
Malam ini sebenarnya meta tak ingin pulang ke rumahnya. Ingin sendiri dan menyepi di tengah kegalauan hati. Meta melangkah gontai menuju rumahnya setelah diantar Rendi seusai makan di warung lesehan tadi.
Meta masuk ke kamarnya, menghempaskan badannya ke ranjang dan menutup wajahnya dengan bantal. Berusaha memejamkan mata namun tak bisa, semua pikirannya masih tertuju pada permasalahannya.
Tok tok tok....
ceklek....pintu kamar meta di buka.
"Meta....boleh mama masuk?"
Meta berpura-pura tak merespon, berpura-pura tertidur. Mamanya pun menghampirinya dan duduk di samping meta, membelai rambut meta.
"Mama tahu, pasti meta marah sama mama. Mama minta maaf kalo mama ada salah sama meta. Mungkin ini sulit bagi kami menerima semua ini. Mama tak akan melakukan apa pun bila itu menyakitkan kamu!Apa pun yang mama lakukan hanya demi kebahagian kamu."
Tak terasa air mata sudah membasahi pipi mama meta.
"Meta.....Mama akan menjauhi om Hans jika itu akan membuatmu bahagia....Mama tahu kamu sangat mencintai Rendi bahkan semenjak SMA....Rendi pun juga sama...mama yakin Rendi juga mencintai kamu...Begitu bodohnya mama sampai gak tahu kalo om Hans adalah papanya Rendi. Mama janji....mama janji akan selalu membahagiakan kamu. Mama akan menjauhi om Hans."
Mama meta pun membelai rambut meta dan mengecup keningnya.
"Selamat malam sayang...mimpi indah."
Mama meta keluar dari kamar meta dengan derai air mata yang ia sembunyikan.
"Maafin aku ma...." bisik meta lirih setelah mamanya pergi.
Meta tak mampu menahan air mata yang mengalir. Yang sekarang dia tahu ternyata mamanya banyak berkorban untuk dia. Bahkan mamanya merelakan kebahagiaannya untuknya. Meta tak mampu membuat sedih mamanya. Sudah terlalu lama mamanya sendiri dan mungkin sekaranglah waktunya meta membalas semua yang mama berikan untuknya.
Keesokan harinya .......
Hari ini meta memutuskan berangkat sekolah dengan menggunakan ojek online. Bahkan meta sengaja berangkat lebih pagi dari pada biasanya. Hari ini meta tak ingin bertemu dengan mamanya dulu.
Sesampainya di sekolah meta menunggu di kantin sebelum masuk kelas. Meta sengaja membuat janji dengan Rendi untuk bertemu.
10 menit menunggu akhirnya Rendi datang.
"Hai met....!" sapa Rendi sumringah.
"Hei Rend...udah sarapan?"
"Belum sih....!Tadi buru-buru berangkat takut kamu kelamaan nunggu aku!"
"Ya udah makan dulu nih...aku bawa bekal nasi goreng!"
"Mau....kebetulan udah laper nih!"
Rendi pun melahap nasi goreng itu tanpa sungkan.
"Rend....aku pengen ngomong sama kamu...!" kata meta yang kemudian wajahnya berubah menjadi serius.
"Iya ngomong aja ta...aku dengerin ko!" jawab Rendi sambil menyuap nasi goreng.
__ADS_1
"Aku pengen kita putuuussss!" kata meta sendu.
"Uhuk...uhuk....." Rendi pun mendadak tersedak mendengar meta berbicara seperti itu.
"Minum dulu nih!"
Rendi kemudian minum air yang disodorkan meta.
"Kamu becanda kan met... pagi-pagi jangan becanda ah....gak lucu tahu....!!"
"Aku gak becanda Rend....aku mau kita putusss!"
"Kenapa met? gara-gara semalam?kamu mau kita benar-benar ngalah???Gak met aku gak mau putus sama kamu!!"
"Tapi aku mau Rend aku mau kita gak usah menjalin hubungan lagi. Biarkan orang tua kita bahagia. Mungkin ini salah satu cara yang bisa membuat mamaku bahagia setelah sekian lama dia sendiri berjuang membesarkan aku. Mungkin ini saatnya aku membuat mama bahagia!"
Meta tertunduk lesu....air mata bening mengalir di pipinya.
