Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )

Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )
Brian The Friend


__ADS_3

Lain hal nya sang Papa yang sedang mengidam rujak Aceh buah Import, Lain lagi Brian.


Saat ini mereka sedang berada di rumah Angga di dekat kampung yang cukup di bilang kumuh.


" Kau yakin tinggal disini Ngga ? Disini banyak nyamuk, Apa kau tidak takut terkena demam berdarah ?" Brian melihat sekeliling nya.


" Aku akan meminta Papa untuk memindah kan kalian, Aku tidak bisa melihat kalian tinggal disini. Ini tidak baik untuk pertumbuhan, Lihat semua terdapat sampah berserakan. !" Gerutu nya lagi.


" Kami tidak ingin merepot kan mu Bri, Kami sudah cukup bersyukur papa mu mau menanggung semua biaya sekolah kami. " Angga menyela ucapan sang Anak BerUang itu.


" Terserah ! Aku akan tetap meminta Papa untuk memindahkan kalian. Mama ku juga tidak akan membiarkan kalian tinggal disini." Sambung Brian.


Mereka sudah selesai mengerjakan Pr nya. Bahkan akan pergi untuk melanjutkan Les nya Kembali ke sekolah.


Semenjak berteman dengan Brian, Mereka tidak pernah memikirkan uang jajan, Bahkan makan siang. Setiap hari nya, Viona menitip kan uang saku untuk mereka, Sama dengan jumlah yang di dapat Brian bahkan dengan kotak bekal yang besar.


Sesampai nya di sekolah, Brian dan teman teman nya di hadang oleh anak kelas 5 Sd yang melakukan pembullyan untuk Dimas sang penakut.


" Hey, Anak Kuli, " Panggil nya ke Dimas yang mang penakut.


Brian berhenti di hadapan kakak kelas mereka dengan membawa kotak bekal nya.


" Ini lagi, Anak bule, Bawa bekal. Bagi Duit sini. " Kata Anak yang badan nya paling besar.


" Kalau aku gak mau gimana Kak ?"


" Kau nantangin kita ? " Ucap nya lagi.


Brian hanya melihat malas, Sementara Dimas sudah ketakutan dan hampir terkencing.


" Ka, Bawa Dimas, Dia kebelit pipis itu. " Jaka langsung membawa Dimas ke toilet, Jaka tau bahwa Dimas hampir terkencing di celana karna ketakutan.


Bahkan Dimas sering di ejek karna dia penakut.


" Gaya banget sih Kau. Kulit mulut gitu. Mana bisa di ajak gelud. " Ejek nya lagi.


" Kalau aku bisa matah kan tangan kakak gimana ?" Tanya Brian lagi.


Jiwa Lain dalam diri nya sudah kembali muncul. Entah lah. Semenjak kejadian dia di bully dan Viona menjadi sasaran nya. Brian semakin mudah terpancing emosi. Namun, Masih bisa mengontrol nya dengan baik .


" Gayaan banget ?"


" Bagi duit sini. " Mulai menarik lengan Brian.


Namun Brian menghindar agar menyelamat kan kotak bekal nya. Karena jika sampai itu jatuh, Dia tidak bisa menikmati makan siang yang sudah di siap kan Mama Bidadari nya .


Brugh...


Prakkk...


Kotak bekal tadi di rebut paksa dan terjatuh, Berserakan serta lauk pauk nya. Terdapat empat paha ayam yang menggelinding di lantai . Sayur Brokoli dan Soup bakso serta nasi nya.

__ADS_1


Pandangan Brian dari makanan tadi berubah menjadi menyeramkan melihat ke arah Kakak kelas nya.


" Mau marah ? Ayo pukul, Pukul sini kalau berani. " Tantang nya.


Brian semakin murka saat melihat Angga di tarik bersama dua teman nya.


" Bri, Jangan terpancing emosi. Sabar Bri, Sabar. " Angga meredam emosi Brian namun terlambat.


Brian sudah emosi karna kotak bekal nya di tendang oleh kakak kelas nya tadi.


" Jangan sentuh kotak bekal ku !" Teriak Brian menggema.


Dika sang kakak kelas tadi langsung kaget saat mendengar teriakan Brian, Bahkan saat ini wajah nya sangat menyeram kan. Yang tadi nya biasa saja kini mulai berubah menyeram kan.


" Kau mau marah iya ? Ayo pukul kalau bera---"


Brughh....


" Aduhhh...." Brian langsung memukul Dika tepat di pipi sebelah kanan kiri nya.


Brughh....Brughh...Brughhh...


Kretak !!!


" Aaaahhhkkk.....Mamaaaaaaa !!!!" Teriak Dika disana.


Sudah terlambat, Tangan Dika sudah di patah kan oleh Brian.


Tak lama Jaka dan Dimas datang bersama guru les mereka dan memisah kan Brian. Jaka kaget saat melihat Kak Dika kesakitan dengan tangan kiri nya memegangi tangan kanan. Bahkan suara tangisan nya sangat terdengar pilu.


