
Pagi ini Viona terbangun dengan tubuh yang sangat lelah. Entah mengapa dya merasa tubuh nya kurang fit.
Bahkan untuk sekedar bangun saja dya malas. Tapi aneh, Saat dya bangun suami nya sudah tidak ada di tempat tidur mereka.
Viona melirik jam besar yang ada di dinding kamar meraka. Masih pukul 06.15 menit. Kenapa suami nya ?
Mau tak mau Viona bangkit dan melihat ke kmar mandi ternyata tidak ada. Di ruang ganti sudah tercium aroma parfume yabg seperti nya baru di semprot kan.
Brum...
Brum...
Brum...
Terdengar suara mobil Sport suami nya di bawah. Lantas Viona melihat ke arah balkon dan suami nya hendak berangkat.
Dapat di lihat nya suami nya itu sudah tampa. bahkan sangat memukau dengan jas abu abu nya.
Saat hendak memasuki mobil nya Gale sempat melirik ke arah Viona dan Viona tersenyum melambai kan tangan nya.
Namun sayang, Gale tidak menanggapi nya. Hanya melihat sekilas lalu masuk mobil dan meninggalkan halaman rumah mereka.
Hati Viona sakit saat suami nya mengabaikan nya. Apa dya keterlaluan ? Tapi kenapa harus Gale yang marah ?
Viona hanya bisa pasrah dan mendesah frustasi di balkon. Segera bergegas ke kamar mandi dan membersih kan diri Viona segera turun untuk sarapan.
" Selamat pagi Nyonya. " Sapa merek semua.
" Selamat pagi. " Viona sedikit merasa lelah hati ini. Padahal dya tidak melakukan kegiatan yang menguras tenaga nya.
" Dimana Brian ?" Tanya Viona lagi.
Karn memang dari kemarin dya belum melihat Brian.
" Tuan muda menginap di rumah Nyonya Calista Nyonya. " Jawab Oliv
" Oh " Hanya itu yang terdengar tapi para Maid mengerti kegelisahan nya.
" Ayo temani aku makan. " Ajak Viona.
" Kami sudah sarapan Nyonya. Bukan nya Nyonya sendiri yang bilang jika kami harus makan dulu sebelum melayani Kalian ?" Ah benar. Viona baru ingat.
Hari ini Viona tidak bersemangat. Bahkan sarapan nya saja tidak habih. Viona bingung harus apa. Padahal ini libur semester lalu dya harus apa ?
Sesaat dya teringat oleh Jenica dan Minah. Seperti nya jalan jalan dengan mereka asik juga.
Viona bergegas ke atas kamar nya dan mengambil Tas, Ponsel serta dompet milik nya lalu turun kembali.
Saat hendak meminta kunci mobil pada Ganda ternyata Ganda tidak memberi nya.
" Aku hanya ingin keluar bersama teman teman ku. Apa aku salah ?" Viona mulai kesal.
Pasal nya Ganda sama sekali tidak mengijin kan nya.
" Maaf Nyonya. Saya tidak bisa. "
" Kalau begiti ayo antar kan aku. Aku ada janji dengan mereka. " Pinta nya lagi. Namun lagi lagi Ganda menggeleng.
__ADS_1
Dengan kesal dya menghubungi suami nya. Panggilan pertama kedua tidak terangkat
Hingga panggilan kelima baru di angkat.
" Dad, aku boleh pergi bersama Jenica dan Minah kan ? Ganda tidak memberi ku izin membawa mobil. " Adu nya manja.
Namun bukan nya mendapat keinginan nya Gale langsung mematah kan keinginan nya tersebut.
" Masuk kembali kerumah ! Jangan pernah keluar selangkah pun dari rumah mu ! "
" Tapi Dad--"
" Aku sibuk !"
Tut
Panggilan langsung di matikan sepihak oleh Gale. Viona kembali kecewa karna sikap dingin suami nya itu.
Berjalan gontai kembali ke dalam rumah Para Maid menangkap Raut kesedihan di wajah Nyonya mereka.
" Apa Nyonya sakit ? Mau saya panggil kan dokter ?" Tawar Silva
" Aku baik baik saja. Aku mau ke kamar lagi. " Viona kembali menaiki tangga dan kembali ke kamar nya.
Sampai nya disana Viona langsung merebah kan tubuh nya di sofa dekat baklon dan menikmati sinar matahari pagi nya.
Viona bingung harus melakukan apa ? Membaca seperti biasa di ruang baca suami nya ? Seperti nya dya malas.
Cukup lama dya berdiam diri di dalam kamar akhir nya dya kembali turun ke bawah untuk membuat makan siang untuk suami nya.
Berharap suami nya mau pulang atau dya ke kantor hanya untuk mengantar makan siang saja.
Setelah selesai beberes dan mandi kembali Viona menghubungi suami nya kembali hanya untuk menanyakan perengai makan siang saja.
