TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Menjenguk Rendi


__ADS_3

Saat di sekolah kabar mengenai sakitnya rendi begitu cepat menyebar. Maklum saja mungkin Rendi salah salah satu idola para anak-anak cewek di sekolah jadi walaupun dia masih baru tapi begitu banyak orang yang perhatian dengannya.


"Meta...denger-denger Rendi sakit?sakit apa sih?" tanya beberapa anak cewek di kelasnya yang merasa kehilangan Rendi.


"Oh iya...katanya kamu udah putus sama Rendi....? Berarti kita ada kesempatan dong buat deket sama Rendi?"


"Eh....eh gimana kalo nanti sepulang sekolah kita jengukin dia yuk ke rumah sakit. Eh tapi rumah sakit mana yah?"


Belum sempat meta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman-temannya itu mereka sudah nyerocos dan asik sibuk sendiri.


"Rendi di rawat di rumah sakit Medika!" jawab meta singkat.


"Ow...di situ....gimana nanti kita bareng-bareng jengukin dia yuk sepulang sekolah!"


Dret....dret....hp meta mendapat panggilan video call. Meta melihat ID pemanggilnya ternyata dari Rendi. Meta pun agak sedikit menjauh dari kerumunan teman-temannya untuk mengangkat video call dari Rendi.


"Hallo rendi...ada apa?"


"Hai...sayang kamu masih sekolah ya!"


Hati meta merasa berbunga menerima panggilan sayang dari Rendi, karena biasanya dia hanya memanggil namanya saja.


"Ih...apaan sih pake sayang-sayang segala manggilnya....malu tahu kalo kedengaran temen lain!"


"Biarin ah....kamu kan memang kesayangan aku!Kalo perlu biar satu sekolah tahu kalo kita pacaran!"


"Rendi jangan gitu ah...oh iya kamu di tanyain tuh sama temen-temen lebih tepatnya para fans kamu!"


"Hahaha...fans?"


"Iya... cewek-cewek di sekolah pada heboh mau jengukin kamu nanti sepulang sekolah!"


"Hehehe...kamu cemburu ya!"


"Gak....sapa yang cemburu sih!!O iya kamu ada apa video call aku?"


"Aku cuma mau bilang aku udah ada di rumah, tadi pagi udah boleh keluar dari rumah sakit!"


"Oh gitu...."


"Hai Rendi....kamu sakit apa sih?" teriak teman-teman meta yang tiba-tiba di belakang meta dan merebut hp meta.


Tanpa meta ketahui sebenarnya dari tadi mereka memperhatikan meta telpon.


"Hai gaess....ini aku cuma kecapekan aja kok!"


"Aduh kasihan....cepet sembuh yah!" kata salah seorang dari mereka.

__ADS_1


"Okey makasih ya teman-teman!"


"Oh iya rend...nanti kita mau jengukin kamu nih...!!!Boleh gak?"


"Boleh....silahkan aja!!Kalo gitu see you yah gaess!!Aku mau istirahat lagi!!Bye...."


"Bye...."jawab mereka hampir bersamaan.


Meta pun mengambil hpnya kembali, pada dasarnya meta gak keberatan sih kalo mereka menjenguk Rendi tapi kadang tak dapat dipungkiri kalo meta merasa cemburu dengan para cewek-cewek yang jelas-jelas menaruh hati dengan Rendi seolah-olah ingin mencari perhatian Rendi.


**********


Seusai sekolah meta dan teman-temannya menuju ke rumah Rendi termasuk juga devan. Sebenarnya Devan enggan untuk ikut, namun melihat hampir semua teman sekelasnya ikut dia pun tak ingin ada kecurigaan, Devan tidak mau kalo teman-temannya sampai tahu kalo sebenernya dia cemburu melihat kedekatan meta dengan Rendi. Maka dari itu Devan berusaha bersikap sebiasa mungkin di depan teman-temannya.


Mereka mengetuk pintu yang kemudian di persilahkan oleh salah seorang asisten rumah tangga di rumah Rendi. Sebenarnya ini kali pertama meta ke rumah Rendi, meski dia sudah beberapa tahun mengenal Rendi namun baru kali ini meta menginjakan kaki di rumah Rendi.


Dari dalam mama Rendi keluar untuk menyapa mereka satu per satu.


"Wah terimakasih yah sudah jengukin Rendi!Ayo silahkan duduk dulu!!" kata mama Rendi ramah.


"Iya Tante sama-sama!" jawab mereka hampir bersamaan.


Mama Rendi pun menghampiri meta dan mencium pipi meta.


