
" Cepat bawa mobil kesini !!!!" Bentak nya murka pada anak buah nya.
Mereka hanya bisa diam melihat bos besar mereka benar benar sangat menyeram kan.
Bahkan ketiga binatang buas itu pun sama takut nya.
" Jeniii !!! Menjauh lah. " Sorot mata itu kembali menggelap dan Jeni tau siapa itu.
Sisi iblis yang mendominasi jiwa Tuan mereka. Wolli yang gemas dengan Sisi lain Gale pun langsung mengigit kaki Gale.
" Wolli !!! Berani nya kau !!" Tunjuk nya pada Singa jantan putih besar itu.
Sedang kan si putih tadi hanya menggerang saja. " Eeerrrrrgggghhhh " Luka bekas gigitan Wolli tidak sampai berdarah. Hanya meninggal kan bekas gigitan saja. Tidak sampai merobek nya.
Tak lama mobil datang dan membawa Viona kembali ke Mansion mereka.
Sedang kan di tkp tadi Anak buah yang di utus Fed dan Steff langsung membersihkan bekas pertempuran berdarah itu.
Namun, Saat Fed menyusuri jalanan itu, Disana ada sebuah ponsel yang masih hidup. Dan saat hendak di buka nya ponsel itu menggunakan sandi dan langsung di berikan pada Steff sang Ahli Heck mengheck apa pun itu.
" Bos Besar " Ucap Steff.
Fed mendekat dan mereka langsung menghubungi nomor tersebut dan ternyata sudah tidak aktiv lagi.
Namun mereka tetap membawa nya pergi. Pak Kirman dan Gandy terluka parah. Pak Kirman lah yang paling parah dan langsung di larikan ke rumah sakit.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju Mansion Gale dan di persimpangan terakhir ternyata disana lebih mengenaskan lagi.
Para mayat bergelimpangan dan ada beberapa yang mati dengan tubuh habis di cabik cabik dan tangan patah itu pasti ulah Gale.
Ada tangan yang sampai tulang nya keluar dari daging nya juga.
" Apa dia titisan Iblis atau dewa kematian Steff ? Segera lihat cctv sepanjang jalan ini. Aku rasa ada yang tidak beres disini. " Fed mengemukakan pendapat nya.
Sementara Steff masih memikirkan siapa Bos besar yang tertulis di ponsel itu. Riwayat panggilan terakhir titik lokasi nya ada di Boston Amerika. Tempat kelahiran Gale sendiri.
" Kita harus segera mengadakan rapat dengan Gale. Aku rasa ini sudah terencana. Jika tidak mana mungkin mereka berani mengejar Viona bahkan saat sudah dekat dengan Gerbang utama bukan ? Ini aneh Fed " Jiwa Lintar Steff langsung keluar begitu saja.
" Aku akan menghubungi si bungsu. " Fed langsung menghubungi Julio dan menyuruh nya langsung ke Mansion Gale bersama Viona. Jika mengadakan rapat di Black House itu tidak akan mungkin.
Viona sudah di tangani oleh Dokter Herman. Dan Viona sudah mendapat kan pertolongan pertama nya.
Saat ini Viona masih belum sadarkan diri dan Gale masih setia menemani nya.
__ADS_1
Sementara di halaman depan tiga Binatang buas itu sedang memakan daging ayam yang masih hidup hidup yang sibuk mereka kejar sejak tadi.
Bahkan para Maid tidak ada yang berani mendekat kecuali Silva pelayan pribadi Viona yang mendekat ke arah Wolli yang sangat menggemaskan itu dengan buku putih dan rambut nya juga.
" Jangan mendekat. Mereka sangat sensitiv. Manjauh lah. " Ganda mencegah Silva untuk mendekat.
Fed dan Steff sudah sampai di Mansion Gale dan langsung di sambut oleh erangan dari tiga binatang buas itu. Terutama Pita yang sangat sensitiv dengan kehadiran Steff yang pernah membuat nya kelelahan.
" Eeerrrggghhh..." Pita menggeram saat melihat Steff.
" Aku sedang tidak ingin bermain dengan mu. Kau tidak asik lagi. Aku lebih suka dengan Jeni. " Steff langsung mengelus kepala Jeni yang memang manja dengan nya.
Pita yang geram pun langsung mengigit kaki Steff sampai celana bahan nya koyak karna di tarik nya.
" Pita !!! Kau keterlaluan !!!" Geram Steff.