" Jangan pernah membully teman teman ku. Jangan pernah menyentuh kotak bekal ku ! Aku benci orang yang menyentuh kotak bekal ku dengan tidak tau diri ! " Brian masih teriak saat guru sudah memegangi nya.


Bahkan Brian masih berontak saat guru nya memisahkan mereka.


" Bri, Sudah. Jangan begini. Kasihan mereka. Lihat dia sudah sakit. " Angga mulai mencoba kembali meredam amarah Brian.


Mereka semua di bawa ke kantor, Dika sudah di bawa kerumah sakit. Sementara yang lain nya mendapat kan surat panggilan orang tua besok hari.


Brian sudah pulang kerumah nya, Dengan membawa kotak bekal nya dan wajah murung nya.


Teman teman nya memilih ikut untuk menjelas kan pada keluarga Brian kejadian yang sebenar nya .


" Brian Pulang..." Ucap Anak Pintar itu.


Semua yang ada di ruang keluarga langsung melihat ke arah belakang. Dimana ada Brian dan teman teman nya.


Sedang kan sang Papa BerUang masih menikmati rujak Aceh buah Import nya tanpa menghirau kan sang Putra.


Viona bangkit dari duduk nya untuk menyambut sang putra.


" Darl, Duduk saja. Teman aku makan. " Pinta sang suami.

__ADS_1


Viona tetap berdiri di tempat nya menyambut kedatangan sang Putra bersama Teman teman nya.


Brian mendekat dan memberikan surat panggilan orang tua untuk hadir besok di sekolah nya.


" Apa ini Bri ?" Tanya sang Mama lembut.


Brian mendongak menatap ke arah sang Mama.


" Surat panggilan orang tua. " Jawab Brian, Gale langsung menghentikan kunyahan nya dan bangkit melihat sang Putra yang berantakan.


" Mama tau. Tapi apa alasan nya ?" Brian diam enggan menjelas kan nya.


" Brian berantem dan mematahkan tangan Kak Dika anak kelas 5 tante. " Angga menjawab dengan Tenang.


" Apa ???" Viona kaget.


Gale menatap sinis ke arah Putra nya. Sementara Fed, Steff dan Julio menatap kaget ke arah anak jenius itu.


" Wohooo...Kau hebat Nak, Kau luar biasaaa Prok...prok...prok..." Fed bangkit dan bertepuk tangan menyambut Brian.


" Hey ! Apa apaan itu ? Brian baru saja melakukan kesalahan ! Bukan memenangkan pertandingan !" Wuahh...Sang bidadari berubah menjadi teman nya Pita yang menyeramkan.


" Apa alasan nya Brian ?" Sang Mama sudah terduduk di sofa dengan memijat kening nya.


" Dia membully Dimas, Dia bilang Dimas anak kuli, Dia bilang Dimas penakut, dia juga sudah merusak kotak bekal Bri dan menumpah kan semua isi nya. " Jelas anak itu dengan tenang.


Gale menatap Putra nya dengan intens. Di tatap nya sorot mata Putra nya yang tidak memancarkan kelembutan seperti biasa nya. Mata coklat itu berkilat amarah di dalam nya.


" Masuk ke dalam dan bersihkan diri. Mulai besok, Tidak ada Ipad,Ponsel,dan Game. Brian di hukum selama seminggu tanpa uang jajan ! Mama kecewa dengan Brian !" Viona mengungkapkan kekecewaan nya.


" Maafin kita tante, Kita yang salah. " Kata anak anak itu.


" Pulang lah, Besok kalian harus menjelas kan nya kepada kepala sekolah ! Kalian juga tante hukum tidak mendapat kan uang jajan.!"


" Maaf Tante. " Anak anak itu langsung kembali ke keluar dan masuk mobil yang akan mengantar mereka.


" Masuk ke kamat sekarang Bri, Renungkan kesalahan Brian ! Jangan keluar dari kamar jika Mama belum mengizinkan nya !" Sang Papa masih menatap sang Putra.


Dia tau sang Putra hanya membela teman nya, Tapi jika sampai mematahkan tangan lawan nya ? itu keterlaluan !


" Masuk Brian !" Tegas sang Papa.


" Maaf !" Brian berjalan menuju Kamar nya.


Gale hanya bisa menghela nafas nya berat. Dia pusing melihat putra nya semakin berani dan kejam !


Jika bisa, Gale meminta anak anak nya menjadi orang biasa saja. Tanpa gangguan dan lain lain nya lagi.


" Calm Down Dude, Just The Friend, Brian melakukan ini semua karna pertemanan mereka !" Fed mencoba menenangkan kan Teman nya, Walau di dalam hati nya dia bangga dengan kemajuan Brian.


...❤️❤️❤️ ...

__ADS_1


Nah kan ? Brian turunan siapa coba ?


Follow ige ibuk ya di @amelia_falisha1511 ❤️


__ADS_2