Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )

Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )
Bukan Anak Lemah


__ADS_3

Kehidupan Brian di sekolah Asrama bersama teman teman nya tidak lah selalu mulus, Walau banyak anak yang ingin berteman dengan mereka tapi banyak juga yang membenci nya.


Salah satu nya Daniel, Anak orang Kaya di Nevada itu sangat Arrogant.


Bahkan dia terang terangan menantang Brian dan kawan kawan.


" Kau! Hanya anak berkulit putih yang lemah. !" Cibir nya.


Inilah yang tidak si sukai Brian, Apa salah nya dengan kulit putih ? menghadapi Anak Arrogant seperti Daniel sangat mudah bagi nya. Namun sebisa mungkin dia tidak ingin mengecewakan Mama dan Papa nya. Apalagi sekarang Mama dan Papa nya sedang sibuk bersama Baby Bear, Young Sister nya Brian.


Siapa lagi jika bukan Princess Leana Jade. Tuan Putri dari keluarga Jade.


" Lalu jika aku memang berkulit putih apa urusan nya dengan mu ? Kau iri dengan kulit ku iya ? For Your Information ! My Mom So Beautiful Lady, And My Dad, So Handsome Boy ! So, Look At That ! Kau lihat apakah ada kecacatan dalam diri ku ?" Boleh kah Brian bersikap sombong sekarang ?


Benar bukan Mama nya adalah wanita Cantik ? Baik Mama Calista atau pun Mama Viona nya


Lalu apa kabar Papa BerUang nya ? Papa nya memang sangat tampan bagi nya. Pria Bule pula.


" Apa yang kau sombong kan ? Daddy ku orang terkaya di Nevada ! mau apa kau ? Aku bisa meminta Daddy ku untuk membeli sekolah ini pun aku mampu !" Bangga Daniel.


Brian hanya tersenyum kecil saja. Melanjut kan makan siang nya dengan teman teman nya sambil mengamati Ipad belajar nya. Dimana Disana dia sedang mengamati Grafik saham Papa nya yang sedang di retas nya.


Brak...


Ipad Brian di ambil dan di banting oleh Daniel.


Ketiga sahabat Brian pun kaget, Itu adalah Ipad kesayangan Brian pemberian dari Steffano saat ulang tahun nya tahun lalu, Dan Ipad itu pula tersimpan semua File File penting nya.


Air muka Brian langsung berubah gelap. Seakan Daniel membangkit kan aura gelap nya. Sisi lain dari dalam diri Brian pun bangkit.


Daniel kaget melihat perubahan raut wajah Brian, Anak yang di bully nya tadi.


" Kau bilang kau anak orang terkaya di Nevada bukan ? Hubungi Papa mu untuk kesekolah dan temui aku ! Kau akan tau siapa aku setelah ini . Ingat ini baik baik, Aku adalah orang tipe pendendam. Jadi jika suatu saat aku membalas mu, Aku harap itu setimpal dengan apa yang kau perbuat !" Brian langsung meninggal kan Ruang makan para siswa dan kembali ke Dalam gedung Sekolah.


Disini lah dia sekarang, Di perpustakaan yang banyak menyimpan buku buku dari berbagai macam jenis dan kegunaan nya.


Brian melampiaskan kekesalan nya dengan membaca, Bahkan dia juga sudah di usulkan untuk naik ke kelas 5 karena kejeniusan nya, Namun Brian enggan karena ingin bersama para teman teman nya yang belum terlalu mahir dalam berbicara bahasa asing.


Mungkin jika Kuliah nanti Brian bisa melepas teman teman nya.


" Brian, Ada Telepon dari keluarga mu. " Penjaga sekolah datang menghampiri Brian di ruang baca dalam perpustakaan itu.


" Thanks Sir. " Brian mengambil Telepon itu dan langsung terhubung dengan keluarga nya.


Sekolah itu memang sangat disiplin, Tidak membedakan mana anak orang kaya dan orang biasa. Karena memang sekolah Asrama ini yang terbaik.


Karena perbedaan waktu Indonesia dan Amerika kurang lebih 11 jam. Dan sekolah Asrama Brian ini berada di Distrik Colombia maka Jika di Tempat Brian saat ini pukul 12 siang, Maka di Indonesia saat ini adalah jam 11 malam bukan ?


" Hallo, " Sapa Brian ramah


" Hey Boy ? How are U ? " Tanya sang Papa BerUang.


" Baik Pa ! ,"


" Hey ? Ada apa ?"


" Ipad Bri jatuh dan rusak !"

__ADS_1


" Oke Papa paham. Besok Uncle Fox akan mengirim nya ke Asrama."


" Dimana mama Pa ? Apa Princess sudah tidur ?" Tanya Brian pada Papa nya.


" Mama sedang menyusui nya. "


" Kalau begitu sampai kan salam Bri pada Mama. Bri tidak ingin bicara pada Mama. Bri tidak ingin mendengar tangisan Mama, Salam, Bri mencintai Mama. "


Tut !


Telepon di putus sepihak oleh Brian.


...😍😍😍...


Hari hari Brian di lalui dengan mudah, Bahkan ini adalah tahun keempat dia di Sekolah Asrama. Dan saat ini Princess Leana sudah mulai pandai bicara dan sangat berisik.


