggodanya.


"Nggaklah, gak bakal macem-macem kok! Lagian masak kita mau seharian di kamar terus kayak gini! Nanti kalo terus-terusan di kamar bisa-bisa aku jadi khilaf!"


"Dasar ini anak!! Kamu kan masih sakit, emangnya mau jalan-jalan kemana sih?"


"Jalan-jalan ke hatimu!!" kata Rendi sambil menatap meta yang sedari tadi menyuapinya.


"Kamu ini, baru sembuh dikit udah kumat tengilnya! Lagian semenjak aku tinggal ke Jerman kamu jadi tambah tengil kayak gini!"


"Kan cuma sama kamu doang tengilnya!"


"Yah awas aja kalo macem-macem!"


"Cie...cemburu yah?Tenang aja sayang meskipun aku memang keren, tampan dan pengusaha muda berjaya tapi aku tipe cowok setia! Aku gak akan nglirik cewek manapun selain kamu!"


"Hemmm......"


Cuma jawaban itu yang dilontarkan meta, pasalnya akhir-akhir ini entah kenapa Rendi sedikit berbeda. Rendi terlihat lebih tengil dan ceria, padahal setahu meta dia tipikal orang yang dingin dan serius.

__ADS_1


"Nanti kita ke pantai aja ya, menikmati udara pantai sebelum kita pulang besok, atau kamu mau jalan-jalan kemana gitu?"


"Aku gak pengen jalan-jalan kemana-mana, kalo kamu mau ke pantai nanti aku temenin tapi jangan lama-lama ya. Kamu jangan kecapekan dulu!"


"Iya Bu dokter aku tahu, makasih yah udah selalu perhatian sama aku terus!"


"Ish...lebay....!!"


"Kok lebay sih?"


"Iyalah dari tadi cuma ucapan terimakasih mulu, udah bosen dengan ucapan terimakasih!!"


"Lah maunya apa dong? Ow aku tahu pasti kamu minta aku cium kan sebagai ucapan terimakasih!!"


"Dasar ini anak yah, mulai deh mesumnya! Udah ah aku mau ke kamar dulu, kamu udah kenyang kan?"


"Lah ngapain mau ke kamar sayang? Katanya mau nemenin aku di sini!"


"Mau ambil tas aku dulu, katanya kamu mau ke pantai?"


"Oh iya, aku lupa!"


"Ya udah kamu mandi dulu gih sana, masak kamu gak mandi?"


"Iya, iya, aku mandi nih, tadi kan belum sempet karna diajak ngobrol sama mama jadi lupa deh belum mandi."


"Ya udah sana mandi, aku mau ke kamar dulu!"


"Bu dokter ngrawat pasiennya nanggung nih!"


"Kenapa emangnya?"


"Ya harusnya pasiennya selain disuapin juga dimandiin juga dong, kan aku masih lemes!!"


"Uh...maunya! Dasar tengil!!" gerutu meta.


Meta beranjak dari sofa dan pergi ke kamarnya, dia tak menghiraukan Rendi yang terus menerus menggodanya.


Beberapa menit kemudian mereka berdua menuju pantai Kuta dengan berjalan kaki sambil menikmati hiruk pikuk kota Bali di siang hari.


Meta mengenakan topi pantai berwarna putih yang senada dengan kaosnya. Sedang Rendi hanya menggunakan setelan jeans dan kaos putih. Hari ini mereka sengaja mengenakan kaos couple yang mereka beli kemarin.


Nampaknya hari ini Rendi sudah sembuh dari demamnya. Sepanjang jalan Rendi memegang tangan meta seolah dia ingin melindungi meta dari apapun dan siapapun yang mengganggunya.


Udara pantai hari ini begitu panas, mereka berdua menyewa tempat berteduh di pinggir pantai sambil menikmati makanan yang mereka pesan.


Sebenarnya meta sedikit khawatir dengan kondisi Rendi, karena Rendi harusnya beristirahat. Tapi melihat Rendi yang nampak ceria dan bersemangat membuat meta sedikit lega. Setidaknya Rendi sudah sembuh dari demamnya semalam.


^^Ayo jangan lupa vote dan like ya untuk mendukung authormu....tetap setia ikuti ceritanya ya....Love you my reader....^^

__ADS_1


__ADS_2