TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
First Kiss


__ADS_3

Meta duduk di samping ranjang Rendi, sambil memegang tangan Rendi meta menyandarkan kepalanya di sisi ranjang Rendi. Tak terasa dia pun terlelap tidur karena kelelahan.


Keesokan paginya Rendi terbangun ketika ada perawat masuk mengantarkan obat serta sarapan pagi dan mengecek infusnya. Rendi sengaja membiarkan meta yang masih tertidur di sampingnya karena merasa kasihan dengan meta yang sepertinya kelelahan menunggunya semalaman.


"Obatnya jangan lupa di minum ya!kalo gitu saya tinggal dulu, nanti kalo ada apa-apa silahkan panggil perawat atau dokter jaga!" kata suster.


"Iya suster...makasih!" kata Rendi lirih karena takut meta terbangun dari tidurnya.


Rendi memandangi meta yang tertidur sambil mengelus rambutnya.


"Aku sayang sama kamu met!" kata Rendi lirih.


Meta pun kaget ada orang yang membelai rambutnya dan kemudian dia terbangun.


"Rendi.....kamu udah bangun!" kata meta.


"Iya....udah dari tadi sih sebenarnya!"


"Hah...dari tadi?kenapa gak bangunin aku!I"


"Aku kasihan lihat kamu kayaknya kecapekan jadi aku kasihan mau bangunin!"


"Ya ampun...maaf ya aku ketiduran! Gimana keadaan kamu? Udah baikan? Kamu mau sarapan?"


"Ya ampun nanyanya satu-satu dong, jadi bingung kan jawabnya."


"Ya maaf aku kan khawatir sama kamu...dari semalam kamu pingsan gak bangun-bangun!"


"aku udah gak papa kok! Kamu gak usah khawatir."


"Ya udah sarapan dulu yah, terus minum obat!"


"Iyah...sayang!" kata Rendi sambil mencubit pipi meta karna gemas melihat tingkah meta yang sedang khawatir.


"Rendi aku serius tahu!!Ya udah aku ambilin yah sarapannya!"


Meta hendak beranjak mengambil makanan dan obat namun Rendi menarik tangannya.


"Meta....!!"


"Ada apa Rend?"


"Kamu janji yah.. jangan pernah ngomong putus lagi! Aku gak mau pisah sama kamu!Aku sayang sama kamu!"


"Iya...aku janji...!"


"Janji apa dulu!"


"Iya aku janji aku gak akan ninggalin kamu!"


"Makasih sayangku!"


Rendi pun mengecup tangan meta sekilas.


Meta mengambilkan sarapan dan obat untuk Rendi.


"Iya...tapi aku maunya disuapin!"


"Dasar manja....iya deh.....aku suapin!"


"Biarin!!"


Meta pun duduk di pinggir ranjang Rendi menyuapi Rendi dengan telaten, dan kemudian meminumkan obat untuknya.


"Rend....kemarin papamu ke sini!"

__ADS_1


"Papa ke sini?buat jengukin aku?"


"Iya...papamu bilang dia udah nyesel selama ini udah nyia-nyiain kamu dan mamamu!Dia juga bilang dia akan mengalah untuk kita!"


"Beneran?Papa ngomong gitu?Syukur deh!"


"Aku cuma gak mau ada yang tersakiti aja Rend!"


"Sst....aku gak mau bahas itu!Aku cuma pengen kita bersama selamanya tanpa ada penghalang!"


"Tapi Rend...!"


Belum sempat meta meneruskan kata-katanya mulut meta terkunci oleh ciuman Rendi yang tiba-tiba.


"I Love you....meta Arleta"


Spontan wajah meta memerah, dia tak menyangka Rendi tiba-tiba menciumnya. Ini kali pertama Rendi menciumnya setelah sekian tahun mereka berpacaran.


"I Love you too..Rendi" jawab meta tersipu.


Rendi pun mencium bibir meta kembali.


Tok...tok...tok...


Ketukan pintu mengagetkan meta dan Rendi.


Seorang perempuan yang kira-kira berumur 40 tahunan memasuki kamar itu dan menghampiri Rendi.


"Rendi....kamu kenapa sayang?" kata wanita itu yang tak lain adalah mamanya Rendi.


"Aku gak papa kok ma....cuma kemarin kehujanan aja!" kata Rendi salting karna mamanya tiba-tiba masuk.


"Syukurlah kalo kamu udah gak papa!Oh iya ini pasti meta ya. Kenalkan saya Karoline, mamanya rendi!"


"Iya Tante saya meta!" kata meta sambil mencium tangan mama Rendi.


"Masa sih tante!"


"Mama...nih....dateng-dateng buka kartu aja nih...Lagian sejak kapan sih mama tahu istilah bucin !!"


"Halah...bilang aja suka!Gini..gini mama kan juga tahu istilah anak muda Rend!Apalagi semalam kata papa mu kamu ditungguin sama meta kan?"