"Eh meta....gimana kapan Tante bisa ketemu mama kamu mumpung Tante masih di sini...soalnya besok sabtu Tante udah balik lagi ke singapura!"


"Oh gitu...Tante harap bisa secepatnya ketemu mama kamu!"


"Iya Tante!"


Teman-teman meta hanya melongo melihat keakraban mama Rendi dan juga meta. Apalagi Dinda yang sedari awal Rendi masuk sekolah sudah tertarik pada Rendi. Dinda pun sebenarnya iri melihat kedekatan meta dan mamanya Rendi. Mereka gak pernah menyangka kalo ternyata meta dan mamanya Rendi sudah sedekat itu.


"Tante....ini aku bawain buah-buahan buat Rendi!" kata Dinda tiba-tiba mengganggu pembicaraan meta dan mamanya Rendi.


"Oh iya makasih ya!!Rendi ada di atas...kalo gitu langsung ke sana aja yah!"


Mereka pun mengikuti mama meta menuju kamar Rendi. Sebagian dari mereka merasa kagum melihat rumah mewah Rendi. Ada pula yang melihat-lihat foto-foto Rendi yang tertempel di beberapa sudut ruangan.


"Rend...ini teman-temanmu udah datang nih!"


"Oh suruh masuk aja ma!"


Mereka pun memasuki kamar Rendi. Banyak yang kagum melihat kamar mewah Rendi. Mereka kemudian menyalami Rendi satu per satu.


"Makasih yah kalian semua udah dateng jengukin aku!"


"Kalo gitu Tante tinggal dulu yah."

__ADS_1


"Iya tante!" jawab mereka bersamaan.


Dinda pun mendekati Rendi.


"Rend...kamu sakit apa sih Rend? Aku khawatir banget tau!" kata Dinda sambil duduk di samping Rendi.


Rendi menatap meta yang berdiri di antara teman-temannya. Rendi tahu kalo meta pasti cemburu melihat Dinda yang cari perhatian dengannya.


"Aku cuma kecapekan aja kok Din?" kata Rendi cuek tanpa menatapnya.


"Ow gitu...makanya jangan capek-capek dong Rend.!"


Meta semakin bete dengan sikap Dinda yang berlebihan.


"OMG....Rend...ini bukannya foto kamu sama meta yah!"


Tiba-tiba Rika setengah berteriak sambil memegang figura yang terpajang di meja belajar rendi.


Teman-teman yang lainnya langsung penasaran ingin melihat foto itu. Bahkan alangkah kagetnya mereka ketika mereka menjumpai foto-foto meta lainnya di kamar Rendi.


Meta juga sebenarnya kaget melihat fotonya terpampang di situ bahkan tidak hanya satu.


"Ya ampun ternyata banyak banget yah foto meta di sini!" kata Rika sengaja memperlihatkan foto-foto itu ke teman-teman yang lain.


"Rika...kamu apaan sih ....bikin heboh aja tahu gak dari tadi!" kata meta salting.


"Biarin aja....sengaja biar si Dinda tahu kalo kamu sama Rendi pacaran!"


Dinda pun juga memastikan foto-foto itu dari dekat, foto yang membuatnya tambah kesal.


"Ternyata mereka benar-benar udah pacaran...tapi kapan dan kenapa secepat itu...huft...kenapa sih meta selalu dapetin apa yang aku incar!!" gerutu Dinda dalam hati.


"Eh iya teman-teman itu memang fotoku sama meta...sebagain besar itu foto waktu kita SMP...karna kita dulu teman SMP!" kata Rendi mencoba menjelaskan.


"O...oo..."


"Jadi kalian teman smp to?pantesan langsung akrab gitu!" kata teman yang lain.


Mereka masih mengerumuni foto itu , satu per satu mereka melihat foto-foto itu.


"Iya...kita memang udah pacaran dari SMP....tapi karna kemarin aku sempet pindah ke singapur jadi kita sempet lost contact gitu...tapi aku seneng sih aku bisa satu sekolah lagi sama meta!" kata Rendi menghampiri meta sambil merangkulnya.


Meta pun menjadi kikuk Rendi tiba-tiba merangkulnya di depan teman-temannya.


Dinda pun terbelalak kaget mendengar itu, rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.


Devan yang dari tadi terdiam pun kaget mendengar itu, dia memang sudah tahu kalo Rendi jadian dengan meta tapi dia ga nyangka kalo ternyata mereka sudah berpacaran semenjak SMP.

__ADS_1


Padahal kemarin dia juga melihat sendiri kalo meta meminta untuk putus dengan Rendi. Tapi hari ini Devan melihat Rendi dengan bangganya memproklamirkan mereka berdua pacaran.


__ADS_2