" Dad, Aku sudah memasak. Ayo makan bersama atau mau aku antar ke kantor ?" Tanya Viona bersemangat.
" Aku sibuk ! Aku harus meeting lagi. !"
" Tapi Dad, Ini su--"
Tut
Sambungan telepon kembali di putus sepihal oleh Gale.
Viona kembali mendesah Frustasi disana. Dya kecewa karna Gale tidak pulang untuk makan siang.
Viona kembali kemar nya tanpa menyentuh makan siang nya. Dya bahkan hanya rebahan saja di tempat tidur nya tanpa mau melakukan apa pun.
Bahkan sampai jam makan malam pun Viona tidak keluar sama sekali dari kamar nya. Dan hal itu membuat para Maid bingung kenapa Nyonya mereka sampai tak turun untuk makan malam.
Saat mereka semua bingung Gale menghubungi Oliv.
" Ya Tuan ?" Sapa Oliv.
" Apa Nyonya kalian sudah makan ?" Karna dya masih kesal dengan Viona.
" Nyonya belum turun untuk makan malam Tuan. Bahkan makan siang yang di masak Nyonya siang tadi pun juga tidak di sentuh sama sekali. " Cerita Oliv.
" Bangun kan dya dan suruh untuk makan malam. Jika dya tidak mau makan paksa. Bagaimana pun cara nya dya harus makan. Aku pulang larut !" Sambungan langsung di matikan oleh Gale.
__ADS_1
Dan Oliv bersama Silva langsung menuju kamar sang Nyonya. Lama mengetuk pintu akhir nya Viona membuka nya dan terlihat wajah Nyonya mereka semakin pucat saja membuat Oliv dan Silva panik.
" Nyonya, Anda pucat sekali ? Aku hubungi dokter ya ?" Olov panik
" Aku baik baik saja Oliv. Hanya ingin tidur saja. " Ucap Viona lemah.
" Tapi anda belum makan siang Nyonya. Bahkan jam makan malam sudah lewat. "
" Aku tidak lapar Oliv. "
" Tapi Tuan bilang Nyonya harus makan. "
" Suami ku menghubungi mu ? Kenapa tidak menghubungi ku ? " Viona berjalan ke arah tempat tidur dan mengambil ponsel nya dan ternyata sang suami tidak menghubungi nya sama sekali.
Ada raut kecewa di wajah Nyonya mereka.
" Tuan bilang Nyonya harus makan. Tuan juga bilang kalau Tuan pulang larut Nyonya. " Ucapan Oliv kembali menghantam Viona.
Entah mengapa Rasa nya Viona ingin menangis sat ini jugam tapi sebisa mungkin di tahan nya.
" Ya aku akan turun nanti. "
" Tapo Nyonya--"
" Iya aku akan turun. Bawakan saja Coklat panas untuk ku. Dan puding yang ku buat siang tadi. " Oliv dan Silva mengerti dan kembali ke dapur unruk menyiapkn apa yang di ingin kan Nyonya mereka.
Viona bahkan sudah menyelesaikan makan malam terlambat nya sambil menunggu Gale di balkon kamar mereka.
Malam semakin larut, Bahkan lampu lampu taman begitu indah nya menghiasi pandangan mata Viona. Namun tidak sanggup menggantikan Keindahan yang di ingin kan nya yaitu suami nya.
Memilih untuk turun ke taman Viona merapat kan tangan nya di dada dan duduk di sofa. Menarik selimut kecil yang berada di sofa santai taman Viona menatap Bintang bintang di langit yang indah. Bahkan dya juga menghubungi suami nya namun juga tidak ada jawaban.
Mungkin sibuk, Gumam nya lagi.
Akhir nya Viona mengirim kan pesan ke suami nya.
...*My ❤...
Dad, Pulang jam berapa* ?
Tak juga mendapat kan balasan. Hanya centang 2 saja.
Kambali di kirim nya pesan kedua ketiga dan ke empat bahkan samlai pesan kelima namun juga tak mendapat kan balasan nya.
*Dad ?
Daddy,
Maaf,
Dad, Miss you ❤*
Ahir nya runtuh pertahanan Viona. Dya menangis karna Gale tidak menjawab telpn nya bahkan hanya sekedar membalas pesan pun tidak.
Dimana Gale saat ini ? Apa sesibuk itu kah dya sampai tidak bisa mengabari nya ?
Membalas pesan nya ? Apa semrah itu Gale pada nya ?
Semantara Gale harus terbang ke London saat ini juga. karna Rekan kerja nya disana mengundang nya secara Khusus untuk hadir di pesta pernikahan anak nya sang penerus bisnis keluarga.
__ADS_1
Awal nya saat Dave memberi tahu nya Gale menolak. Namun karna masih kesal dengan Viona akhir nya Gale terbang malam ini juga. Tanpa mengabari istri nya dirumah !!