"Hehehe...mama nih...yah pasti senenglah namanya ditungguin pacar!" kata Rendi sambil menyenggol meta.


"Rendi...apaan sih malu tahu!"


"Kalian ini cute banget yah! Meta, makasih ya udah jagain anak Tante yang bandel ini! Rendi tuh sebenernya paling susah kalo suruh minum obat!"


"Tadi barusan udah minum obat kok Tante, udah sarapan juga!Tante gak usah khawatir!"


"Iya Tante percaya kok kamu bisa jagain Rendi!Tante seneng banget Rendi sekarang udah sehat dan bisa tersenyum lagi kayak gini! Meta makasih ya udah selalu ada buat Rendi. Tante berharap kamu bisa sama-sama Rendi terus. Karena cuma kamu yang bisa bikin Rendi bahagia!"


"Iya Tante...meta akan selalu jagain Rendi !"


"Makasih ya sayang!" mama Rendi pun memeluk meta.


"Ehem....ehem....di sini ada orang loh! Masak aku jadi dicuekin sih!!!"


"Ya ampun ini anak masih aja kumat manjanya...sini mama peluk juga deh!"


Sesaat mereka bertiga pun berpelukan.


"O iya Rend...besok setelah ujian kelulusan mama udah konsultasi dengan dokter untuk medical check up lagi di Singapur...yah supaya nanti kita tahu kalo kamu udah benar-benar sembuh Rend!"


"Iya mah...tapi ajak meta juga ya mah!"

__ADS_1


"Boleh...kalo meta mau!"


"Em..m...nanti saya coba minta ijin ke mama dulu ya Tante!"


"Tante berharap sih kamu bisa ikut supaya kamu bisa memberi semangat Rendi!O iya mengenai masalah mama kamu dan papanya Rendi...Tante udah tahu....tenang aja meta...kamu gak perlu khawatir!Papanya Rendi sudah bilang semuanya ke Tante!Nanti kapan-kapan boleh kan Tante bertemu dengan mama kamu? Kapan-kapan nanti kita atur jadwal untuk bertemu yah!"


"Oh iya Tante...tentu...nanti aku bilang ke mama!"


"Tante sampai lupa...tadi Tante bawa sarapan...kamu udah sarapan meta?"


"Belum Tante?"


"Kita sarapan bareng yuk!!"


"Mama gak ngajakin aku?Dari tadi aku dicuekin nih!" kata Rendi cemberut.


"Ya ampun ini anak! Iya nih mama kasih roti buat kamu!"


"Habis dari tadi aku dicuekin sih!"


"Mau mama suapin sekalian rotinya!"


"Hehehe...ga deh ma....aku cuma becanda kok...aku ngeliat mama sama meta akrab aja aku udah seneng kok....laper dan sakitnya langsing hilang!"


"Dasar nih anak....kayaknya udah bucin banget sama kamu met...!!"


"eh...Tante...jadi malu!!'


"Malu-malu mau tuh ma!!"


"Rendi apaan sih!" kata meta sambil melotot ke arah Rendi.


"Udah-udah gak kelar-kelar ini becandanya....mama keburu laper!Ya udah ayo dimakan dulu!"


Pada dasarnya mama Karoline adalah tipe orang yang asik, tadinya meta begitu canggung dengannya tapi setelah mengenal ternyata mama Karoline adalah sosok yang hangat bahkan sangat baik dengan meta.


Setelah menyelesaikan makannya meta meminta ijin untuk pamit.


"Tante....aku ijin pamit yah....besok sehabis sekolah aku ke sini lagi!"


"Kalo gitu biar nanti dianter sama sopir aja yah!"


"Gak usah Tante....aku udah dijemput sopirnya mama kok!"


"Kamu mau pulang met!"


"Iya Rend...besok aku ke sini lagi, kan udah ada mama kamu yang jagain!"


"Ya udah hati-hati yah! Jangan lupa besok ke sini lagi!"


"Iya...iya...khawatir banget aku gak ke sini!


Tante meta permisi dulu ya.!" kata meta sambil mencium tangan mamanya Rendi.


"Iya hati-hati yah! Oh iya ini Tante ada sedikit oleh-oleh buat mama kamu. Salam buat mama kamu yah!"


"Iya Tante....makasih....nanti pasti aku sampein ke mama!"


Meta pun keluar dari kamar Rendi.


"Ya ampun.... baru di tinggal pulang sebentar aja ekspresinya udah sedih kayak gitu!" kata mama Karoline menggoda Rendi.


"Mama apaan sih, terus aja ngeceng-cengin Rendi dari tadi!!"


Rendi pun tiba-tiba teringat kejadian tadi saat dia dan meta berciuman, kejadian yang membuatnya tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Kenapa Rend ?Tadi cemberut sekarang senyum-senyum sendiri?"


"Eh nggak kok ma!Mama pengen tahu aja sih!" kata Rendi spontan sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


__ADS_2