"Gak met aku gak mau! Gak mesti gini caranya met....aku mau kita terus berjuang demi hubungan kita!"
"Aku mohon Rend....mulai sekarang kita udah gak usah berhubungan lagi...biarkanlah papamu dan mamaku menikah....aku gak mau kita bahagia di atas penderitaan mereka yang harus berpisah!"
"Tapi met....aku gak bisa....!"
"Kita harus bisa Rend!"
Meta beranjak dari tempat duduknya.
"Tunggu met....!" Rendi menarik tangan meta dan memeluknya erat.
Rendi pun berteriak kesal bahkan melempar bangku yang ada di situ.
"Meta....kenapa sih kamu giniin aku. ..aku gak mau putus dari kamu!!" teriak Rendi.
Rendi pun tertunduk, ingin menahan air mata tapi tak mampu.
"Aku gak bisa hidup tanpa kamu met....!"kata Rendi dengan derai air mata.
Di tempat lain...
Meta mencari tempat sepi untuk menumpahkan segala yang terpendam di hatinya. Meta menangis sejadinya. Ini benar-benar berat untuknya. Merasa tak mampu tapi harus mampu menerima kenyataan.
"Aku gak mau egois!!aku pengen mama bahagia!"
Meta menumpukan wajahnya pada kedua kakinya, menundukkan wajahnya ke dalam. Mengurai rasa yang perih dalam hatinya
Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
"Jangan nangis met!" kata seseorang itu yang kemudian ikut duduk di sampingnya membelai lembut rambutnya.
Meta mendongakkan kepalanya, terkejut ada seseorang yang mengusap rambutnya.
__ADS_1
"Devan?kamu ngapain ada di sini?" kata meta spontan sambil berusaha mengusap air matanya.
"Harusnya aku yang tanya ngapain di sini sendiri....nangis lagi...nanti kalo ada penghuninya keganggu gimana?"
"Penghuni?"
"Iya Miss Kunti atau si poci penghuninya....kamu gak tahu yah, tempat ini kan terkenal angker!"
"Devan....gak lucu ah bercandanya!!" kata meta sambil meninju bahu Devan.
"Aw....sakit tahu!!!"
"Habisnya kamu iseng banget ngomong gitu!!Aku kan jadi merinding!"
"Halah...gitu aja takut!!Lagian ngapain sih nangis sendiri di sini?"
"Nggak!! Sapa juga yang nangis orang cuma pengen cari udara seger aja kok!"
"Yakkkinnn....lah itu mata mu sembap kenapa??? Udah deh met....kamu gak usah boong sama aku....aku tahu kok kamu habis nangis!!Ada apa sih?Rendi nyakitin kamu?"
'Eh...nggak kok...Rendi gak pernah nyakitin aku....udah ah gak usah di bahas lagi!!"
"Nih permen karet!!'
"Kayak yang waktu itu?"
"Iya...supaya lebih rileks aja!'
"Okey aku coba yah!"
Meta mencoba mengunyah permen karet yang diberikan Devan. Rasanya sama seperti yang kemarin Devan berikan beberapa hari lalu.
"Makasih ya Van!"
"Untuk...??"
"Permen karetnya!"
"Halah cuma permen ini....kalo mau nanti aku bawain banyak buat kamu...kalo perlu sama pedagangnya sekalian aku ajak ke sini!!"
"Buat apa?"
"Yah biar kamu bisa milih mau rasa apa !!"
"Hehehe lebay kamu Van pake acara ngajak pedagangnya segala lagi!"
"Nah gitu dong kamu lebih cantik kalo senyum....!!"
"Halah...apaan sih Van!!"
"Beneran....eh tahu gak menurut penelitian orang bahagia itu bisa bikin awet muda dan manjangin umur tahu jadi kamu mesti bahagia terus dan tersenyum terus. Eh tapi jangan tersenyum terus-terusan juga ding!!!nanti bisa-bisa kamu dikira kehabisan obat gila!!! Hehehe...."
__ADS_1
"Hahahaha...kamu tuh Van...ada aja cara supaya bisa bikin aku senyum!!"
Tak dapat dipungkiri Devan memang selalu bisa membuat nyaman. Devan selalu tahu cara membuatnya tertawa, Devan seperti punya radar ketika meta sedang sedih dan membutuhkannya.