Hal itu pula yang menambah kesan berbeda dalam rumah Besar Gale. Hingga saat ini semua nya aman terkendali, Tanpa ada nya penyerangan .


" Daddy, Lihat, Lea bisa menggambal ini dengan benal bukan ?" Leana sudah tumbuh menjadi Gadis kecil yang menggemas kan.


Bahkan Dia benar benar dekat dengan Daddy nya, Lea tidak ingin memanggil nya Papa. Menurut Lea yang memang Berwajah bule itu panggilan Papa tidak cocok dengan wajah nya yang sangat bule itu.


Viona tidak kebagian apapun di dalam diri Lea, Semua sikap Lea adalah hasil fotocoppy dari diri Gale seutuh nya.


" Oh ya ? Oh my Princess, You So beautiful. " Puji sang Daddy.


Begini lah rutunitas Gale sekarang. Selalu pulang di sambut oleh Princess Leana.



" Tidak bisa kah berganti pakaian lebih dulu ? " Suara bidadari cantik itu mengalih kan pandangan anak dan ayah itu.


Semenjak menjadi Nyonya sesungguh nya, Viona berubah berubah menjadi Ibu yang galak.


Dan Lea selalu cemburu saat Daddy nya bermesraan dengan sang Mommy.


" Daddy be Mine, Jangan mendekat. Daddy hanya milik Lea. " Nah, Cemburu nya Lea sudah keluar saat melihat Mommy nya begitu cantik hari ini dengan dress kuning cerah nya.



Cup


Gale memberikan kecupan di bibir istri nya itu.


" I Love You Darl. " Gale semakin Cinta dan jatuh ke dalam lembah Cinta Viona.


" Daddy, Jangan dekat dekat dengan Mommy, Mommy itu Jelek. Lea yang paling Cantik disini. " Gadis kecil itu sudah bersedekap dada di hdapan Mommy nya.


Benar apa yang di ingin kan Viona dulu, Gale lah Cinta pertama Putri nya dan itu benar.


" Mommy istri nya Daddy kamu. !" Viona seperti nya sangat suka membalas Putri nya itu


" No ! Lea lah istli Daddy, Bukan Mommy."


Gale merasa menjadi pria paling bahagia di muka bumi ini. Ada dua orang wanita yang memperebut kan nya.


" Mommy memang cantik Princess, Tapi Lea tetap yang tercantik. " Puji Gale menenangkan Putri nya yang mulai merajuk .

__ADS_1


" Dengal bukan ? Lea lah yang telcantik. Mommy tidak cantik. Ya kan Dad ?"


" Ya, Mommy juga cantik Princess, Tapi Princess yang tercantik. !" Gale membawa Lea dalam gendongan nya.


" Dengal bukan ? Lea yang tercantik. Mommy Jelek. "


" Princess, Jangan kurang ajar dengan Mommy. Say Sorry to Mommy. " Inilah Gale sekarang.


Begitu tegas dan mengayomi keluarga nya. belajar dari kesalahannya di masa lalu saat bersama Calista.


" Solly Mom. " Dengan wajah jutek nya.


Viona masih menatap Lea dengan tatapan tajam nya.


" Say Sorry Again Princess. " Ucap Gale lagi.


" Mommy, Solly. " Kali ini di tambah Senyuman.


" Oke. Sekarang ayo mandi bersama Mommy. Biar Daddy mandi dulu. " Mau tidak Mau Lea menurut dan ikut bersama Viona.


Selesai mendandani Princess Leana Viona beralih ke kamar nya untuk melihat suami nya.


Dan ternyata suami nya sudah menunggu kedatangan sang istri nya ke ruang ganti.



" Kenapa tidak memakai Baju Dad ?" Tanya Viona saat sudah masuk ke dalam ruang ganti.


Bukan nya menjawab Gale malah memeluk istri nya yang sedang memilihkan baju untuk nya.


" Miss You. " Bisik Gale di telinga Viona dan memberikan sentuhan sentuhan nakal untuk Viona.


" Dad..." Viona mulai terbakar


" Heum ?" Masih sibuk memberikan sentuhan sentuhan nakal dan menjjilati leher dan bahu istri nya.


Bahkan saat ini Gale sudah menurunkan gaun istri nya di bagian bahu kanan nya.


" Aahhh...Daddy..." Viona melemas saat tangan suami nya meremmas dada nya yang kembali kencang setelah di tinggal kan Lea setahun yang Lalu .


" I Want You To Night. " Gale juga memberikan gigitan kecil di bahu Viona.


" Aku milik mu Nanti malam. "


" Sure ?" Tanya Gale masih melanjutkan aksi nya.


" Yes ! Sure. "


" Oke Kita Turun. !" Gale meninggalkan Viona yang mulai terbakar .


Viona hanya mencebik kesal, Gale sering mempermainkan nya sekarang.


...❤️❤️❤️...


Keluarga bahagia banget yakkk 🥰


Follow ige ibuk ya @amemlia_falisha1511❤️

__ADS_1



Jangan lupa baca Bang Jery sama Wanita Sunset ya shay 😍


__ADS_2