Namun Pita masa bodoh dengan itu. Dia kembali menyantap ayam ayam hidup itu.
Julio dan Dave juga sudah datang. Mereka langsung masuk ke Mansion dan langsung melihat keadaan Viona dan Gale.
" Kau terluka kawan ? Lihat dirimu berantakan sekali. Bersih kan dulu diri mu. Luka mu cukup dalam " Fed melihat lengan dan dada Gale yang terluka. Bahkan darah nya juga sudah membasahi seluruh kemeja nya.
Gale melihat sekilas ke teman teman nya lalu kembali fokus ke Viona yang belum sadar kan diri.
Ternyata Oliv datang bersama Kania membawa yang butuh kan Dave tadi.
Dave langsung cekatan membuka kemeja Gale dan langsung membersih kan luka nya.
Gale sama sekali tidak merasa sakit sedikit pun. Fed yang notaben nya adalah seorang psikopat gila saja merasa merinding melihat luka menganga di dada Gale. Bukan hanya satu. Tapi ada sekitar 5 sayatan di dada nya dan lengan kiri dan kanan nya juga tak luput menjadi sasaran nya.
Saat Dave hendak membalut luka nya Gale langsung mencegah nya.
" Kalian berdua tunggu Nyonya kalian. Aku akan membersihkan diri dulu. " Gale langsung pamit untuk ke kamar mandi.
Sedang kan ke empat orang itu langsung menuju Paviliun di bagian belakang Mansion Gale.
Dulu nya tempat ini sering di jadikan Gale sebagai tempat nya menenang kan diri.
" Aku keluar sebentar Darl. Cepat lah sadar. "
Cup
Gale meninggalkan Kecupan di kening Viona sebelum keluar dari kamar nya dan menitip kan Viona pada Oliv dan Kania. Silva juga sudah datang bersama Brian.
__ADS_1
Brian yang melihat mama nya terbaring lemah di tempat tidur dengan selang infus yang menggantung itu langsung berlari menghampiri nya.
" Mama...." Brian mendekat dan melihat keadaan sang mama.
Di lihat nya semua luka yang ada di tubuh mama nya itu. Lantas langsung mencari dimana keberadaan papa nya.
" Dimana Papa Tyliv ? " Brian bertanya ke Oliv dengan tatapan datar nya.
Ternyata ini. Ini yang dirasakan nya sejak tadi. Rasa tidak nyaman dan pikiran buruk yang menghantui nya.
" Tuan Gale sedang di Paviliun bersama Teman teman nya Tuan Muda. " Oliv memberi tahu keberadaan sang papa.
Tanpa Kata lagi Brian langsung mencari keberadaan papa nya di Paviliun belakang.
Brakkk..,
Pintu di buka paksa dan ternyata itu Brian. Tapi ada yang Aneh. Gale merasa aura putra nya sangat mendominan disini.
" Bri..." Panggil Gale saat melihat Putra nya datang.
Brian tidak membalas sapaan sang Papa dan malah sebalik nya. Dia langsung menyudutkan papa nya.
" Apa Mafia seperti Papa sudah kehilangan kekuatan nya ? Sampai sampai mama Vio bisa terluka ? Dimana pengawal yang papa Berikan ? Kenapa mama bisa terluka ? Jawab Pa !!!" Brian sudah marah.
5 orang dewasa di ruangan itu hanya bisa menatap Brian dengan pandangan bertanya tanya saja.
Kenapa Brian nya berubah ? Begitu lah pikiran Gale.
" Papa tahu ? Mama Vio di incar banyak orang saat ini. bukan hanya satu Pa. Brian merasa ada 3 orang yang mengintai mama Brian Pa. Bri yakin papa mungkin sudah mengetahui salah satu di antara kedua nya. dan Asal kan papa tau. Cepat atau lambat pertempuran hebat dan pertumpahan Darah akan berlangsung. Papa harus menyiapkan diri untuk itu !!"
Brak...
Pintu nya kembali di banting oleh Brian dan langsung pergi. Gale kaget bukan main dengan sikap dan aura pembunuh yang sangat kental dari dalam darah Brian.
Gale yakin. Brian akan lebih menjadi orang hebat dari pada diri nya saat ini...
...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜...
Mama Vio belum sadar genksaa ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Ibuk sedih loh genks ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Follow ibuk yaaa di @amelia_falisha1511
__ADS_1